Oppa Lee I Love You

Oppa Lee I Love You
Perceraian



Jam sudah menunjukkan pukul 06.00 pagi, Viola yang sudah membuka matanya, perlahan bangun dari tempat tidur dan langsung menuju kamar mandi.


Didalam kamar mandi, Viola yang hendak mencuci muka dan menggosok gigi tiba tiba termenung sejenak. Viola meneteskan air matanya, ia menangis meratapi rumah tangga nya dengan Arsen yang benar benar akan berakhir beberapa jam lagi.


.


..."Jika aku bisa memilih, aku akan memilih untuk terus mempertahankan rumah tanggaku. Tapi kenyataanya aku malah tidak bisa berbuat apa apa, selain menuruti keinginan Arsen yang tetap memilih berpisah dariku. Ya Tuhan, jika memang Perceraian ini yang terbaik untuk kami berdua. Permudahkan lah semuanya....." lirih Viola dengan air mata yang terus membasahi wajah cantiknya....


.


Hampir satu jam Viola berada didalam kamar mandi, kini ia sudah berpakaian rapi dan bersiap untuk sarapan bersama kedua orangtuanya.


Baru saja Viola akan membuka pintu kamarnya, Dad Antonio sudah masuk kedalam dan berdiri dihadapannya.


"Dad, ada apa? Vio juga sudah mau turun, ayo kita sarapan bersama." ucap Viola dengan raut wajah bingung menatap Dad nya.


"Vio sayang, apa kamu siap untuk menghadiri sidang Perceraianmu nanti? Jika Vio tidak siap, biar Dad yang menggantikan." jawab Dad Antonio dengan tatapan sendu nya.


"Dad, Vio siap kok. Apapun yang akan terjadi, Vio sudah pasrah. Mungkin inilah yang terbaik bagi kami berdua." ucap Viola dengan tersenyum.


"Vio sayang, maafkan Dad. Maaf." jawab Dad Antonio yang sudah menjatuhkan air mata nya.


"Dad, please jangan nangis. Dad gak salah apa apa, Vio yang memang udah gak berjodoh lagi sama Arsen. Tapi ini semua juga bukan kesalahan Dad." jawab Viola yang langsung memeluk Daddy nya.


"Vio memang Putri terbaik Dad, apa pun yang akan terjadi kedepannya, Dad akan selalu ada di sampingmu sampai kapanpun sayang." jawab Dad Antonio yang membalas pelukan erat putri kesayangannya itu.


"Benarkah? Terimakasih Dad, tapi... Meskipun Vio bilang akan pergi keliling dunia. Apa Dad juga akan tetap selalu ada disamping Vio?" ucap Viola dengan tatapan manjanya.


"Tentu saja, Dad tadi sudah bilang kan sampai kapan pun." jawab Dad Antonio yang kini juga sudah tersenyum.


"Vio hanya bercanda Dad, Vio gak akan kemana mana kok. Vio hanya akan selalu ada disamping Dad and Mom." ucap Viola.


"Ayo kita segera turun, Mom sudah menyiapkan makanan kesukaan mu. Kita akan pergi bersama kepengadilan." jawab Dad Antonio.


"Oke." jawab Viola yang langsung merangkul lengan Daddy nya itu.


.


Viola, Dad Antonio dan Mom Ariana tengah menikmati sarapan pagi mereka dengan penuh canda tawa. Viola sudah berjanji pada dirinya sendiri, untuk tidak menunjukkan kesedihan apa pun jika sedang bersama kedua orangtuanya. Karena ia tidak tega jika harus melihat kedua orangtuanya bersedih lagi, sudah cukup Mom dan Dad nya bersedih dan kecewa karena Perceraian nya dengan Arsen.


Saat mereka masih menikmati sarapan nya, Sean dan Sashi pun datang.


"Assalamualaikum." ucap Sean dan Sashi yang langsung memeluk kedua orangtuanya bergantian, begitu juga dengan Viola ia langsung memeluk erat adik kesayangannya itu.


"Waalaikumsalam." jawab Mom Ariana dan Dad Antonio.


"Ihhh.... Lepas lah Kak, pelukannya erat banget sampai Vio gak bisa nafas. Huhh..." ucap Viola dengan wajah cemberut.


"Hehehe... Habisnya adek Kakak gemesin banget sih, kecantikannya juga makin bertambah nih Kakak lihat, apa gak nyesel tuh si Arsen nantinya." jawab Sean yang semakin menggoda Viola.


