Oppa Lee I Love You

Oppa Lee I Love You
Pertama Kali



Arsen membaringkan Viola dibawah kungkungan nya dan langsung mencium bibirnya dengan lembut.


Lama kelamaan ciuman yang tadinya lembut kini sudah mulai memanas dan menuntut, Arsen mulai merambat sampai ke leher jenjang Viola mengecup dan meninggalkan banyak bekas kemerahan disana.


Tangan Arsen pun tidak bisa diam, bergerilya kesana kemari memberikan sentuhan halus di setiap jengkal tubuh Viola.


Dengan tak sabaran, Arsen melepaskan pakaian yang di kenakan Viola. Mata Arsen tidak dapat berkedip menatap Viola yang tergolek indah.


"Kita mulai, apa kamu sudah siap." ucap Arsen.


Viola hanya mengangguk kan kepalanya, tanda dia menyetujuinya.



Viola sebenarnya takut, bagaimana jika setelah memberikan tubuhnya, Arsen masih belum mencintai nya dan kelakuan buruknya tidak berubah.



Bagiamana jika Arsen masih tetap menghabiskan malam bersama banyak wanita koleksi nya itu, apa yang harus di lakukan nya, entah lah memikirkan hal itu semakin membuat Viola tidak tenang.



Arsen mencium lagi bibir Viola dan ********** lembut, satu lenguhan lolos begitu saja dari mulut Viola.


"Eugghh...." lenguh Viola.


Viola menatap sayu kearah Arsen, keringat membasahi wajah nya....


Arsen melepas semua pakaiannya dan membuang nya asal. Perut sixpack, badan tegap berotot tetapi tidak berlebihan terpampang jelas di hadapan Viola, replek Viola langsung menutup wajahnya yang sudah merah karena malu.


Arsen tidak menggunakan pengaman yang biasa di pakainya jika akan berhubungan dengan para wanita ****** nya, entah lah mungkin dia menginginkan Viola mengandung anak nya atau hanya ingin merasakan sensasi berbeda percintaannya.


Arsen mulai memposisikan dirinya dan langsung menerobos pertahanan Viola.


"Sakiiittt..." jerit Viola dan mulai meneteskan air matanya.


Arsen langsung terdiam dan terpaku tidak menyangka jika ini yang Pertama Kali bagi Viola...


"Berarti aku pria pertama, astaga aku sudah memaksa nya." ucap Arsen didalam hati.


"Maafkan aku, aku tidak tauh. Seharusnya aku tidak memaksakan keinginan ku sampai membuatmu begini." ucap Arsen sambil mengusap air mata Viola yang terus menetes membasahi wajah cantiknya...



Beberapa saat telah berlalu, Viola juga sudah berhenti menangis.



Arsen mencium kening Viola dan memeluk nya erat, seakan menyesali pernah berpikir jika Viola sama saja dengan para wanita koleksi nya.



"Vi maaf kan aku, aku sudah keterlaluan meminta hak ku." ucap Arsen.




"Benarkah, bisakah kita lanjutkan lagi." ucap Arsen dengan mata berbinar.



"Iya." jawab Viola.



Dan akhirnya mereka melakukan nya....



Arsen masih mengatur nafasnya yang tersengal sengal, hembusan nafasnya terasa panas di wajah Viola.


Viola segera bangun untuk pergi ke kamar mandi, tetapi belum juga berdiri tangan nya ditarik Arsen kembali.


"Mau kemana Hem." ucap Arsen.


"Aku akan ke kamar mandi mau membersihkan tubuh ku." jawab Viola.


"Nanti saja, aku masih ingin menikmati malam pertama kita." ucap Arsen dan mencium kembali bibir manis Viola.


Mereka mulai melakukan nya lagi, ronde kedua, ketiga, ke empat, entahlah sudah sampai ronde yang keberapa kalinya. Yang pasti, sampai subuh menjelang mereka baru berhenti dan bersiap tidur sambil berpelukan....


"Vi, terimakasih sudah menjaga nya untuk ku." ucap Arsen tersenyum senang dan langsung mencium kening Viola dengan sangat lama.


Viola hanya diam, lalu kemudian tersenyum, karena sebenarnya dia bingung harus menjawab apa !


~ Kamar Pengantin Viola dan Arsen, simple dan romantis !










** Semoga kali ini di lolos kan admin, sudah 5 kali revisi dan tidak ada lagi kata kata fulgar nya 🙏