Oppa Lee I Love You

Oppa Lee I Love You
Resepsi Pernikahan



Viola dan Arsen sudah berada di kamar hotel tempat diadakan nya resepsi pernikahan yang akan di selenggarakan beberapa saat lagi.


Viola sudah di rias kembali dan akan segera mengganti gaun pengantin yang akan di pakai nya untuk acara malam ini.


Arsen yang sedang bersantai sambil memegang ponsel pintar nya, tiba tiba di kejutkan oleh suara Viola.


"Bisakah keluar dulu, aku akan mengganti pakaian ku." ucap Viola.


"Memangnya kenapa, kau malu?" jawab Arsen.


"Ihhh...Oppa pergi aja dulu kemana gitu." ucap Viola


"Hey gadis aneh, aku ini sudah sah menjadi suami mu, jadi tidak seharusnya kan kau mengusir ku?" jawab Arsen.


"Ohh...Jadi Oppa sudah tidak sabar melihat tubuh ku." ucap Viola yang mulai beraksi untuk menggoda Arsen saja.


"Dasar kau memang benar benar gadis aneh " jawab Arsen dan langsung saja beranjak pergi keluar dari kamar.


"Yaaa... Pergi lah, jangan datang sampai aku sudah selesai." ucap Viola.


Mua dan para asisten nya langsung saja tertawa melihat tingkah Viola yang malu sampai mengusir suami nya sendiri...


"Nona benar benar sangat lucu, saya baru pertama kali bertemu dengan pasangan pengantin yang kocak seperti kalian." ucap MUA yang merias wajah Viola.


"Hahaha....Tapi kami yang sebenarnya tidak se lucu yang mbak kira." jawab Viola yang tertawa karena terpaksa.


***


Mommy Ariana dan Mama Gina sedang berjalan menuju kamar hotel tempat Viola di rias. Saat mereka masuk, mama Gina terpukau melihat Viola yang makin bertambah cantik dengan gaun pengantin yang di pakainya...


"Vio sayang, kamu cantik sekali, kamu juga berprestasi sebagai dokter kecantikan. Gak salah Papa Lee menjodohkan kamu sama Arsen." ucap Mama Gina sambil tersenyum lebar menatap Viola.


"Makasih ma, tapi Oppa Lee juga sangat lah tampan." jawab Viola malu malu.


"Apa kamu akan tetap memanggil Oppa, kan Arsen sudah menjadi suami mu Vio." ucap Mommy Ariana.


"Tentu Mom, panggilan itu Vio suka." jawab Viola.


"Tidak masalah, itu tidak juga buruk jeng Riana." ucap Mama Gina.


"Yaaa, jika dia mau kita bisa apa?" jawab Mommy Ariana.


***


Arsen yang sedikit aneh dengan perasaan nya sekarang, dia teringat perkataan Viola tentang sudah tidak sabar lagi melihat tubuh polos nya langsung membuat jantung Arsen berdegup dan tubuhnya meremang...


"Aishh...Wanita itu memang terlalu murahan, dia sungguh tidak tauh malu mengatakan hal seperti itu di depan banyak orang, huhh..." ucap Arsen.


"Sedang apa kamu di sini, acaranya akan segera di mulai, kamu belum mengganti pakaian mu Arsen." ucap Papa Joon.


"Aku akan segera berganti pakaian pa, tapi aku akan mengganti nya di room lain." jawab Arsen.


"Memangnya kenapa harus di room lain, room yang khusus siapkan untuk kalian berdua memang nya kenapa?" ucap Papa Joon.


"Viola sekarang tengah berganti pakaian. Jadi aku harus keluar karena, dia mau jika aku berada disana." jawab Arsen.


"Kalian berdua memang sangat lah aneh." ucap Papa Joon, dan langsung pergi meninggalkan Arsen yang tengah melongo melihat papanya.


"Max, segera bawakan tuxedo ku." ucap Arsen yang langsung menelepon Max.


