Oppa Lee I Love You

Oppa Lee I Love You
Wanita Menjijikkan



California Amerika...


Setiap hari Lexi semakin uring uringan saja, baginya sekarang semua terasa berubah saat Aline sudah tak lagi berada di sisinya.


Wine lah yang kini menemani hari harinya, menjadi obat termanjur yang bisa membuatnya lupa akan Aline barang sejenak saja.


Seperti malam ini, Lexi tengah memegang satu gelas wine terakhir di tangannya. Dua botol wine mahal itu sudah kosong dan tergeletak begitu saja.


Celine yang baru saja pulang dari kumpul kumpul dengan para teman sosialitanya, sedikit jengkel melihat Lexi yang setiap hari selalu mabuk gak jelas didalam kamarnya.


Baru saja Celine meletakkan belanjaan nya, Lexi datang dan menarik rambutnya.


"Akhhh..... Rambutku, kau mau apa Lexi." ucap Celine yang memberontak.


"Layani aku malam ini, cepat!!" teriak Lexi yang masih menarik rambut Celine.


"Aku akan mandi, kau baringkan dulu tubuhmu. Cepat lepaskan rambutku, Kau menyakitiku Lexi." jawab Celine.


Lexi akhirnya melepaskan rambut Celine dari cengkeraman nya, setiap melihat Celine rasa kesal terus saja menghantui pikiran dan jiwanya.


Celine langsung membopong tubuh Lexi dan mengantarkannya ketempat tidur, baru saja akan bangun untuk mandi Lexi sudah menariknya keatas tempat tidur juga.


"Ahh... Lexi, ahhh... Tunggu, tunggu dulu." teriak Aline yang terus menerus memohon kepada Lexi.


Tetapi Lexi tidak peduli dengan penolakan Celine, yang dia butuhkan sekarang adalah pelepasannya.


Lexi dengan sangat brutal menggempur Celine, melampiaskan semua nafsunya yang sudah tertahan setelah Aline pergi.


Malam ini Lexi melepaskan semua hasrat seksual nya kepada Celine, istri kedua yang membuat Aline istri pertamanya pergi meninggalkan dia begitu saja.






Lexi sudah tertidur dengan sangat nyenyak, setelah beberapa jam yang lalu menggempur Celine tanpa ampun.


Sedangkan Celine masih juga belum bisa memejamkan matanya, padahal tubuhnya saat ini sangat lah terasa lelah dan sakit semua. Lexi menggempurnya tanpa ampun seperti dan menganggapnya seperti binatang saja.


Pikiran yang memenuhi kepala dan juga rasa sakit atas perlakuan Lexi padanya lah yang membuat Celine menjadi tidak bisa tidur.


Lexi sekarang memang sudah jauh berubah dari yang dulu, dulu Lexi adalah pria yang sangatlah lembut, penyayang dan penuh perhatian. Tetapi sekarang, dia bagaikan pria asing yang jahat dalam kehidupan Celine, Celine menjatuhkan air matanya sambil menatap punggung lebar Lexi yang tidur membelakanginya.


"Apa aku hanyalah pemuas nafsu mu saja, apa memang sudah tidak ada lagi aku didalam hatimu. Dan apa benar, jika cintamu sudah sepenuhnya milik Aline dan tidak ada lagi buatku, hiks...hiks...hiks !" lirih Celine dengan hati yang terasa begitu sakit dan perih.


Setelah puas nangis hampir dua jam lamanya, kini Celine sudah mulai tertidur dengan mata yang cukup sembab.






Mentari pagi sudah menampakkan cahaya indahnya, suara burung burung berkicau riang terdengar begitu merdu, sampai sampai membangunkan sang pemilik rumah.


Perlahan Lexi mulai membuka matanya, lalu beranjak duduk dan menyandarkan kepalanya disandaran tempat tidur sambil memijat perlahan pelipisnya yang terasa nyeri akibat terlalu banyak minum wine malam tadi.


Lexi menoleh sesaat dan tidak mendapati Celine berada diatas tempat tidurnya. Tetapi Lexi acuh saja dan tidak memperdulikan itu. Pikirnya mungkin Celine sudah bangun dan sedang mengurus anaknya.


Lexi beranjak bangun dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Tak berapa lama Lexi yang sudah rapi dengan setelan jas kerjanya berjalan perlahan menuruni anak tangga untuk sarapan pagi.


