Oppa Lee I Love You

Oppa Lee I Love You
Aku Menginginkan Mu



Tere yang memang hanya berpura pura tidur, akhirnya bangun dan langsung menyusul Jade yang tengah mengangkat telepon dari Verra di balkon kamar hotel tempat mereka menginap.


Hati Tere terasa sedih karena lagi lagi ia harus mendapati Jade yang sedang berbicara dengan wanita lain di sambungan telepon nya.


Saat Tere akan segera pergi dari tempat persembunyiannya, ia mendengar Jade yang menyebut namanya.


"Maaf Verra, tapi aku mohon jangan menelpon ku lagi. Aku sekarang sudah menikah, istriku namanya Tere. Aku tidak mau dia sampai salah paham dengan ku." ucap Jade.


Tere yang mendengar Jade menyebutnya sebagai istri, dan tidak mau sampai ia salah paham langsung saja menyunggingkan senyum terindah nya.


Jade yang sudah mematikan sambungan telepon, masih berdiri dengan mengusap kasar wajahnya. Ia benar benar kesal dan membenci sikap Verra yang terus seenaknya saja kepadanya, padahal dulu Verra lah yang dengan tiba tiba memutuskan pertunangan mereka dan memilih menikah dengan pria lain.


Sekarang ia pun dengan tiba tiba menghubungi Jade, dan memintanya untuk kembali lagi dengan nya. Tetapi dengan tegas Jade langsung menolak, dan mengatakan bahwa ia sekarang sudah menikah.


Tere yang masih berdiri di balik tirai gorden tempat persembunyian nya, kini langsung tersadar dan berjalan cepat menuju tempat tidur saat ia mendengar langkah kaki Jade yang sudah akan masuk.


*


*


*


Jade yang sudah sampai di tempat tidur, terus tersenyum saat memandangi wajah teduh istrinya yang tengah tertidur. Dengan cepat Jade pun naik ke atas tempat tidur dan memeluk erat tubuh Tere sampai ia mulai merasa sesak.


Tere yang masih berpura pura tidur, akhirnya melenguh kan suaranya saat Jade mencium tengkuk lehernya dengan sangat lembut.


"Eum... Jade!" lirih Tere yang kini sudah membuka kedua matanya.


"Kenapa bangun?" tanya Jade.


"Kau mengganggu tidur ku." jawab Tere yang kini sudah membalikan badannya menghadap ke arah Jade dengan sorot mata tajamnya.


Sontak saja Jade langsung tersenyum kikuk, ia benar benar tahu jika Tere sebentar lagi akan segera marah dan menyuruh nya untuk tidur di sofa.


"Sayang please jangan marah, aku tadi gak sengaja mengganggu tidur mu." ucap Jade dengan terus tersenyum dan menjauh sedikit demi sedikit dari Tere.


Tere yang melihat Jade seperti itu semakin gemas saja, dengan gerakan cepat ia langsung mendekati Jade dan menindihnya. Ia tahu Jade tengah takut ia akan marah, padahal kenyataannya sekarang ia tidak mau marah.


Tere yang kini sudah berada diatas tubuh Jade, hanya bisa terdiam dan terus menatap wajah Jade yang baru ia sadari sangatlah tampan.


"Bibir nya tipis berwarna merah muda, wajah yang mulus, hidung yang mancung dan mata yang indah, hah benar benar sangat sempurna." lirih Tere didalam hati.


Jade yang melihat Tere terus menatapnya dengan posisi seperti ini hanya bisa terdiam dan pasrah saja, jika Tere akan memarahi nya.


Saat Jade masih terdiam dengan pikirannya sendiri, tiba tiba saja Tere menundukkan wajahnya dan mencium bibirnya dengan lembut. Jade yang merasakan sentuhan lembut dari bibir Tere, kini membuka mulut nya dan membalas ciuman istrinya itu.


Ciuman yang awalnya lembut, kini sudah berubah menjadi ciuman panas. Posisi mereka pun juga sudah berubah, saat ini Tere sudah berada di bawah kungkungan Jade.


Dengan nafas yang ngos-ngosan, Tere menyudahi ciuman mereka. Wajah Jade sudah memerah bagaikan tomat, membuat Tere hanya bisa tersenyum saja.


