Oppa Lee I Love You

Oppa Lee I Love You
Aku Memaafkan Mu



Viola dan Steve kini berada di rumah sakit tempat Arsen di rawat, mereka berdua akan segera pulang setelah Arsen sadar.


Arsen tadi sempat pingsan akibat luka di hidung nya yang terus mengeluarkan darah saat ia akan dibawa kerumah sakit. Viola yang melihat Arsen pingsan dengan darah yang terus menetes dengan begitu deras sempat ketakutan, tapi Steve langsung menenangkan nya.


"Apa luka di hidung Arsen benar benar tidak bahaya?" tanya Steve dengan perasaan bersalahnya.


"Hem... Ia hanya shock saja, maka nya ia sampai pingsan. Pasien dalam keadaan baik baik saja, Dokter Steve tidak perlu khawatir." Jawab Dokter Ruri.


"Oh... Baiklah, kalo begitu terimakasih Dokter Ruri." ucap Steve.


"Ya sama sama, pasien juga sebentar lagi akan segera siuman kalian sudah bisa melihatnya." jawab Dokter Ruri.


"Terimakasih Dokter Ruri." ucap Steve.


"Sama sama, kalo begitu saya permisi dulu." jawab Dokter Ruri.


.


Steve dan Viola langsung masuk kedalam ruang rawat Arsen, saat mereka membuka pintunya ternyata Arsen memang sudah sadar...


Steve mendekati Arsen dan mulai berbicara, ia sudah memaafkan perlakuan Arsen pada Viola. Ia juga sudah tidak lagi dendam dan marah kepadanya...


"Bagaimana keadaanmu? Dan apa yang kamu rasakan sekarang." tanya Steve.


"Aku baik baik saja, sekarang kalian berdua silahkan pergi." jawab Arsen dingin.


"Baiklah kami akan segera pergi, "Aku Sudah Memaafkan Mu", semoga hidupmu bisa terus bahagia tuan Arsen." ucap Steve.


"Terimakasih Tuan Steve, aku harap kau bisa selalu membahagiakan Viola. Jangan pernah menyakiti nya, cukup aku saja, agar kau tidak menyesalinya seperti aku saat ini." jawab Arsen yang kini menundukkan wajahnya.


"Iya aku mengerti, kami permisi Tuan Arsen." ucap Steve yang sudah memegang tangan Viola, lalu bersiap untuk membawanya keluar.


"Apa aku bisa berbicara dengan Viola untuk yang terakhir kalinya." lirih Arsen dengan tatapan sendu nya.


Steve hanya diam, ia bingung apa keinginan Arsen kali ini akan di turuti nya. Viola yang melihat Steve seperti kebingungan, langsung tersenyum untuk menenangkan nya.


"Hanya sebentar, kamu tunggu lah di luar. Aku sudah menjadi milikmu bukan lagi milik nya." ucap Viola dengan menekankan kata aku milikmu.


Arsen akhirnya menuruti Viola, ia tersenyum dan mengusap lembut rambut Viola. Pemandangan yang lagi lagi menyakitkan hati Arsen, tapi ia tetap berusaha tegar.


Saat Steve sudah menunggu di luar, Viola langsung mendekati Arsen. Ia hanya diam saja, tidak tahu apa yang harus dikatakannya.


"Vi maafkan aku, maaf." lirih Arsen yang kini sudah menjatuhkan air matanya.


Viola yang melihat Arsen sangat rapuh seperti itu, kini juga meneteskan air matanya. Ia tidak bisa melihat Arsen seperti itu, ia lebih tenang jika Arsen tetap bersikap dingin kepada nya.


Viola yang melihat Arsen terus menangis dan menundukkan wajahnya, kini mendekat dan memeluknya. Viola hanya ingin menenangkan Arsen sebagai teman atau Kakak, tidak lebih.


"Aku Sudah Memaafkan Mu" jadi aku mohon, hidup lah seperti biasanya. Semoga kamu juga bisa cepat menemukan kebahagiaan mu bersama wanita lain." jawab Viola yang mengusap lembut rambut Arsen.


"Terimakasih Vi, terimakasih." ucap Arsen.


"Aku pergi ya, aku harap setelah ini kau bisa hidup dengan baik. Jangan pernah lagi bermalam dengan sembarangan wanita. Aku harap kau juga bisa segera menemukan pengganti, aku akan selalu mendukungmu." jawab Viola dengan tersenyum.


"Hem... Iya." ucap Arsen yang berusaha untuk bisa tersenyum juga.


