
"California Amerika...
Kini Aline tengah berkumpul bersama keluarga Smith dan Keluarga Williams.
Ayah nya George Smith bersama ibu dan adik tiri nya berbicara dengan Lexi suaminya Aline.
"Lexi aku sudah mendengar semuanya dari Aline, kenapa kamu harus memukuli nya. Dia adalah istri mu, kamu sendiri yang meminta nya pada ku." ucap George.
"Maaf kan aku ayah, aku hanya terbawa emosi waktu itu. Tetapi itu semua terjadi karena Aline sendiri lah yang menyebabkan nya, dia selalu membahas mantan kekasihnya itu." jawab Lexi sedikit geram.
"Ya ibu mengerti dan itu semua memang pantas Aline dapat kan." ujar Farah ibu tiri Aline.
"Ayah, ibu tolong dengarkan Aline dulu. Ayah harus tauh Aline menderita dengan pernikahan ini Aline ingin bercerai dari Lexi. Tolong ayah turuti keinginan Aline." ucap Aline.
"Kamu memang anak yang tidak tauh di untung, sudah bagus Lexi membantu perusahaan ayah mu, jika tidak mungkin sekarang kita sudah hidup susah." ketus Farrah.
"Sayang aku mohon maafkan aku, aku benar benar menyesal. Ayo kita pulang ke rumah kita." ujar Lexi.
"Aline ayah mohon, maafkan segala kesalahan Lexi." ujar George.
"Sudah bagus kamu menikah dengan kak Lexi, dia tampan, kaya raya. Kenapa juga kakak masih mengingat mantan kakak itu." ujar Lola adik tiri Aline dengan tatapan sinis ke arah Aline.
"Aline ayo kita pulang." ujar Lexi.
•
•
•
•
Aline akhirnya memaafkan Lexi dan pulang kembali ke rumah mereka, baru saja berada di dalam kamar. Lexi langsung menarik tangan Aline dan melemparkan nya ke atas tempat tidur.
"Ahh sakit apa yang kamu lakukan Lexi, kau menyakiti ku." ucap Aline yang meringis kesakitan memegangi tangan nya.
Lexi langsung membuka baju nya dan menindih Aline.
"Puaskan aku sekarang, dan ingat jangan sekali kali kamu mengatakan ingin cerai dari ku, aku tidak akan mengabulkan itu." ucap Lexi sambil memegang dagu Aline.
Lexi langsung saja merobek dress yang di kenakan Aline dan membuangnya sembarang, mereka mulai melakukan nya....
•
•
•
•
Jam sudah menunjukkan pukul tengah malam, tetapi Lexi terus saja menggempur Aline yang sudah tidak berdaya.
Aline hanya bisa terdiam dan menangis di dalam hati merasakan rasa sakit di seluruh tubuhnya, Lexi belum juga puas.
"Aline Barros Smith, aku mencintaimu istri ku. Kau adalah milik ku, sampai kapanpun akan terus menjadi milik ku." ucap Lexi yang telah mendapatkan kepuasan entah sudah ke berapa kalinya.
Lexi sudah tertidur dengan pulas nya, Aline segera bangun karena tenggorokan nya sangat kering. Dia berjalan menuruni tangga untuk minum, Aline duduk sendiri di kursi makan nya sambil menangis meratapi nasibnya kini.
"Arsen jika waktu bisa di ulang kembali, aku akan memilih pergi bersama mu dan meninggalkan Ayah ku saja. Keluarga ku semuanya jahat, termasuk pria yang sekarang telah menjadi suamiku. Sifat nya selalu ber ubah ubah, sampai saat ini aku belum memahami nya." ucap Aline yang sudah menangis pilu.
•
•
•
•
Pagi harinya, Aline kini sedang sibuk membantu asisten rumah tangga nya memasak, dia memilih menata makanan di meja makan untuk sarapan suaminya.
Lexi yang telah bangun dari tadi, juga sudah rapi dengan pakaian kantor nya yang sebelumnya Aline siapkan, Lexi menuruni tangga nya untuk segera sarapan.
Aline yang melihat Lexi sudah turun segera menyambut dan memeluk suaminya, itulah yang selalu Aline lakukan setiap pagi selama tiga tahun mereka menikah.
