Oppa Lee I Love You

Oppa Lee I Love You
Akad Nikah



Sabtu pagi di rumah Viola, team wedding organizer masih sibuk mempercantik ruangan di rumah Viola, tempat di adakan nya akad nikah Viola dan Arsen.


Viola sedang di rias MUA dengan secantik mungkin, Tere sudah berada di kamar Viola dan tengah menatap nya tanpa berkedip.


Tadi malam Tere memilih menginap dirumah Viola, dia ingin tidur dengan Viola untuk terakhir kalinya, karena sebentar lagi sahabat sejati nya itu akan memiliki suami dan tidak akan bisa lagi tidur sekamar dengan nya.


Itulah yang ada di dalam pikiran Tere, padahal sejatinya pernikahan ini hanya lah keterpaksaan belaka....


"Vio lho cantik banget tauh, sampe pangling gw liat lho pakai kebaya putih ini, pokonya cantik nya lho tuh makin terpancar keluar." ucap Tere yang benar benar kagum sama Viola.


Viola hanya tersenyum kecut, secantik apa pun dirinya saat ini tidak akan pernah membuat Arsen bahagia melihat nya.


"Thanks Re, tapi sebenarnya gw ragu dengan pernikahan ini." ucap Viola.


"Kenapa memangnya, lho jangan bercanda kalo lagi serius begini." jawab Tere.


"Ya maafin gw, udah deh gak usah di bahas lagi." ucap Tere.


.


Arsen sedang duduk termenung sambil memijit pelipisnya, kenyataan yang harus dia terima sekarang, sebentar lagi akan menjadi suami dari wanita yang tidak dicintai nya.


"Apa ini memang sudah jalan takdir untuk ku tuhan." ucap Arsen sedih.


Sandra masuk kamar Arsen langsung nyelonong saja....


"Kak cepat lah keluar, sudah waktunya kita ke rumah kak Viola." ucap Sandra.


"Ya, kamu turun lah dulu. Sebentar lagi kakak menyusul." jawab Arsen.


"Ohh..Oke deh, tapi kakak jangan lama lama turun nya. Nanti nenek sihir mengamuk." ucap Sandra.


"Siapa yang kamu bilang nenek sihir hah?" ucap Arsen menatap tajam kearah Sandra.


"Ya...Mama lah kak, siapa lagi coba?" jawab Sandra dengan santainya.


"Keterlaluan kamu." ucap Arsen.


"Hehehe....Canda kak canda doang." jawab Sandra dan langsung berlari meninggalkan Arsen.


.


Arsen satu mobil dengan Max dan Sandra, Mama Gina, Papa Joon dan Oma Tince satu mobil dengan Sopir pribadi mereka.


"Aku perhatikan kenapa muka mu kusut gitu, harus nya semangat lah kan bentar lagi bobol gawang yang masih ori." ucap Max.


Arsen tidak memperdulikan omongan Max, yang malah makin membuat nya tak bersemangat.


"Hah...Bobol gawang ORI? Emang nya kak Arsen mau main bola gitu kak Max." ucap Sandra yang memang gak paham arah pertanyaan dari Max.


Max yang pusing menjawab pertanyaan Sandra, malah membuat nya jadi bingung sendiri.


"Udahlah lho masih anak kecil, mana paham sama obrolan orang dewasa." ucap Arsen.


"Apanya yang anak kecil, orang bahasan kalian gue paham kok." ucap Sandra.


"Emang nya apa tadi yang lagi kita bahas?" ucap Max.


"Ya bobol gawang ORI itu maksudnya....Kak Arsen bakalan ngelakuin malam pertama bareng sama kak Viola kan??" Ucap Sandra yang menjelaskan nya sambil senyum-senyum sendiri.


Arsen dan Max yang mendengar kan penjelasan dari Sandra hanya bisa melongo saja...


"Lho itu masih kecil, dari mana lho paham hal hal seperti itu." ucap Arsen sambil melotot ke arah Sandra.


"Ya dari novel yang gue baca selama ini lah, semua novel romantis banyak kok menceritakan hal begitu." jawab Viola yang juga melotot kepada Arsen.


"Sekarang gak usah di bahas lagi, mending cepetan turun, kita udah sampai.' ucap Max.


.


Semua tamu undangan yang datang adalah orang orang penting dan para kolega nya keluarga besar Kendrich dan Lee saja. Karena akad nikah nya sedikit private, nanti malam baru akan di adakan resepsi dihotel Sky Hyarn milik keluarga Lee.