Viola akhirnya beranjak pergi, saat ia membuka handle pintu Steve sudah berdiri di depannya dengan tersenyum.


"Apa sudah selesai." tanya Steve.


"Hem... Sudah, ayo kita pulang." Jawab Viola yang langsung menggandeng tangan Steve.


Selepas Viola pergi, Arsen semakin menangisi nasibnya. Ia benar benar menyesali semua perbuatannya, tapi apalah daya nasi sudah menjadi bubur....


*


*


*


*


Steve dan Viola kini sudah berada dirumah Sean, malam nanti mereka akan segera pulang kembali ke London.


"Kenapa pulang mendadak begini, bukan kah seharusnya kamu seminggu lagi disini dek." tanya Sean dengan tatapan sendu nya.


"Kak klinik Vio sudah lama ditinggal, Mom dan Dad juga kasihan kalo terlalu lama ditinggal berdua saja Kak." jawab Viola yang berusaha untuk biasa biasa saja.


"Hem... Ya sudah, tapi kamu coba cek dulu klinik Violett. Kakak udah bilang sama Ery kalo kamu akan datang." ucap Sean.


"Oh baiklah Kak, Vio akan datang." jawab Viola.


"Hem... Ayo kita makan siang dulu." ucap Sean.


"Kompak banget sih, bisa bersamaan gitu jawab nya." ucap Sashi dengan terkekeh.


"Hahahaha... Iya lah kak Sashi, kan kita udah sehati." jawab Viola yang juga tersenyum.


Viola, Steve, Sashi dan Sean makan siang bersama dengan penuh canda tawa. Hampir dua jam Viola dan Steve berada dirumah Sean, akhirnya mereka pamit pulang.


"Kak Sean, Kak Sashi. Vio sana Steve pamit ya." ucap Viola yang langsung memeluk erat keduanya


"Iya hati hati di jalan, selamat sampai tujuan ya dek." jawab Sashi.


"Steve jaga Vio baik baik, jika kau tak bisa menjaga nya dan membahagiakan nya. Aku akan mengambil nya lagi darimu." ucap Sean dengan raut wajah serius.


"Iya Kak, Vio akan saya jaga dengan baik. Itu sudah menjadi janji saya." jawab Steve.


Sean langsung memeluk Steve, ia percaya Steve adalah pria yang berbeda.


"Kami pamit ya Kak, Assalamualaikum." ucap Viola dan Steve.


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." jawab Sean dan Sashi.


*


*


*


Steve dan Viola kini menuju klinik Violett, saat sudah sampai didepan klinik. Viola menatap kagum kearah Viola dengan tersenyum.


"Tunangan ku ini memang sangat hebat, aku bangga padamu sayang." ucap Steve yang menyentuh lembut wajah Viola.


Saat Steve akan mencium bibir Viola, ia langsung menghindari.


"Nanti aja cium nya, kita masuk dulu ke klinik." ucap Viola dengan tatapan mata indahnya.


"Ayoo....!!" jawab Steve yang langsung turun dari mobil dengan menggandeng tangan Viola.


Baru saja Viola masuk, semua karyawan dan para Dokter yang bekerja di klinik Violett langsung menghampiri.


"Mba Vio, ya ampun Mba kemana aja selama ini, apa kabarnya Mba." ucap Lika karyawan Viola dibagian resepsionis klinik Kecantikan Violett.


"Saya sekarang menetap di luar negeri Lika." ucap Viola.


"Ohhh, pantesan aja Mba Vio baru kelihatan." ucap Lika.


Ya udah Lika, Mba mau ke atas dulu." jawab Viola.


"Oke Mba siap, siapa pria di samping mba Vio." ucap Lika.


"Hallo saya Steve, tunangan Viola." jawab Steve.


"Waaah... Selamat Mba Vio." ucap Lika.


"Hem terimakasih...!" jawab Viola yang langsung berlalu pergi meninggalkan Lika.


.


Viola yang sudah di depan ruangan nya langsung saja mengetuknya. Ery yang tengah sibuk mengerjakan laporan keuangan, langsung menghentikannya.


"Iya masuk, pintu nya tidak di kunci." ucap Ery.


Viola masuk kedalam ruangan bersama Steve, Ery yang masih mengerjakan laporan tiba tiba terkejut saat nama nya di panggil seseorang.


"Ery...!!" panggil Viola dengan tatapan tersenyum kepada Ery.


Ery langsung menghentikan pekerjaannya, dan mengangkat kepadanya melihat siapa yang tengah memanggil nya.


"Mba Vio....????" jawab Ery dengan tatapan tak percaya.


*


*


*


*


Bersambung...


.