Oppa Lee I Love You

Oppa Lee I Love You
Oppa Lee Terimakasih



Arsen tengah berjalan di sekitar bungalow, dia akan kembali ke kamarnya.


Pikiran yang mengusik Arsen belum juga hilang, sudah dari tadi sore ia keluar kamar dan hanya duduk melamun di sekitaran pantai. Arsen masih saja terus memikirkan Aline.


"Tubuhku sangat lelah, badanku juga lengket. Aku harus cepat sampai ke kamar untuk mandi dan segera tidur." ujar Arsen.


Arsen melangkah cepat menuju kamarnya, sampai akhirnya dia mendengar suara seorang wanita yang berteriak.


.


"Ah lepaskan aku Rey, jangan kurang ajar. Lepasin tangan kotor mu itu." teriak Viola.


"Tidak akan pernah, kamu harus aku dapatkan malam ini. Mari kita bersenang-senang baby." seringai Rey.


"Tolong siapapun yang berada disini, tolong aku." ucap Viola yang sudah mulai ketakutan.


"Teriak lah sekuatnya, tidak akan ada yang mau menolong mu. Ini adalah area Private dan tidak banyak orang lewat kesini." ucap Rey sambil terus mencengkeram erat lengan Viola.


"Hiks..Hiks..Hiks.. Viola sudah menangis, kenapa kamu melakukan ini sama aku Rey, apa salah aku." ucap Viola.


Rey tertawa dan menatap tajam ke arah Viola, dia tidak sedikit pun tersentuh mendengar tangisan Viola.


"Kesalahan terbesar kamu adalah pernah menolak ku dulu saat kita masih SMA?" teriak Rey.


"Maafkan aku Rey, aku menolak mu karena aku memang ingin fokus sekolah dulu." ucap Viola.


"Omong kosong, aku tidak mau tahu alasan yang kau ucapkan. Aku hanya ingin kita bercinta malam ini baby, dan jika nanti kamu hamil. Aku akan dengan senang hati menikahi mu." sarkas Rey.


Rey langsung menyeret Viola masuk kedalam bungalow yang dia sewa.


"Jangan Rey, lepasin aku. Tolong...Tolong...Tolong aku." teriak Viola.


Rey segera menggendong Viola masuk kedalam bungalow dan melemparkan nya ke atas tempat tidur.


"Lepasin aku brengsek, aku membenci mu." ujar Viola yang terus mencaci maki Rey.


"Terserah." jawab Rey acuh.


Rey yang sudah hampir saja mencium Viola, tiba tiba di kejutkan oleh suara pintu yang di tendang seseorang dengan sangat keras.


Bruaaaaakkk... Pintu pun terbuka.


"Lepaskan dia brengsek." ucap Arsen yang langsung berlari menghampiri Rey dan mencengkram leher nya.


"Siapa kau, jangan ikut campur urusan ku." sarkas Rey.


"Dasar brengsek." Jawab Arsen.


Arsen langsung saja menghajar Rey tanpa ampun, Viola yang melihatnya benar benar sangat ketakutan. Rey pun akhirnya tumbang dengan wajah yang sudah babak belur.


"Cepat datang ke bungalow blok anne sekarang!" perintah Arsen pada security keamanan lewat ponselnya.


"Baik tuan." ucap Donny security keamanan Resort Sky Hyarn.


Arsen yang melihat Viola tengah menunduk karena ketakutan, langsung saja menyentuh bahunya pelan.


"Tidak perlu takut, sekarang semuanya sudah aman." ucap Arsen.


Viola yang sangat kenal dengan pria yang menghajar Rey tadi langsung saja segera mendongakkan kepalanya, setelah ia mendengar Arsen berbicara padanya.


"Oppa tampan yang pernah aku tabrak waktu itu kan?" tanya Viola.


"Terus aku harus panggil apa dong?" jawab Viola.


"Namaku Arsen Bastian Lee, jadi kau bisa panggil aku Arsen saja." tegas Arsen.


"Hohoho... Jadi secara tidak langsung Oppa mau berkenalan dengan aku kan, makanya sampai menyebutkan nama, siapa tadi aku gak dengar dengan jelas." ucap Viola tersenyum malu malu.


"Nama ku Arsen sudah jelas Nona?" jelas Arsen.


"Oke baiklah, sekarang aku sudah tahu nama oppa, Arsen kan? Tapi sepertinya Oppa lebih tua dariku, bagaimana kalau aku panggil Oppa Lee saja, lebih cocok kan, iya kan??" jelas Viola.


"Aishh terserah lah, mau panggil aku apa." jawab Arsen yang sudah bertambah kesal di buatnya.


"Heemm, Oppa Lee Terimakasih sudah menolong aku. Kalo tadi gak ada Oppa mungkin aku." ucap Viola yang langsung terdiam, tidak sanggup mengatakan selanjutnya lagi.


"Kamu sudah baik baik saja sekarang, tidak perlu mengingat yang tadi, dan satu lagi jangan panggil aku Oppa Lee, panggil saja Arsen." jelas Arsen.


"Sekarang aku tanya, kenapa kamu bisa sampai disini? Pakaian mu juga terlalu terbuka, itu semua bisa mengundang nafsu pria brengsek seperti dia." ucap Arsen, sambil menunjuk Rey yang sudah pingsan.


"Ohh i-iya iya." jawab Viola dengan begitu polosnya dan langsung saja menutupinya dengan selimut.


"Pakailah ini." ucap Arsen sambil melemparkan jaket nya.


"Terimakasih." jawab Viola yang langsung memakai jaket yang di berikan Arsen untuk menutupi bagian tubuh nya yang terbuka.


"Maaf bisa kah Oppa mengantarkan aku ke pantai sini, teman temanku menunggu disana." ucap Viola.


"Kau mau kepantai, terus kenapa bisa sampai berada disini?" tanya Arsen.


"Aku tidak tahu jalan menuju pantai nya, aku tersesat makanya bisa sampai kesini." jawab Viola.


"Aissshhh kau ini." kesal Arsen.


***


Setelah beberapa saat, datanglah Donny dan Roy yang tengah habis berlari, lalu segera mereka menghampiri tuan mereka.


"Permisi tuan Arsen." ucap Donny dan Roy


"Ya, cepatlah bawa si brengsek ini dan langsung jebloskan ke penjara." jawab Arsen.


Donny dan Roy langsung saja menggotong Rey dan bersiap meninggalkan tempat itu.


"Kami berdua permisi dulu tuan, untuk langsung menyerahkan nya ke kantor polisi." ucap Donny


"Iya pergilah." jawab Arsen.







** Selamat membaca kelanjutan ceritanya sayangku, see you !


** By : @alesya_arabella ❤️