Viola bersama teman temannya sudah bersiap untuk turun kebawah, karena akad nikah sebentar lagi akan di laksanakan.


Arsen yang sudah duduk bersila di depan penghulu terlihat melamun, pikirannya jauh melayang ke depan selanjutnya akan bagaimana. Sampai dia dikejutkan oleh tepukan dari Dad Antonio....


"Arsen, kamu baik baik saja." ucap Dad Antonio.


"Ah.. Iya om, saya baik." jawab Arsen.


"Tenang lah, cukup hapalkan saja yang tadi sudah di beritahu penghulu." ucap Papa Joon.


"Hemm..." jawab Arsen singkat.


"Cepat lihat kesana, jangan menunduk terus, kamu gak mau lihat betapa cantiknya calon istri mu, lihat sana." ucap Max.


Arsen yang pusing mendengar ocehan Max dari tadi, akhirnya menuruti keinginan kali ini....


Saat Arsen melihat Viola yang hampir mendekati, Deg... Jantung nya berdegup...


"Cantik sekali..." ucap Arsen menatap Viola tanpa berkedip.


"Baru kamu nyadar!" jawab Max.


"Udah lah, kau sangat berisik." ucap Arsen.


Viola kini telah duduk di samping Arsen, jantung nya juga sama berdegup kencang, menyadari bahwa sebentar lagi dia akan benar benar menikahi Arsen.


"Sudah bisa kita mulai sekarang." ucap Pak penghulu.


"Ya pak silahkan, semuanya sudah siap." jawab Papa Joon.


"Baiklah kita mulai, silahkan bapak Antonio ucapkan..." ucap penghulu.


Bismillahirrahmanirrahim, saya nikahkan dan kawinkan engkau ananda Arsen Bastian Lee bin Lee Joon Jea dengan anak saya yang bernama Viola Arabella Kendrich dengan maskawin nya berupa perhiasan emas seberat 100 gram dan uang tunai 2 milyar tunai." ucap Dad Antonio.


Saya terima dan nikah nya Viola Arabella Kendrich binti Antonio Lucas Kendrich dengan maskawin tersebut di bayar tunai." jawab Arsen.


"Bagaimana para saksi, Sah.." ucap penghulu.


"Sah...Alhamdulillah." ucap Papa Joon dan Sean.


"Alhamdulillah." ucap Mommy Ariana dan Mama Gina.


"Alhamdulillah." ucap Tere dan Alice.


Viola langsung mencium tangan Arsen dan Arsen mencium kening Viola, sebagai tanda bahwa mereka telah sah sebagai suami istri.


Tere, Clara, Alice dan Jovanka langsung saja memeluk Viola dan mengucapkan selamat pada nya.


"Viola selamat menempuh hidup baru, sekarang lho udah sah jadi istrinya Oppa Lee." ucap Alice.


"Ya Viola kita doakan semoga cepat dapat baby yang banyak dan lucu-lucu.' ucap Clara, Tere dan Jovanka.


"Ya ya ya... Makasih semua doa nya sayangku." jawab Viola.


.


Arsen tengah duduk agak jauh dari para tamu, dia sengaja menjauh dari Viola dan teman temannya.


Dad Antonio yang melihat Arsen yang tengah duduk sendirian segera mendekati nya.


"Arsen kenapa disini sendirian, kamu tidak bersama Viola." ucap Dad Antonio.


"Ohh...Aku baru saja duduk disini tuan Antonio." jawab Arsen.


"Kamu sudah menjadi suami putriku, itu berarti kamu juga sudah menjadi anak ku. Jadi jangan panggil aku tuan Antonio lagi, panggil lah aku Daddy sama seperti Viola memanggil ku." ucap Dad Antonio.


"Baiklah Dad." jawab Arsen.


Hening sesaat sampai akhirnya Dad Antonio melanjutkan lagu bicara nya....


"Nak tolong jagalah putri ku dengan baik, cintai dan sayangilah dia dengan sepenuh hatimu." ucap Dad Antonio.


Arsen benar benar di Landa kebingungan harus menjawab apa pertanyaan dari Dad Antonio.


"Aku tidak bisa berjanji, tapi aku akan berusaha memberikan yang terbaik untuk Viola." jawab Arsen.


"Terimakasih." ucap Dad Antonio.








** Hallo semuanya, ini adalah karya pertama ku. Mohon dukungannya untuk selalu memberikan Like, komen, kritik dan masukkan yang membangun. Terimakasih ❤️


By : @alesya_arabella