
Viola dan Sean baru saja turun dari mobilnya, saat sudah duduk di kediaman Sashi tempat diadakannya akad nikah Sean. Tampaklah Tuan Taylor yang baru saja turun dan tengah menyambut para koleganya, Arsen langsung saja mengerutkan keningnya.
"Sayang, apa Sean menikah dengan putri tuan Taylor?" tanya Arsen
"Emm iya, tadi Mom dan Dad baru menjelaskan kenapa kak Sean bisa menikah mendadak begini dengan putri tuan Taylor." jawab Viola.
"Memang ada apa?" tanya Sean.
"Nanti aja deh kita bahasnya, kan bentar lagi akad nikah nya dimulai." jawab Sashi sambil berbisik di telinga Arsen.
"Hemm kelamaan...Aku pasti nanti tauh." ucap Sean.
"Ya udah." jawab Viola singkat.
Sean yang sudah duduk didepan penghulu, mulai gugup saat para tamu sudah memenuhi ruangan yang akan dilangsungkan nya ijab qobul.
Tamu yang hadir adalah para koleganya juga rekan bisnis Dad Antonio dan tuan Taylor. Akad nikah Sean dan Sashi digelar private, hanya tamu tamu penting saja yang diundang hadir, karena pesta pernikahan untuk semua tamu undangan akan dilangsungkan nanti malam.
Mom Ariana, dad Antonio, Tuan Taylor sudah duduk di meja tempat ijab qobul.
Tak lama Sashi turun dengan digandeng ibunya, semua mata memandang Sashi yang begitu cantik dan anggun. Sean pun tampak terkejut, tatapan matanya tak lepas dari memandang wajah Sashi.
"Waah istrinya kak Sean sangat cantik, pantas saja dia mau bertanggung jawab." ucap Viola.
"Tapi bagiku, kamu yang paling cantik sayang." jawab Arsen gombal.
"Hemm, baru tauh sayang sekali." ucap Viola.
"Hehehe." kekeh Arsen.
..." Dia sangat cantik, huh aku semakin gugup." ucap Sean didalam hati....
"Apa sudah bisa kita mulai." ucap penghulu.
"Oh sudah pak." jawab Sean.
Acara akad nikah Sean dan Sashi berjalan dengan sangat lancar, jam sudah menunjukkan pukul 12.00 siang semua para tamu undangan menikmati hidangan spesial yang sudah dihidangkan.
Sementara itu, tepatnya di Singapura seorang pria tengah membanting semua barang yang berada didepannya.
"Argggh brengsek sialan, kenapa Sean malah menikah dengan adik tiri ku. Kurang ajar, sialan." ucap pria itu yang ternyata adalah Jhonson.
Jhonson langsung mengambil ponselnya dan menelpon seseorang....
"Kalian memang bodoh, mengerjakan hal kecil saja tidak bisa, dasar bodoh ! Maki Sean kepada orang suruhannya.
Dengan rasa kesal dan emosi yang membuncah didada nya, ponsel yang dipegang Jhonson langsung dia lemparkan dan hancur berkeping-keping.....
Acara pesta pernikahan Sean Dan Sashi sudah di mulai, malam ini semua orang berbahagia dan bersenang-senang.
Viola sedang asyik dan bahagia karena bisa berkumpul dengan semua teman temannya, Clara, Alice, Jovanka semuanya tertawa terbahak senang. Hanya Tere yang terlihat galau dan tak bersemangat...
"Re, lho masih sedih dan galau karena Bian?" tanya Viola.
"Gimana gw gak sedih Vi, satu persatu pria yang gw suka udah pada pergi. Termasuk kakak lho si Sean , malah dah nikah duluan." rengek Tere.
"Ehh...Apa maksud lho Re?" ucap Viola.
"Karena kakak lho udah nikah, jadi gapapa lah gw kasih tauh lho. Vi, sebenarnya dari kita SMP gw udah suka sama kak Sean." ucap Tere sambil menundukkan wajahnya.
"Hah, apa lho suka kak Sean?" teriak Viola.
"Apaa nih, Re lho suka kak Sean???" ucap Clara, Alice dan Jovanka bersamaan.
"Issshhh.... Udahlah jangan dibahas lagi, pria yg gw suka dari dulu itu gw anggap cinta pertama gw dan dia udah nikah. Jadi ya udahlah, gw juga dah ikhlas kok." jawab Tere tersenyum pahit.
"Ya baguss deh kalo gitu, kak Sean kan udah jadi milik wanita lain. Jangan sampe lgi jdi pelakor pula, huhh." ucap Alice nyerocos.
"Dasar lho, gak mungkinlah gw jdi pelakor. Gak sudii gw!!" jawab Tere.
"Gw mau kasih selamat deh buah kak Sean." ucap Tere lalu berjalan menuju pelaminan.
"Ehhh Re, gw ikut, gw juga lah." ucap Clara, Alice dan Jovanka.
Arsen, Alex, Albern dan Dion saling pandang, bingung melihat para wanita mereka pergi mengarah ke pelaminan.
Tere, Jovanka, Alice, Clara dan Viola naik keatas panggung menyalami pasangan pengantin yang sudah dah menjadi sepasang suami istri itu.
"Happy Wedding Kak Sean Dan Kak Sashi." ucap Tere dengan senyum sumringah nya.
"Emm iya, makasih ya Re." jawab Sean dan Sashi dengan tersenyum.
"Happy wedding kakak ku sayang, ternyata kakak pintar cari istrinya dan nanti malam siap siap belah duren, hahaha." ucap Viola dengan tersenyum senang.
Sean dan Sashi hanya terdiam, lalu tertawa bersama untuk menghilangkan kecanggungan antara mereka berdua......
•
•
•
•
•
•
** To be continued, see you all ❤️