"Huhhh.... Kak Sashi, nih suami Kakak ganjen banget sih." ucap Viola yang langsung mengalihkan pembicaraan kepada Sashi.


"Udah tahu kok dia Suaminya ganjen, hehehe." jawab Sean yang makin tertawa.


Sedangkan Sashi hanya bisa tersenyum mesem mesem saja, melihat tingkah konyol Sean dan Adik perempuannya itu.


"Iya udah Sean dan Sashi makan lah dulu." ucap Mom Ariana.


"Iya Mom." jawab Sashi.


Sean dan Sashi akhirnya makan bersama Viola, Dad Antonio dan Mom Ariana menikmati sarapan Special mereka dengan penuh khidmat.


***


Jam sudah menunjukkan pukul 07.45 pagi, Aline yang masih tidur malah tidak menyiapkan sarapan apa pun untuk Arsen. Makanya terpaksa lah Arsen yang menyiapkan nya sendiri.


"Kenapa kopi ini sangat pahit, hah sudahlah aku harus pergi sekarang. Jika tidak aku bisa datang terlambat ke pengadilan." ucap Arsen yang langsung berlalu pergi meninggalkan apartemen Aline.


Diperjalanan menuju pengadilan agama, ponsel Arsen terus saja berdering tetapi ia malah mengabaikan nya karena memang sedang terburu buru untuk segera sampai ke pengadilan.


.


Arsen yang sudah sampai di parkiran pengadilan langsung bergegas masuk kedalam, untuk menemui pengacaranya.


Farrel yang melihat kedatangan Arsen langsung menghampirinya.


"Apa aku terlambat." ucap Arsen.


"Tidak tuan, hakim juga belum memulai nya. Bahkan istri anda juga belum datang." jawab Farrel pengacara Arsen.


"Ohh... Baguslah kalo begitu." ucap Arsen yang langsung duduk di sebelah Farrel.


***


Viola, Sean dan Dad Antonio baru saja tiba di area pengadilan agama. Viola yang tadi nya biasa biasa saja, kini mulai tidak tenang.


"Tenanglah ada Dad di dekatmu, tidak perlu tegang." ucap Dad Antonio yang sangat paham jika Viola saat ini sudah mulai tidak tenang.


"Thanks Dad." jawab Viola yang langsung menghembuskan nafas kasarnya.


Viola, Sean dan Dad Antonio yang sudah masuk kedalam ruang sidang pengadilan agama langsung bertatapan dengan Arsen.


Sean yang melihat raut wajah tak bersalah Arsen, ingin sekali langsung menghajar nya. Tapi Dad Antonio menghalangi Sean, ia hanya tidak ingin jika Viola harus berlama lama lagi berurusan dengan Arsen.


Arsen terus memandang wajah Viola, entah perasaan apa yang sekarang ia rasakan, ia tidak bisa memahami nya. Viola yang tahu Arsen terus memandang kearah nya, langsung memalingkan wajah. Terlalu sakit bagi Viola, untuk saling menatap dengan Arsen.


.


Hakim sudah memutuskan sidang akhir "Perceraian" Viola dan Arsen, suara ketukan palu sebanyak tiga kali menjadi tanda bahwa kini Arsen dan Viola benar benar sudah bukan lagi pasangan suami istri, mereka telah resmi bercerai.


Air mata Viola dan Arsen kini sama sama jatuh menetes, entah apa yang sekarang ada didalam hati mereka masing masing...


Melalui penyelesaian perkara, Viola dan Arsen akan menerima akta cerai. Akta cerai merupakan akta otentik yang dikeluarkan oleh Pengadilan Agama sebagai bukti telah terjadi perceraian. Akta cerai bisa diterbitkan jika gugatan dikabulkan oleh majelis hakim dan perkara tersebut telah memperoleh kekuatan hukum terap (inkracht). Perkara dikatakan telah berkekuatan hukum tetap jika dalam waktu 14 hari sejak putusan dibacakan dan para pihak hadir.


Namun jika ada pihak yang tidak hadir, maka perkara baru inkracht terhitung 14 hari sejak pemberitahuan isi putusan disampaikan kepada pihak yang tidak hadir dan yang bersangkutan tidak melakukan upaya hukum banding atau putusan kontradiktoir dan verzet atau putusan verstek.







** TBC **


.


Jangan lupa selalu dukung author ya, dengan cara selalu komen, like, vote dan beri bunga ya. See you all ❤️


.