Oppa Lee I Love You

Oppa Lee I Love You
Aku Mencintaimu



Viola yang sibuk dengan perawatan rambut nya, tidak memperdulikan semua perkataan Arsen. Ia sangat kesal dengan suaminya itu, ingin sekali rasanya Viola mengeluarkan kemarahan nya kepada Arsen, tapi buat apa juga semua sudah terjadi.


"Sayang, marahnya udahan dong. Aku janji malam nanti kita dinner, kamu siap siap aja dan dandan yang cantik ya." ucap Arsen perlahan mendekati Viola, lalu mencium bibirnya sekilas.


"Gak perlu berjanji, nanti takutnya gak bisa menepati." ucap Viola dingin.


"Janji kali ini pasti suami mu tepati sayang, please jangan marah lagi ya." jawab Arsen yang kembali mendekati Viola lagi.


"Udah pergilah sana, ini udah jam berapa. Berilah contoh yang baik sebagai CEO teladan, agar para karyawan mu bisa mencontoh nya." ucap Viola setengah berteriak.


"Uh... Bijak sekali istriku ini, jadi makin sayang deh." jawab Arsen tersenyum senang.


"Hemmm.... Gombalan receh juga, gak butuh." ucap Viola yang langsung pergi menuju kamar mandi meninggalkan Arsen sendirian.


Arsen hanya terkekeh geli, baru kali ini istrinya itu susah sekali untuk di bujuk.


.


..."Nanti malam, janji nya pasti akan aku tepati, kau harus bahagia sayang." ucap Arsen didalam hati....


.


***


Saat Arsen sudah diperjalanan, ponsel nya berdering. Tertera nama Aline yang tengah menelponnya.


"Iya Aline ada apa?" ucap Arsen.


"Maaf saya Ika, tetangga Nona Aline. Nona Aline pingsan tuan." jawab Ika.


"Apa pingsan?" ucap Arsen yang begitu terkejut, dengan panik ia langsung saja menepikan mobilnya.


"Iya tuan, tapi sekarang Nona Aline nya sudah siuman, namun keadaan masih sangat lemah." jawab Ika.


"Baiklah saya akan kesana, bisa kirimkan alamat nya." ucap Arsen.


"Baiklah tuan." jawab Ika.


.


Arsen yang sudah mendapatkan balasan Alamat Aline, langsung saja menuju apartemennya.


Padahal tadi Arsen sudah hampir sampai ke kantor nya, tapi terpaksa harus putar arah lagi untuk menemui Aline.


.


Ika menyewa unit apartemen yang berhadapan dengan unit Aline, ia yang baru saja pulang dari bekerja sebagai Bartender di sebuah Club malam, mendapati pintu unit Aline terbuka.


Saat Ika mencoba untuk masuk kedalam, ia malah mendapati Aline yang sudah pingsan di lantai. Sontak saja Ika langsung membantunya...


.


"Ika, terimakasih ya sudah membantu untuk menghubungi kekasih ku." ucap Aline dengan suara yang masih terlihat sangat lemah.


"Gapapa Mba, sebisanya Ika akan bantu. Oh ya, Mba bukan orang Indonesia kan, Mba juga sepertinya baru tinggal disini." jawab Ika.


"Iya, saya warga negara Amerika. Saya ke Indonesia, hanya ingin menemui kekasih ku." ucap Aline.


"Apa kekasih Mba Aline, tuan yang saya telepon tadi." jawab Ika.


"Iya dia orang Indonesia." ucap Aline.


"Ohh gitu, Mba Aline sangat lancar ya berbahasa Indonesia." jawab Ika.


"Dulu saya tidak bisa berbahasa Indonesia, tapi semenjak menjalin hubungan dengan kekasih saya. Ia selalu mengajariku bahasanya." ucap Aline yang kini sudah tersenyum.


"Waaaah hebat, sepertinya kekasih Mba Aline sangat mencintai Mba ya." jawab Ika.


"Iya begitulah." ucap Aline dengan tersenyum bahagia.


Ika pun ikut tersenyum bahagia, ia baru pertama kali melihat wanita asing yang sangat lah ramah dan asyik diajak bicara.


Ika terus bercerita panjang lebar dengan Aline, sampai akhirnya Arsen datang, dan membuat mata Ika melongo melihatnya.


.


..."Waahh pacar Mba Aline tampan sekali sih. Dia mah udah pasti orang Indonesia KW, kalo di lihat lihat wajahnya malah lebih mirip pria Asia, pokok nya sangat tampan lah." gumam Ika didalam hati dengan penuh rasa kekaguman....


.


