Oppa Lee I Love You

Oppa Lee I Love You
Aku Mencintaimu



Jam sudah hampir pukul 22.00 malam, tetapi Arsen belum juga bisa memejamkan mata nya. Pekerjaan hari ini benar benar sangat padat, padahal besok pagi dia dan papanya akan meeting dengan perusahaan Georgio.


Jarak perusahaan Georgio dari rumah nya lebih dekat, daripada apartemen, jadi dia memutuskan untuk pulang saja ke rumah utama keluarga Lee.


Arsen beranjak bangun dari tempat tidur dan berjalan menuju balkon kamar nya, dia benar benar pusing bukan hanya memikirkan pekerjaan saja.


Melainkan tiga hari lagi dia akan menikah dengan wanita yang tidak dia cintai dan inginkan, terlalu banyak beban pikirkan membuat nya tidak bisa tidur dengan nyenyak.


"Arghh....! Dasar sialan, kenapa waktu terasa cepat sekali tiga hari lagi aku akan menikah dengan wanita itu. Brengsek...!" ucap Arsen sambil menendang kursi yang berada di balkon nya.


Joon yang masih berada diruang kerja nya, mendengar suara gaduh dari kamar Arsen.


Joon, langsung saja masuk kedalam kamar Arsen yang memang tidak di kunci...


"Apa yang kamu lakukan malam malam begini? Kursi itu tidak salah, kenapa harus di tendang." ucap Joon Papa Arsen.


"Masuk ke kamar dengan tiba-tiba, kenapa Papa juga belum tidur?" jawab Arsen yang malah balik bertanya kepada Papanya.


"Papa tadi tertidur di ruang kerja, tapi jadi terbangun karena suara gaduh dari kamar mu." ucap Joon.


"Pa, apa Arsen benar benar akan menikahi Viola?" ucap Arsen.


"Memangnya kenapa?" jawab Joon.


"Pa, Arsen tidak bisa mencintai Viola. Setiap bersama dia aku tidak merasakan kenyamanan, sangat berbeda waktu dulu aku bersama Aline." ucap Arsen.


"Arsen, Papa tauh perasaan kamu, tidak semua perjodohan itu buruk, mungkin sekarang kamu tidak mencintainya. Tapi setelah kalian hidup bersama dalam ikatan pernikahan, bukan tidak mungkin cinta akan datang dengan sendirinya dan menyatukan kalian. Percaya sama Papa, Viola itu gadis yang baik untuk kamu." ujar Papa Joon.


"Entahlah Pa, cinta Arsen masih tetap utuh untuk Aline." jawab Arsen, yang langsung mengambil kunci mobil nya dan berlalu pergi meninggalkan papa nya.


Joon yang melihat Arsen pergi, tidak menahan nya dan membiarkan nya saja....!!



Viola dan teman temannya, baru saja keluar dari hotel Fierce.



Viola jalan dengan sedikit sempoyongan...



"Vio lho mabuk?" ucap Jovanka.



"Kalo lho mabuk gini, gimana bisa bawa mobil dong." ucap Tere.



"Tenang, gw gak mabuk kok, beneran." jawab Viola.



"Ya udah lah kalo gitu, gw sama Alice duluan ya." ucap Clara yang satu mobil dengan Alice karena mereka memang tinggal di perumahan yang sama.



"Okee..." ucap Viola, Tere dan Jovanka bersamaan.



"Yaa udah gw juga jalan ya." ucap Viola sambil melihat jam di pergelangan tangan nya yang sudah menunjukkan pukul 22.15



"Gila udah lewat jam yang di tentukan Mommy gw, pasti gw kena omel nih." ucap Viola lagi.



"Cepat lah pulang sana, hati hati di jalan Vi." ucap Tere dan Jovanka sedikit khawatir Viola pasti bakalan ngebut ngebutan.



Arsen yang sedang kesal dengan sikap Papa nya tadi, kini sedang menyadar di samping mobil nya sambil merokok di pinggir jalan angkringan Sego.


"Kenapa setiap membahas wanita itu dengan Papa, aku jadi semakin kesal dan makin jengkel." ucap Arsen.


***


Viola mengendarai mobilnya dengan pelan, perutnya terasa mual dan ingin segera muntah. Viola langsung menepikan kendaraan nya di pinggir jalan dan dia tidak menyadari jika sekarang Arsen tengah berdiri tak jauh dari mobil nya.


