
Empat hari sudah berlalu, kaki Viola juga sudah sembuh, selama itu juga Vio sudah tidak pernah lagi bertemu Oppa Lee. Malam ini Viola dan teman temannya akan pergi ke Club di Bali, mereka akan mengadakan acara peresmian hubungan kekasih antara Tere dan Bian, juga sekaligus perpisahan sementara Alice dan Alex. Ya Alex akan ke Paris karena urusan pekerjaan nya selama 2 Minggu.
"Re lho udah gak jomblo lagi sekarang, udah punya kekasih tampan seperti Bian, lho serasi banget sama Bian?" ucap Viola.
"Ya gw juga seneng banget lah Vi, gw juga berharap lho cepat dapat jodoh aja, gak usah dapat kekasih lagi. hehehe." jawab Tere.
"Ehh... Gw gak mau lah nikah duluan, gw mau punya kekasih aja dulu." jawab Viola.
"Ya bagusan gw dulu yang nikah, gw yang paling lama kan pacaran sama Albern." ujar Clara
"Ya ya ya emang lho udah siap Ra buat nikah duluan di banding kita kita." ucap Alice.
"Ya siap dong kalo buat menikah, gw kan dokter gigi yang udah duluan berkarir dari lho berempat. Vio dokter kecantikan dan bakal punya klinik sendiri, Tere bakalan nerusin perusahaan Papanya, Alice desainer yang juga udah punya butik sendiri dan Jojo model terkenal jadwalnya lagi padat terus sekarang, sebenarnya kalo di liat liat bukan cuma gw yang udah siap, kalian semua juga udah waktunya menikah kok, kita ini udah 26 tahun, kelamaan menikah juga ntar di katain perawan tua." jawab Clara dengan entengnya.
"Hah apaan si lho Ra, ngatain kita perawan tua? Ini tuh udah zaman modern, umur 26 itu masih muda kali. Bukannya zaman dulu umur 15 tahun udah nikah, malahan dah ada anak juga, ya kagak ada lagi lah zaman sekarang?" cela Alice.
"Hemm...Ya udahlah lho bilang Albern buruan buat cepat melamar lho Ra." jawab Tere.
"Ya gw mana mau ngomong duluan, gila aja lho. Harga diri gw sebagai wanita hancur sudah." jawab Clara kesal.
Viola, Alice dan Tere tertawa terbahak-bahak melihat Clara. Hahaha.....!!
***
Jam sudah menunjukkan pukul 12 tengah malam, Viola bersama teman temannya semua sudah siap dan sekarang mereka tengah berkumpul diruang tamu kamar nya bersama Albern, Alex dan Bian.
"Vio lho gak coba ngabarin Oppa Lee aja, mana tauh dia mau ikut kita dan bisa buat jadi pasangan nya lho gitu." saran Alice.
"Hemm...Gw aja gak punya nomornya, gimana mau menghubungi dia?" jawab Viola lesu
"Ya jadi gimana dong, masa lho sendiri yang gak ada pasangan, kasian lho lah Vi ntar jadi kambing congek." ucap Alice menggerutu.
"Baby tenang aja, ntar temanku datang dan bisa jadi pasangan nya Viola." ucap Alex.
"Oke babay ide bagus tuh, uhhh gemes banget deh." jawab Alice sambil mencubit pipi Alex.
"Ehh gak papa kok Lex, gw sendiri aja deh." jawab Viola.
"Udah udah ntar Vio bareng gw aja gpp kan Bi." ujar Tere memberitahu Bian.
"Ya gak papa, aku oke aja." jawab Bian.
"Nahh udah beres dong berarti." ujar Tere.
"Yaa, mari kita berangkat sekarang." ucap Clara.
.
Di ruangan VIP Club' malam kalangan atas, Arsen tengah bersama seorang wanita muda yang cantik dan sexsi.
Arsen tengah minum Wine yang di tuangkan oleh wanita itu.
"Ayo kita turun ke bawah untuk party honey, aku sangat bosan jika kita hanya disini." ajak Julia.
"Tidak, lebih baik kita disini saja. Dibawah pasti sangat ramai, itu akan membuat ku tidak nyaman.
"Ya sudahlah kalo tidak mau, biar aku yang turun sebentar ya. Aku mau lihat teman temanku yang ada di hall bawah." ujar Julia.
"Hemm terserah." jawab Arsen pusing memikirkan wanita koleksi nya itu.
"Oke honey aku pergi dulu ya." ucap Julia.
.
* Flashback On !
Tiga hari yang lalu Max datang ke Bali menemui Arsen di cafe Arocca, Max yang sudah kembali dari Paris memberi kabar kalau Renal sudah tewas karena tertabrak mobil ketika melarikan diri dari kejaran nya dan polisi.