Tetapi saat di meja makan lagi lagi dia tidak menemukan Celine disana, kini Lexi mulai memanggil Ibu Mariah sebagai kepala pelayan.


"Apa yang sedang dilakukan Celine, apa ibu melihatnya?" tanya Lexi.


"Saya tidak tauh tuan, dari pagi hingga sekarang saya berada di belakang." jawab Ibu Mariah.


"Oh... Apa Karen bersama anakku?" tanya Lexi lagi.


"Ya tuan, sepertinya Karen memang bersama baby Axel. Soalnya dari tadi dia belum keluar dari kamar baby Axel." jawab Bu Mariah.


"Oh baiklah, terimakasih Bu Mariah bisa kembali bekerja." ucap Lexi.


"Baik tuan." jawab Bu Mariah yang langsung pergi dari hadapan tuannya itu.


Lexi langsung saja bergegas pergi menuju kamar baby Axel, dia mulai berpikir mungkin Celine berada didalam. Tetapi saat baru saja masuk kedalam kamar, mata Lexi langsung melotot karena begitu terkejut melihat Karen tengah tergeletak di lantai dengan kepala yang sedikit memar dan lecet.


"Karen, Karen bangunlah." ucap Lexi yang menepuk nepuk pipi Karen, lalu menggendongnya ke atas tempat tidur.


Lexi langsung saja mengambil kotak obat dan minyak angin untuk membangunkan Karen, lalu tak berapa lama Karen mulai sadar.


"Iya ini saya, tenanglah dulu. Tidak apa apa, kau baik baik saja." jawab Lexi sambil membantu karen untuk duduk.


"Terimakasih Tuan." ucap Karen.


"Apa yang sebenarnya telah terjadi, kenapa kau bisa pingsan dengan luka memar di kening seperti ini?" tanya Lexi.


"Nyonya Celine tuan, dia yang membuat saya sampai terluka begini, dan dia juga membawa baby Axel pergi secara paksa." jawab Karen yang terlihat mulai sedih.


"Celine yang melakukan ini??" tanya Lexi dengan sorot mata tajamnya.


"Iya tuan, saya begini karena mempertahankan Baby Axel, tetapi dia malah mendorong saya sampai saya pingsan dan tidak tauh apa apa lagi, sampai tuan menyadarkan saya." jawab Karen.


"Wanita itu lagi lagi membuat masalah dalam hidupku, brengsek, sialan. Dasar Wanita Menjijikkan. Arghh...!" kesal Lexi lalu menendang kursi yang berada di depannya membuat Karen menjadi ketakutan akan kemarahan tuannya itu.


"Obati lukamu, jika perlu kau pergilah kerumah sakit." ucap Lexi kepada Karen, lalu pergi meninggalkan kamar Axel dengan perasaan kemarahan yang membara.


"Baik tuan." jawab Karen dengan menundukkan kepalanya karena takut dan tidak berani menatap tuannya itu.






Celine dan baby Axel kini sedang berada di kediaman Rado, pria tampan berperawakan macho, tinggi dan juga sexsi.


Rado dan Celine memiliki hubungan yang rumit dan juga pelik, mereka dulunya hanya berteman biasa saja. Entah bagaimana bisa terjadi, yang pasti Rado adalah ayah biologis dari baby Axel.


Rado yang awalnya hanya menganggap Celine teman saja, kini berubah menjadi pria yang sangat mencintai dan menyayangi Celine juga anak mereka.


Dari awal saat Rado tauh Celine mengandung anaknya, dia sudah menginginkan Celine agar menjadi istrinya saja dan meninggalkan Lexi. Tetapi karena rasa cinta Celine yang tidak pernah berubah dari dulu kepada Lexi, membuatnya tidak memperdulikan keinginan Rado.


Tetapi saat ini Celine benar benar hancur, rasa cinta, sayang dan pengorbanannya selama ini untuk Lexi nyatanya tidak pernah membuat Lexi kembali lagi Mencintainya.


Kesalahan terbesar nya dulu membuat Lexi benar benar Membencinya dan hanya menganggap Celine wanita pemuas nafsunya saja....






~ Visual Rado !









~ Ini Visual Baby Axel !









** Halo halo sayangku semuanya, konflik akan segera dimulai ya, ikutin terus cerita selanjutnya ya love you all ❤️


** To Be Continued !