"Kamu takut dengan ku?" tanya Tere dengan senyum manisnya.


"Hmm.... Enggak." jawab Jade yang langsung berpindah dari atas tubuh Tere.


"Ohh... Bagus lah." ucap Tere yang bersiap untuk bangun dari tempat tidur.


Jade yang melihat Tere hendak pergi, langsung menarik tangan nya sampai membuat Tere kembali berbaring ketempat tidur.


"Jade... Kamu apa apaan sih." teriak Tere dengan wajah cemberutnya.


Tere yang lagi lagi berada dibawah kungkungan Jade, hanya bisa terdiam saat Jade ******* bibirnya dengan lembut namun menuntut.


.


Sudah lima bulan mereka menikah, tapi ia dan Tere belum pernah melakukan hubungan suami istri seperti pasangan pengantin lainnya. Hanya satu kali mereka melakukannya, itupun terjadi saat m Tere tengah mabuk, sampai membuat mereka akhirnya harus menikah.


"Sayang..." Aku Menginginkan Mu." lirih Jade yang terus menatap dalam wajah Tere.


Tere yang mendengar Jade menginginkan kan nya, langsung membulat kan kedua mata nya. Ia benar benar tidak siap untuk memberikan Jade hak nya, ia belum tahu perasaan Jade yang sebenarnya. Karena mereka menikah bukan saling mencintai melainkan hanya terpaksa.


"Maaf Jade aku tidak bisa." jawab Tere lalu mengalihkan pandangannya kearah lain.


"Kenapa?" tanya Jade dengan tatapan kecewanya.


"Jade kamu pasti sudah tahu, kita itu menikah hanya karena terpaksa. Tidak pernah ada cinta di antara kita berdua, bukankah kita juga sudah sepakat setelah setahun menikah kita akan berpisah." jawab Tere menjelaskan semuanya.


Jade sempat terdiam, lalu mengatakan hal yang semakin membuat Tere terkejut bukan main.


"Aku tidak mau mengakhiri pernikahan ini, karena aku mencintaimu Tere." ucap Jade dengan tatapan sendu nya.


Tere yang mendengar pernyataan cinta dari Jade hanya bisa menutup mulutnya dengan kedua tangannya, ia benar benar tidak menyangka jika ternyata Jade mencintainya.


"Jade kamu bicara apa?" tanya Tere dengan wajah terkejut nya.


"Aku mencintaimu, entah sejak kapan rasa itu mulai ada. Yang pasti aku tidak mau kehilangan mu, atau pun mengakhiri pernikahan kita." jawab Jade dengan menyentuh lembut wajah cantik Istrinya itu.


"Jika aku tidak mencintaimu, kamu bisa apa?" ucap Tere yang mulai iseng mengerjai Jade.


"Aku akan berusaha agar kamu juga mencintaiku." jawab Jade.


"Dengan cara seperti apa?" tanya Tere dengan tatapan tajamnya.


"Dengan ini." jawab Jade dengan tersenyum devils, saat ia menatap lekat wajah istrinya itu.


Dengan cepat Jade langsung saja mencium bibir, dan seluruh wajah Tere sampai ke leher nya meninggalkan banyak bekas kemerahan di sana. Tere yang memang tidak menyangka Jade akan melakukan itu, kini hanya bisa pasrah dan menikmati nya saja.


Jade yang melihat Tere tidak marah, dan sudah pasrah saja, tidak menyia-nyiakan nya kesempatan emas ini. Ia pun mulai menjelajahi setiap inci lekukan tubuh istrinya itu sampai membuat Tere menggeliat geliat kan tubuhnya.


Jade yang memang sudah tidak sabaran untuk melakukan ke hal yang lebih jauh lagi, langsung meminta nya kepada Tere. Tere yang juga sudah terbawa suasana, langsung menganggukkan kepalanya.


Akhirnya Jade dan Tere mulai melakukan nya, untuk pertama kalinya selama mereka menikah...


*


*


*


*


Hai semuanya, maaf ya author baru bisa update lagi. Soalnya kesibukan di studio beauty selama seminggu sebelum lebaran kemarin benar benar ramai guys, maafin ya 😘


Author mengucapkan Minal Aidin Wal Faizin ya mohon maaf lahir dan batin semuanya 🙏


.


Bersambung....


.