Oppa Lee I Love You

Oppa Lee I Love You
Merestui !



Sean sedang menunggu didepan kampus tempat Sashi mengajar, Sashi adalah seorang dosen di universitas Pelita Harapan. Dari kejauhan terlihatlah wanita yang sudah ditunggunya dari tadi, lalu tersenyum menatap Sean dari kejauhan...


"Apa kamu sudah lama menunggu?" tanya Sashi.


"Gak juga, belum ada satu jam." jawab Sean terkekeh.


"Ya berarti udah lama dong." ucap Sashi cemberut.


"Ayo, kita jadi kan menemui ibumu?" tanya Sean.


"Ya tentu saja." jawab Sashi.


Sean dan Sashi sudah berada didalam mobil, tak lama Sean langsung menjalankan kendaraannya.



Sean dan Sashi sudah sampai di depan rumah mewah berlantai tiga, Sean mengernyitkan dahinya, lalu menatap Sashi dan berkata...



"Kau putri tuan Taylor?" Tanya Sean yang sangat paham dengan pemilik rumah didepannya ini.



"Bukan." jawab Sashi singkat.



"Maksudmu?" tanya Sean bingung.



"Ibuku menikah dengan tuan Taylor lima tahun yang lalu, jadi dia bukanlah ayah kandungku dan aku juga bukan putri kandungnya." jawab Sashi, sambil menundukkan wajahnya.



"Tapi kau tinggal di sini?" tanya Sean.



"Tidak, aku punya apartemen sendiri. Lagian putra tuan Taylor sangat tidak menyukaiku, jadi buat apa juga aku harus tinggal disini." jawab Sashi yang sudah mengangkat wajahnya kembali.



"Bagusss, kau memang gadis pintar." ucap Sean dengan tersenyum senang sambil mengacak-acak rambut Sashi.



"*K\*\*enapa* *Sean* *malah* *terlihat* *sangat* *senang, bukankah dia seorang pebisnis. Aku malah mengira dia akan kecewa karena aku bukanlah putri kandung tuan Taylor, huh* *entah* *lah." ucap Sashi didalam hati*.



Sedangkan Sean tengah berfikir sudah saatnya untuk balas dendam kepada Jhonson, atas kelicikannya beberapa hari yang lalu yang harus berakhir dengan menikahi Sashi wanita yang tidak pernah dia sangka akan menjadi istrinya....



"Ayo kita segera masuk, lebih cepat selesai bukannya akan lebih baik kan." ucap Sean.



"Ohh, i..iya!" jawab Sashi sedikit gugup.




Sashi dan Sean telah duduk bersama diruang tamu bersama tuan Taylor dan Ibu Vanya ibunya Sashi, tuan Taylor terus menatap Sean dan Sashi bergantian.


"Sebaiknya kita makan siang dulu, ayo nak Sean, Sashi ibu sudah banyak menyiapkan makanan untuk kalian." ucap Ibu Vanya.


Saat sedang menikmati makanannya, tuan Taylor mulai mengeluarkan suaranya.


"Saya sangat mengenal tuan Antonio dengan baik tuan Sean, saya pun juga mengenalimu. Tapi apa yang membuat anda ingin menikahi putriku?" tanya Taylor.


"Saya dan Sashi adalah pasangan kekasih sejak lama, apakah ada yang aneh jika pada akhirnya kami akan meresmikan hubungan yang sudah terjalin dekat menjadi lebih dekat lagi dalam sebuah pernikahan tuan Taylor." ucap Sean menohok.


"Tapi Sashi tidak pernah mengatakan jika dia selama ini memiliki hubungan spesial dengan pria manapun." tanya Taylor.


"Maaf sebelumnya tuan Taylor, aku bukannya tidak mau mengatakan kepada anda. Tetapi aku rasa itu adalah urusan pribadiku." jawab Sashi langsung.


"Sudah lima tahun, tapi kamu masih belum bisa memanggilku dengan sebutan ayah nak." ucap Taylor didalam hati dengan tersenyum kecut.


"Nak Sean ibu Merestui kalian, jagalah Sashi, sayangi dia dan tegurlah jika dia salah." ucap ibu Vanya.


"Ya bu, Sean tidak bisa berjanji tetapi Sean akan selalu membuktikannya." jawab Sean.


"Bu, Sashi harus segera pulang, karena Sean masih akan balik lagi kekantor." ucap Sashi.


"Ya berhati hatilah dalam berkendara." jawab ibu Vanya.


"Ya Bu." ucap Sashi dan Sean.


"Kalau begitu, kami undur diri dulu tuan Taylor. Assalamualaikum." ucap Sean.


"Waalaikum sallam." jawab ibu Vanya dan Tuan Taylor.


Sean dan Sashi sudah mulai berdiri dari duduk mereka, dan berjalan beriringan menuju pintu keluar sambil diantar ibu Vanya.


"Sashi, Sean tunggu dulu. Papa juga merestui hubungan kalian untuk menuju pernikahan, jangan lupa undangan kirim kesini." ucap tuan Taylor tersenyum.


"Pasti Tuan Taylor." ucap Sean.


"Ya, Papa pasti kami undang." ucap Sashi tersenyum.


Taylor dan Vanya yang mendengar Sashi menyebut nya dengan panggilan Papa langsung tersenyum bahagia.


"Kami pamit, Assalamu'alaikum." ucap Sean dan Sashi.


"Waalaikum sallam, hati hati ya nak, selamat sampai tujuan." jawab ibu Vanya lalu memeluk erat Sashi.








** To be continued !