"Oke aku menunju ke sana sekarang." jawab Max.


***


Sean dan Max tengah berbincang bersama beberapa klien dari perusahaan mereka, tamu undangan juga sudah padat memenuhi ballroom tempat di adakan acara Resepsi Pernikahan Viola Dan Arsen.


"Viola lho makin cantik malam ini, gw sampe terpesona. Gimana ntar Arsen liat lho, meleleh dia, hehehe." ucap Tere.


"Bener tuh, lho udah seperti ratu tercantik sejagad raya malam ini." ucap Jovanka.


"Iyaa bener banget." jawab Alice dan Clara.


"Udah deh muji nya, ntar gw jadi terbang terlalu tinggi." jawab Viola tersenyum.


***


Arsen yang sudah berdiri bersama para Bridesmaids laki laki teman Viola sekaligus juga teman nya yang baru di kenal nya pada saat mereka di Bali.


Tak berapa lama Viola bersama teman teman Bridesmaids nya keluar dan menghampiri Arsen yang memang sudah menunggu Viola dari tadi untuk segera turun ke acara resepsi pernikahan mereka.


Arsen sempat terdiam sambil memperhatikan Viola dengan seksama.


"Dia semakin bertambah cantik malam ini, benar benar sangat cantik." ucap Arsen di dalam hati.


"Woy bro, kedip lah itu Viola sudah berada di depan mu." ucap Alex.


Arsen yang memang sempat terdiam memperhatikan Viola, benar benar tidak menyadari jika Viola sudah tepat berdiri di depan nya.


"Ohh... Kenapa sangat lama sekali kamu keluar, para tamu undangan sudah datang semua." ucap Arsen mengalihkan ke pembicaraan yang lain.


"Aku sudah siap sekarang. Ayo kita segera kesana." jawab Viola dengan ceria.


***


Viola dan Arsen berjalan bersama dengan di ikuti para Bridesmaids di belakang nya. Dengan di iringi musik khas pernikahan mereka berjalan lambat dan di tatap ribuan orang yang kagum kepada sepasang pengantin ini.


Arsen dan Viola masih sibuk melayani para tamu yang mengucapkan selamat dan berfoto bersama mereka.


"Kaki ku sudah benar benar sakit, bisakah aku duduk saja biar Oppa yang menyalami para tamu." ucap Viola.


"Kau benar benar lemah, lagian siapa menyuruh mu memakai sepatu setinggi itu. Kalo pendek ya gak usah sok sok tinggi, jadi susah sendiri kan." jawab Arsen.


"Suami seperti apa pria di samping ku ini, yang malah sibuk memarahi istri nya yang sedang kesakitan kaki, huhh..." jawab Viola.


.


Viola dan Arsen sekarang sibuk melayani para teman teman mereka yang mau berfoto bersama.


Dad Antonio, Mommy Ariana, Papa Joon, Sean, Mama Gina, Oma Tince dan Sandra, tersenyum bahagia semuanya acara sudah berjalan dengan sangat lancar tanpa ada halangan apa pun. Sekarang giliran keluarga besar mereka yang akan bersiap berfoto bersama dengan pengantin....


Resepsi pernikahan Viola dan Arsen berjalan dengan lancar dan sukses, semua orang tengah berbahagia, hanya Arsen yang kesepian di tengah keramaian. Entahlah !


***


Resepsi pernikahan sudah selesai, Viola dan Arsen sudah berada di dalam kamar pengantin mereka.


Viola tengah kesusahan melepaskan Gaun Pengantin yang sangat panjang dan mewah itu, Arsen yang melihat tetapi malah diam saja tidak peduli dengan Viola, dia memilih masuk duluan ke kamar mandi untuk merelaksasi pikiran dan badan nya yang sangat lelah.


"Dia benar benar suami yang tidak peka, haruskah aku memohon dulu padanya, baru dia paham." ucap Viola.






** See you guys ❤️