"Bagaimana keadaan mu, kenapa kau bisa pingsan." tanya Arsen yang sudah mulai panik.


"Aku gapapa, untung ada Ika yang menolongku." ucap Aline.


Arsen mendekati Ika, dan langsung berbicara padanya.


"Terimakasih sudah membantu Aline." ucap Arsen.


"Ah iya gapapa, kami tetangga udah sewajibnya saling tolong menolong." jawab Ika.


"Iya sama sama, kalo begitu Ika pamit ya Mba, Mas." jawab Ika dengan begitu sopan nya.


"Iya, besok besok mainlah kesini ya." ucap Aline dengan ramah.


"Oke Mba, siap." jawab Ika.


.


Saat Ika sudah mulai menghilang dari pandangan, Aline langsung memeluk erat Arsen yang tengah duduk disampingnya.


"Terimakasih sudah mau datang kesini, untuk melihatku." ucap Aline dengan senyum manisnya.


"Aline, kenapa kau bisa pingsan. Apa kau sakit, sebaiknya kita kerumah sakit saja." tanya Arsen dengan raut wajah serius nya.


"Aku tidak apa apa, hanya kelelahan saja, tidak perlu kerumah sakit aku sudah sembuh sekarang." jawab Aline.


"Tapi wajahmu sangat pucat, akan lebih baik jika cepat kerumah sakit." ucap Arsen.


"Tidak perlu, aku sungguh tidak apa apa." jawab Aline yang sudah hampir menangis.


"Maaf, iya sudah jangan menangis, maafkan aku." ucap Arsen yang mengelus lembut rambut Aline.


"Aku lapar, bisakah masakan aku nasi goreng. Seperti dulu, kamu sering memasak untukku." ucap Aline sambil memperlihatkan puppy eyes nya.


"Apa di dapur semua bahan nya lengkap." jawab Arsen.


"Iya ada semua, soalnya aku selalu masak." ucap Aline dengan wajah girangnya.


"Oke tunggu disini, aku akan masak untukmu." jawab Arsen lalu segera berjalan menuju dapur.


Aline tersenyum senang, sudah lama ia merindukan suasana ini. Hari ini ia akan menghabiskan banyak waktu untuk berdua dengan Arsen...


***


Aline sudah menghabiskan nasi goreng nya, ia benar benar sangat senang bisa memakan lagi nasi goreng masakan Arsen.


"Apa kau sudah kenyang." tanya Arsen.


"Tentu saja, masakan mu semakin enak." jawab Aline dengan melengkung kan jempol nya.


"Kau terlalu memujiku." ucap Arsen.


"Benar, aku bicara kenyataan." jawab Aline.


"Terimakasih, istriku juga sangat menyukai nasi goreng. Makanya aku jadi lebih sering memasak." ucap Arsen yang tanpa sengaja telah membicarakan Viola.


Aline yang mendengar Arsen membicarakan istrinya, langsung saja tersenyum kecut.


"Sepertinya kau sangat mencintai istrimu, dia sudah pasti wanita yang baik, terlihat dari caramu ketika membicarakannya, tidak seperti aku ini." ucap Aline sedikit menyunggingkan senyumnya.


Arsen yang mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Aline, hanya bisa terdiam saja tanpa bisa menjawabnya.


"Maaf ya, jika perkataan ku membuat mu tidak nyaman." ucap Aline yang sudah hampir menangis, ia segera bangun dari tempat tidurnya, untuk menuju toilet.


Saat Aline sudah berdiri, Arsen menarik Aline, dan memeluknya dengan erat.


"Arsen ada apa?" tanya Aline dengan air mata yang sudah jatuh menetes.


Arsen melepaskan pelukannya dan menyentuh wajah Aline.


"Maaf, maaf. Aku mohon jangan menangis lagi." ucap Arsen lalu dengan cepat ia menghapus air mata Aline.


"Jika kamu bersikap seperti ini, akan lebih sulit bagiku untuk melupakan mu." jawab Aline.


"Aku mencintai mu, sangat mencintaimu." ucap Arsen yang kini juga sudah menangis.


"Jangan bercanda, kamu berkata seperti ini hanya untuk menyenangkan ku kan." jawab Aline yang sudah mulai cemberut.


Arsen memeluk Aline dengan begitu erat, seakan tidak mau lagi jika harus kehilangannya. Entah siapa yang mulai duluan, kini Arsen dan Aline sudah melebur jadi satu. Rasa cinta dan sayang yang begitu dalam, sangat sulit untuk saling melupakan...


"Aku Mencintaimu Aline, selalu mencintaimu." lirih Arsen.








** TBC **