"Sayang kau masak apa?" ucap Lexi.
"Makanan kesukaan mu, spaghetti." jawab Aline tersenyum.
"Yah aku suka itu." ucap Lexi tersenyum senang.
"Makan lah." jawab Aline.
•
•
•
•
Aline mengantar suami nya sampai kedepan pintu, dan sore nya juga akan menyambut suaminya pulang.
"Hari ini tidak usah menunggu ku pulang, aku akan pulang telat karena aku akan lembur." ucap Lexi.
Lexi mencium bibir Aline dan segera berlalu pergi meninggalkan Aline yang masih berdiri di depan pintu rumah.
•
•
•
•
Didalam mobil Lexi sibuk mengerjakan pekerjaan nya lewat laptop dan berbicara sedikit dengan hans asisten nya.
"Antar aku ke apartemen Celine, kau kerjakan semua pekerjaan ku yang sedikit tertunda, nanti jemput aku sekitar jam 9 malam." ucap Lexi.
"Baiklah tuan." jawab Hans.
Lexi bergegas turun dari mobil nya, dan langsung menuju apartemen mewah tempat Celine.
Celine dulu adalah kekasih yang sangat dicintai Lexi tapi dengan tega berselingkuh di belakang nya. Kini Celine hanya wanita simpanan yang tengah mengandung anaknya.
"Kenapa tuan Lexi menduakan Wanita secantik dan sebaik nyonya Aline, hah entahlah." ucap Hans yang masih memperhatikan bos nya itu.
•
•
Lexi yang baru saja masuk ke dalam unit Celine, langsung saja mendapatkan pelukan erat dan ciuman rakus dari Celine.
"Celine stop berhenti lah dulu, kalau kau terus begini kau akan terjatuh." ucap Lexi .
"Aku sangat merindukanmu honey, kenapa sudah lama sekali kamu tidak datang kesini. Apa kamu tidak rindu dengan ku dan calon baby kita." jawab Celine cemberut.
"Maaf aku sangat sibuk kemarin, aku juga baru pulang dari Indonesia menemani istriku berkunjung ke sana." jawab Lexi.
"Kenapa giliran kemauan Aline, kamu selalu menuruti nya. Padahal dia mandul dan tidak bisa memberikan mu keturunan, sedangkan aku yang sekarang tengah mengandung anak mu malah di abaikan." ucap Celine kesal.
"Cukup Celine, kau tidak berhak mengatakan itu kepada Aline. Aline itu istri ku, dia pernah hamil tetapi keguguran, jadi tidak seperti yang kau katakan." tegas Lexi.
"Ya aku tauh, Aline adalah istri mu. Terus kapan kamu akan menikahi aku juga, apa kau ingin aku menggugurkan saja janin ini." jawab Celine tajam.
"Celine kalau kau menyuruhku datang kesini hanya untuk bertengkar, lebih baik aku pergi." ucap Lexi dan hendak pergi.
"Tunggu jangan pergi honey, aku minta maaf. Itu karena aku terlalu mencintaimu, aku gak rela, kamu hanya memperhatikan Aline, aku iri." jawab Celine dengan air mata yang sudah jatuh bercucuran.
Lexi akhirnya memeluk tubuh Celine, dia juga tidak tega kepada wanita yang dulu pernah sangat dia cintai dan kini sedang mengandung anaknya.
"Maafkan aku, untuk kedepannya aku akan selalu memperhatikan mu." ucap Lexi.
Celine langsung saja mencium rakus bibir Lexi dan membuka kemeja yang di kenakan Lexi.
Lexi menggendong Celine dan meletakkannya di tempat tidur, mereka mulai melakukan hubungan intim.
Tak berapa lama Lexi segera membersihkan diri di kamar mandi, Lexi terdiam menatap kaca.
"Aline maafkan aku maaf, sungguh aku tidak bermaksud untuk menduakan mu." ujar Lexi yang sangat menyesal.
•
•
•
•
~ Visual Aline Barros Smith !
•
•
•
•
~ Visual Lexi Arron Williams !
•
•
•
•
•
~ Visual Celine Angelica Karl !
•
•
•
•
•
•
** By : @alesya_arabella ❤️