"Aku ingin muntah, aduh perut ku gak enak." ucap Viola.


Arsen yang mengenali wanita yang baru saja keluar terburu buru dari mobilnya dan muntah muntah itu langsung saja berjalan mendekati nya.


"Wanita itu, apa lagi yang dilakukan nya." ucap Arsen geram.


***


"Apa yang kau lakukan malam malam begini?" ucap Arsen dengan bariton suaranya.


Viola yang tengah berjongkok di samping mobil nya, langsung saja menoleh ke arah suara yang sangat di kenal nya...


"Oppa Lee?" jawab Viola.


"Yah dan aku juga calon suami mu, tiga hari lagi kita akan menikah dan kau masih saja berkeliaran malam malam begini." ucap Arsen.


Viola langsung bangun dari jongkok nya dan mendekati Arsen.


"Aku tidak berkeliaran, tapi aku akan pulang ke rumah." jawab Viola sedikit keras.


Arsen yang mencium bau alkohol yang keluar dari mulut Viola, langsung saja mencengkram erat lengan nya...


"Kau meminum alkohol sampai mabuk, dan sekarang muntah muntah di pinggir jalan dengan pakaian yang sangat terbuka seperti ini. Huh... Aku benar-benar tidak banyak tauh tentang calon istri yang di pilih kan orang tua ku." ucap Arsen yang mengejek Viola.


"Yah, kau memang tidak pernah tauh tentang diriku. Dan bukan kah kau sangat menyukai wanita dengan pakaian terbuka tuan Arsen?" jawab Viola dengan menatap tajam ke arah Arsen.


"Hemm benar, tapi itu bukan berarti aku suka melihat mu dengan pakaian seperti itu." jawab Arsen santai.


"Oh benarkah." ucap Viola mulai mendekati Arsen dan menatap wajah nya.


Viola mulai mengangkat sedikit dress nya dan memperlihatkan paha putih nya yang sangat mulus.


"Jika aku seperti ini, apa kau masih tidak suka." ucap Viola.


~ Penampilan Viola yang sexy, Arsen tidak menyukainya, benarkah ??



"Apa yang kau lakukan disini banyak orang." jawab Arsen dan langsung memegang tangan Viola untuk menurunkan dress nya.


Viola membuka pintu belakang mobilnya dan langsung saja mendorong Arsen agar masuk kedalam.


Arsen yang telah berada di kursi belakang mobil Viola, langsung terkejut karena Viola duduk di pangkuan Arsen dan menatap dalam wajah nya.


"Hei...Apa yang akan kau lakukan padaku." ucap Arsen yang sebenarnya sudah sangat gugup melihat Viola yang tiba tiba duduk dipangkuan nya seperti ini.


Tanpa aba-aba Viola langsung saja mencium bibir Arsen.


Arsen yang memang tidak siap dari tadi, seketika terdiam dengan apa yang barusan Viola lakukan. Arsen mulai menahan tengkuk Viola dan meresapi kenikmatan bibir nya. ******* habis bibir Viola dan mengeksplor semua bagian dalam mulut nya.


Arsen yang sudah sangat berpengalaman dalam hal berciuman, membuat Viola mengeluarkan suara ******* nya....


"Aahhh..." lenguh Viola.


Arsen yang mendengar suara sexy Viola, bertambah ingin melanjutkan hal yang lebih dari sekedar berciuman.


Arsen menatap Viola yang masih memejamkan mata, langsung saja meremas dadanya. Melihat Viola diam saja, Arsen mulai melakukan hal yang lebih jauh lagi.


Arsen menurunkan Viola dari pangkuannya, dan membaringkan tubuhnya...


Saat Arsen sudah menurunkan sedikit dress Viola, Viola mengucapkan kata-kata yang sangat dia benci....!!!


"Aku mencintaimu....." ucap Viola sambil menatap lekat wajah Arsen.


Arsen yang mendengar apa yang Viola ucap kan, segera beranjak dari tubuh nya dan menatap tajam kearah Viola.


"Cepat benahi pakaian mu, dan berhentilah pura pura menjadi wanita yang terhormat, karena kenyataan nya kau sangat murahan." ucap Arsen segera keluar dari mobil Viola dan berlalu pergi meninggalkan Viola yang masih terbaring di atas kursi belakang mobilnya.


Viola yang mendengar apa yang Arsen ucapkan pada nya, langsung saja meneteskan air mata.....








** Selamat membaca sayang ku ❤️