
Arsen baru saja sampai di kantornya, beberapa karyawan menundukkan kepala dan menyapanya.
"Selamat pagi Pak Arsen." ucap Edo security di bagian keamanan dengan tersenyum.
"Iya pagi juga, selamat bekerja Edo. Semoga harimu menyenangkan." jawab Arsen.
"Waah terimakasih pak Arsen." ucap Edo dengan wajah yang seketika itu juga berbinar binar cerah.
Semua karyawan mulai bergosip ria, ini adalah pertama kalinya Arsen membalas sapaan para karyawannya terutama security keamanan bahkan juga memberikan semangat untuknya
Akhirnya semua orang yang berkerja di lantai bawah perusahaan Sky Hyarn berani menyapa Arsen terutama kaum wanita.
"Selamat pagi Pak Arsen." ucap Magdalena dengan senyum genitnya.
"Hem..." jawab Arsen singkat.
"Selamat Pak Arsen." ucap Nella.
"Hem...." jawab Arsen sampai masuk kedalam ruangannya pun hanya satu kata itu jawaban ia dari sapaan para karyawannya "Hem."
Karyawan dari lantai satu sampai lantai empat puluh perusahaan Sky Hyarn pusat akhirnya gempar, dan bergosip ria.
Dari para jabatan paling bawah sampai yang punya jabatan tinggi tengah membicarakan Arsen. Mereka benar benar terkejut dan hampir tak menyangka jika CEO yang terkenal dingin dan tak suka banyak bicara itu akhirnya terus menjawab sapaan mereka semua.
"Kira kira apa yang membuat pak CEO akhirnya berubah?" tanya Magdalena, karyawan wanita yang memang terkenal julid, heboh dan centil itu.
"Iya mana kutahu, mungkin karena istrinya." jawab Nella.
"Waah benarkah, sayang sekali dulu aku gak datang ke pesta pernikahan CEO tampanku itu, jadi aku tidak tauh secantik apa istrinya, kau pasti tahu kan Nella ayo ceritakan." ucap Magdalena dengan begitu bersemangat.
"Hah aku juga tidak tahu, karena aku kan juga tidak bisa datang." jawab Nella dengan wajah lesu nya.
"Astaga kau kenapa sampai tak datang?" tanya Magdalena sampai kesal kepada Nella.
"Kan aku sedang cuti pulang kampung menemui ibuku yang tengah sakit, apa kau lupa?" jawab Nella dengan mengotot.
"Hehehe.... Lupa aku Nell, sorry ya teman." ucap Magdalena.
Mereka berdua masih saja heboh mengobrol, sampai akhirnya Max datang dan menegur keduanya.
"Jika kalian terus mengobrol hal tak penting, lebih baik kalian pulang saja." tegas Max yang berada tak jauh dari Magdalena dan Nella membuat keduanya sangat terkejut dan ketakutan.
"Ma-maaf pak Max, kami akan kembali bekerja maaf." ucap Magdalena terbata bata.
"Iya pak maaf, maaf." ucap Nella juga menimpali.
Max tidak lagi menyahut keduanya dan langsung saja pergi dari departemen desain.
"Astaga tinggal si manusia besi itu yang masih dingin dan irit bicara, semoga ya tak lama lagi dia pun berubah seperti pak CEO tampan." ucap Magdalena.
"Iya nih semoga." jawab Nella.
"Ehem ehem... Kalian masih juga mengobrol setelah pak Max menegur." ucap Loly Manager departemen desain.
"Eh... Kak Loly, maaf. Kami sudah kembali bekerja mba, maaf." jawab Magdalena.
"Iya sudah kembalilah bekerja dan segera istirahatkan mulut kalian itu." ucap Loly sang manager yang biasanya terkenal cuek dan tak peduli itu.
"Baik baik kak Loly." jawab Magdalena dan Nella berbarengan.
Loly langsung kembali keruangan nya dan langsung melanjutkan lagi main gamenya...
.
Loly Alicia Ester, seorang wanita cantik dengan penampilan tomboy berusia 28 tahun. Ia sudah bekerja di perusahaan Sky Hyarn selama lima tahun dan baru menempati jabatan manager selama dua tahun.
Selama Loly bekerja ia tidak pernah berpenampilan layaknya wanita feminim, ia selalu memakai celana formal dan tidak pernah sekalipun memakai rok sexsi ala ala wanita kantoran.
Sepatu yang ia pakai pun tak lebih dari dua centi saja, bahkan terkadang jika tidak ada acara khusus atau pertemuan dengan perusahaan lain ia hanya akan memakai sepatu kets atau teplek.