Di saat mereka tengah berbincang, Julia datang dan langsung saja menghampiri Arsen yang tengah duduk bersama Max.
"Honey apa kabar, lama kita bertemu, sedang apa di Bali?" tanya Julia.
"Aku akan kembali ke Jakarta, masalah perusahaan juga sudah beres." ucap Max menyela.
"Hemm." jawab Arsen.
"Honey kenapa tidak menjawab ku, setiap kali aku minta bertemu kamu selalu sibuk, dan sekarang kita bertemu di Bali." ucap Julia senang.
"Aku memang sibuk kemarin, tapi sekarang sedang berlibur." jawab Arsen.
"Waaah kebetulan aku juga sedang liburan disini bersama teman teman ku, honey menginap lah di hotel ku nanti malam, kita sudah lama tidak menghabiskan malam bersama." jawab Julia bersemangat.
"Nanti aku hubungi." jawab Arsen.
"Oke honey aku tunggu. ucap Julia.
.
* Flashback Off !
"Memang kesalahan ku sudah menerima tawaran nya waktu itu, Julia memang wanita yang susah di atur." kesal Arsen.
Arsen segera beranjak pergi untuk menemui Julia di bawah.
.
"Waah gila rame banget, pasti gak ada tempat buat kita duduk." ujar Alice.
"Tenang baby, separuh saham Club ini milik ku. Jadi aku sudah siapkan tempat buat kita semua." jawab Alex.
"Babay berapa banyak lagi saham yang kamu punya, tapi aku gak tauh dari kamu." ucap Alice cemberut.
Alex hanya tertawa melihat tingkah Alice yang cemberut tapi sangat menggemaskan menurut nya.
***
Arsen sudah bersama Julia dan berkumpul bersama teman-teman nya.
"Ayo kita pulang dan kembali ke hotel." ucap Arsen.
"Ihhh nanti dong Honey, bentar lagi ya ya." jawab Julia.
"Oke 15 menit lagi." seru Arsen.
"Okee...!" jawab Julia.
.
Semua sudah berkumpul di meja yang sudah di persiapkan Alex untuk dan berkumpul bersama kekasih dan teman-temannya.
Mereka semua minum Wine yang sudah di persiapkan, termasuk Viola.
"Re gw udah gak sanggup minum lagi." ucap Viola.
"Udah gak usah di minum, ntar lho mabuk pula." jawab Tere.
"Gw mau ke toilet bentar ya, perut gw gak enak banget." ujar Viola.
"Ayo gw anterin." jawab Tere.
"Mau kemana Re." tanya Bian.
"Vio mau ke toilet jadi aku mau anterin dia." jawab Tere.
"Ayo aku anterin, bahaya kalau kalian berdua aja kesana, ntar ada orang jahat gimana." tanya Bian.
"Ya udah ayo." jawab Viola.
" Ra gw ketoilet dulu ya anterin Vio." ucap Tere
"Oke." jawab Clara.
***
Arsen yang tengah menunggu Julia di depan toilet wanita akhirnya bertemu dan bertatap muka dengan Viola, Tere dan juga Bian yang baru saja datang.
"Oppa Lee, akhirnya kita bertemu kembali, aku kira Oppa sudah pulang ke Jakarta, aku benar benar merindukan Oppa, bolehkah aku meminta nomor ponsel mu Oppa?" ucap Viola to the poin.
Arsen sebenarnya terkejut dengan tingkah Viola yang menurutnya sedikit murahan sebagai seorang wanita, tetapi dia memilih diam saja tidak tidak menjawab.
Tere yang terus saja memandang tajam Arsen, akhirnya mengingat siapa Pria yang sudah Viola panggil Oppa itu. Saat tere akan mengeluarkan suaranya, tiba tiba...
Julia keluar dari toilet dan langsung saja menggandeng lengan Arsen.
"Honey ayo kita kembali ke hotel." ucap Julia.
Julia melirik Viola yang berada tepat di depan Arsen.
"Siapa wanita ini Honey, apa dia salah satu koleksi wanita mu?" ucap Julia.
"Tidak, dia hanyalah "Gadis Aneh" yang pernah ku temui." jawab Arsen dengan nada yang sedikit merendahkan Viola.
Viola yang mendengar apa yang baru saja Arsen bicarakan tentang nya, sontak saja terkejut dan langsung berteriak.
"Hey aku bukan gadis Aneh, dasar Sialan." jawab Viola.
Arsen berlalu pergi tanpa menghiraukan apa yang Viola ucap kan.
•
•
•
•
* By : @alesya_arabella ❤️