
Lima belas menit berlalu, pacar yang ditunggu-tunggu wanita pembuat onar di klinik ini akhirnya datang juga.
Nama wanita itu adalah Emily, dan pacar yang dari tadi di bangga banggakan Emily rupanya adalah Arsen Bastian Lee.
Semua karyawan Viola makin takut dan cemas, saat mereka melihat pacar Emily yang memang bukan lah orang sembarangan, dia bahkan pengusaha sukses nomor satu di Indonesia.
Ery langsung pergi mencari Viola lagi, dia harus memberitahu kalo pacar Emily sudah datang.
"Gawat darurat Mba, kita pasti bakalan kalah telak Mba Vio, i-itu.... i-itu... Mba." ucap Ery dengan suara yang terbata bata dan gemetar.
"Kamu ini malah kenapa? Apanya yang darurat." tanya Viola.
"Itu lho Mba, pacar nya wanita yang ngamuk ngamuk tadi adalah orang kaya raya Mba. Dia adalah Arsen Bastian Lee pengusaha sukses nomor satu di negara ini Mba Vio. "seru Ery.
Viola yang mendengar nama Arsen Lee langsung saja tersenyum menang.
"Ternyata Kamu Lagi?" ucap Viola dengan senyum devils nya.
"Lho kok Mba Vio malah tersenyum, apa Mba Vio gak takut." tanya Ery.
"Ayoo kita turun." ujar Viola.
"Ohh.. Ok Mba Vio." jawab Ery.
.
Viola akhirnya turun lagi ke bawah, dia melihat wanita itu sedang bermanja-manja dengan Arsen yang tengah duduk membelakanginya. Emily yang melihat Viola sudah turun dan mendekat ke arahnya, langsung saja memberitahu Arsen.
"Baby ini wanita pemilik kliniknya, dia yang udah buat muka aku jadi jerawatan. Please baby tutup sekarang juga klinik ini, "ujar Emily.
Arsen yang sangat tauh siapa wanita pemilik klinik yang di ceritakan Emily, langsung saja menolehkan kepalanya.
"Jika klinik mu tidak mampu untuk menyenangkan dan mempercantik wajah customer, alangkah lebih baiknya ditutup saja." ucap Arsen dingin.
"Ohh... Ternyata Oppa Lee?" jawab Viola dengan santainya.
"Baby apa kamu mengenal dia, kenapa dia malah memanggil mu seperti itu." ucap Emily dengan tatapan tak suka nya kepada Viola yang sok akrab dengan Arsen.
"Saya tidak lagi bercanda Dokter Viola, apa yang tadi saya ucapkan, akan segera saya lakukan." ucap Arsen.
"Yaa, apa anda kira saya juga lagi bercanda, sebaiknya sebelum anda menyalahkan seseorang lebih baik anda mencari tahu dulu kebenaran nya." jawab Viola.
"Baby intinya muka aku jadi merah gini gara gara aku perawatan disini, udah itu aja dan aku mau kamu ngasih perhitungan terutama sama wanita ini." tunjuk Emily ke Viola.
"Nona Emily apa anda sadar dengan yang anda tuduhkan kepada Dokter saya yang sudah menangani anda di klinik ini, apa kami perlu memberikan bukti. Bukan kah anda datang kesini tadi pagi untuk menyembuhkan bekas jerawat dengan perawatan laser, jika sekarang wajah anda terlihat merah, itu hanya bersifat sementara. Besok pagi wajah anda akan kembali seperti semula lagi." jelas Viola.
"Aku tidak akan percaya begitu saja, kau hanya mengada ngada." jawab Emily.
"Dokter Yuna, tolong bawa hasil dari perawatan yang dilakukan Nona Emily tadi." ucap Viola.
"Baik Dokter Viola." jawab Dokter Yuna.
Setelah beberapa saat kemudian, Arsen yang telah menemukan bukti jika memang benar Emily melakukan serangkaian perawatan dengan laser wajah, dan wajah memerahnya itu adalah reaksi kulit.
Kini Arsen hanya menghela nafas beratnya.
"Apakah semua bukti ini bisa menjadi kesalahan dari klinik kami tuan." tanya Viola.
"Emily kau memang hanya membuang-buang waktu ku saja." jawab Arsen dan tidak lagi menjawab apa yang ditanyakan oleh Viola.
"Hemm maafkan aku Baby, aku kan tidak tahu." ucap Emily yang sudah ketakutan.
"Segera minta maaflah pada Dokter Viola dan semua Rekan nya disini." ucap Arsen dan segera pergi meninggalkan Emily yang tengah meminta maaf.
Viola hanya mendengus kesal, lagi lagi ia harus bertemu Arsen yang selalu bersama wanita berbeda lagi.
.
..."Hemmm haruskah aku melupakan nya saja, dia pasti bukan lah pria yang baik." ucap Viola didalam hati....
.
Dad Antonio datang menemui Viola di klinik untuk mengajak nya pulang bersama.
"Dad, kenapa datang ?" ucap Viola yang sudah melihat Daddy nya masuk kedalam klinik.
"Bukankah memang sudah waktunya pulang, Dad menjemput mu ayo pulang bersama." jawab Antonio.
"Dad Vio bukan gadis kecil mu lagi, Vio sudah dewasa sekarang." ucap Viola dengan cemberut.
"Tapi bagi Dad, kamu selalu lah menjadi gadis kecilku." jawab Antonio dengan tersenyum.
"Hemm... Baiklah terserah Dad, ayo kita pulang." ucap Viola yang kini sudah merangkul lengan Daddy nya itu.
Antonio tertawa kecil melihat gadis kecilnya itu yang kini memang sudah dewasa.
.
Arsen kini telah dalam perjalanan pulang menuju apartemen, ya sekarang Arsen memang lebih sering tinggal di Apartemen pribadinya dari pada di rumah keluarga Lee.
"Sudah lama aku tidak lagi bertemu dengan Gadis Aneh itu, kenapa tadi malah harus bertemu dengannya, huhh..." ucap Arsen yang sedikit menyunggingkan senyumnya.
•
•
•
•
~ Selamat membaca sayang ku ❤️