Benar benar penampilan yang jauh dari kata seorang manager, tapi ya mau bagaimana lagi, itu memang sudah aslinya seorang Loly...
Saat tadi Loly yang sedang sibuk sibuknya dengan tombol game, tiba tiba saja langsung terdiam saat ia melihat pria pujaan hatinya datang keruangan desain.
Langsung saja Loly mengintip dari ruang kerjanya, ternyata Max tengah menegur dua bawahannya Magdalena dan Nella si wanita julid, heboh dan centil itu.
Loly yang masih menguping dan menatap max dari celah ruangannya hanya bisa senyum senyum sendiri, ia senang karena bisa menatap Max lebih dekat, biasanya ia menatap Max hanya dari kejauhan saja.
Sampai akhirnya Max telah jauh pergi, baru Loly tersadar dari lamunan panjangnya....
.
~ Visual, Loly Alicia Ester !
.
.
***
Arsen yang sedang bersantai di dalam ruangannya, langsung terkejut dengan kedatangan Max yang tiba tiba saja tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Waah dah berani masuk keruangan ku tanpa ketuk dulu." ucap Arsen dengan sedikit melototkan matanya.
"Kenapa kamu jadi berubah sok akrab dengan para karyawan mu." tanya Max.
"Iya apa urusanmu, aku mau sok akrab atau tidak." jawab Arsen.
"Tapi sifat yang berubah hangat itu membuat kegaduhan di perusahaan ini." ucap Max sedikit mengeraskan suaranya.
"Max, aku rasa sifat dingin ku tidak pernah hilang, aku hanya mencoba untuk berubah." jawab Arsen.
"Iya baguslah, aku harap sifat itu terus kamu tunjukkan. Jangan hanya hari ini saja." ucap Max lalu segera berjalan pergi dari hadapan Arsen.
"Max tunggu." ucap Arsen.
"Apa lagi." jawab Max.
"Kau ini semakin menjadi." ucap Arsen yang sudah mengepalkan genggaman tangannya.
"Iya aku tanya ada apa lagi, kenapa harus marah?" ujar Max.
"Hemm dasar manusia besi, istriku menginginkan kau mendekati Tere sahabatnya." jawab Arsen dengan mimik wajah yang serius.
"Apa?" ucap Max dengan keterkejutannya.
"Biasa aja kali, gak mesti segitunya ekspresi wajah mu." jawab Arsen yang sudah mulai kesal.
"Maaf tapi aku tidak mau." ucap Max langsung to the poin.
"Harus nya kau terimakasih sama Viola karena sudah mau mencarikan Jodoh Untuk Si Manusia Besi sepertimu, tapi kau malah menolak dan tak tahu diri. Hah sudahlah, pergi sana." jawab Arsen dengan begitu kesalnya.
"Sejak kapan kamu memanggil ku dengan sebutan itu." ucap Max.
"Memangnya kenapa, kau tak suka yang pasti bukan urusanmu." jawab Arsen.
"Tidak, aku menyukainya. Itu panggilan yang keren." ucap Max dengan tersenyum senang lalu pergi meninggalkan Arsen yang ternganga melihatnya.
"Astaga kau memang sudah mulai gila, kenapa aku mempunyai sekretaris seperti mu. Atau jangan jangan kau tidak menyukai wanita malah pria arggh....??" jawab Arsen yang langsung mengusap wajahnya kasar.
***
Aline tengah mondar mandir didalam kamar hotel nya, ia kesal karena sekarang Arsen mengabaikan panggilannya. Setelah kejadian dua hari yang lalu, Arsen seakan mulai menghindarinya.
"Arggh... Dasar brengsek, sialan. Aku gak mau Arsen memperlakukanku seperti ini arggh, tidak tidak aku harus buat rencana sekarang." ucap Aline yang kadang teriak dan marah tapi juga bisa langsung kembali tenang.
Aline memang sudah lama menderita depresi, dulu saat ia kehilangan ibu kandung nya karena kecelakaan, lalu tak lam kemudian ayahnya menikah lagi, itulah awal mula hari harinya terasa seperti di neraka.
Sampai akhirnya ia bertemu dengan Arsen sewaktu kuliah dulu, saat itulah hari harinya terasa jauh lebih indah. Tetapi itu pun tidak bertahan lama, pada saat perusahaan ayahnya bangkrut ia diminta untuk menikah dengan Lexi pria yang sampai hari ini masih sah sebagai suaminya.....
•
•
•
•
•
•
** Hallo Semuanya tak bosab bosan author's, meminta bantuan kalian semua untu Like, Komen, dan Vote nya ya. See you all love you 😘😘
,