Oppa Lee I Love You

Oppa Lee I Love You
Marah



California Amerika...


Beberapa hari berlalu setelah kejadian Lexi meninggalkan Aline dan tidak jadi menyentuhnya, semakin hari Lexi bertambah membuat Aline yakin jika ada sesuatu yang dia lakukan dibelakangnya.


Seperti hari ini, jam masih menunjukkan pukul 05.00 pagi tetapi Lexi sudah buru buru pergi kekantor, Aline akhirnya marah dengan semua yang telah berubah seratus derajat dari sifat Lexi yang biasanya...


"Kamu mau pergi kemana, ini masih sangat pagi." ucap Aline, yang sudah duduk ditempat tidur, sambil terus memperhatikan Lexi.


"Aku sekarang buru buru, kita bahas setelah aku pulang kerja malam nanti oke." jawab Lexi dan langsung berlalu pergi meninggalkan Aline.


"Lexi tunggu, aku tauh ada yang kamu sembunyikan dariku." teriak Aline.


Lexi langsung menoleh dan menatap tajam kearah Aline.


"Jangan sok tauh, aku tidak menyembunyikan apapun darimu. Jangan sampai kau membuatku marah, lebih baik sekarang diam." sarkas Lexi.


"Tapi kamu berbeda Lexi, kamu sekarang terasa asing bagiku." ucap Aline, yang sudah meneteskan air mata.


Lexi langsung mendekati Aline dan memeluk nya erat, mengusap air matanya dan kemudian mencium bibirnya, juga ********** dengan kasar.


"Emmm...Hentikan." ucap Aline, dan mendorong Lexi.


"Kenapa, bukankah ini yang kau inginkan, bercinta denganku kan." jawab Lexi.


"Kau semakin aneh dan membuatku takut." ucap Aline, yang langsung menjauh dari Lexi.


Lexi yang semakin marah langsung mendekati Aline dan menggendongnya paksa.


"Turunkan aku Lexi, lepasin aku." teriak Aline, dan terus memukul dada Lexi.


"Diam..." Teriak Lexi.


Saat sudah didekat tempat tidur Lexi langsung melemparkan Aline, menindih dan melepaskan baju tidur Aline secara paksa sampai terlihat dengan jelas tubuh polos Aline tanpa sehelai benangpun. Aline menangis, tetapi Lexi tidak memperdulikan tangisan istrinya itu...


Tanpa pemanasan terlebih dahulu, Lexi langsung mengarahkan junior nya kedalam tubuh bawah Aline dan menekan nya kuat...


"Ahhhh sakit, tolong hentikan, kumohon hentikan..." jerit Aline, yang terus menangis dan semakin merasakan perih di bagian bawah tubuhnya.


Lexi seakan tidak peduli dengan rasa sakit yang dirasakan Aline, dia malah bertambah semangat memompa tubuh Aline.


Aline masih menangis tetapi dia hanya diam saja tidak lagi memperdulikan rasa sakit nya. Yang dia inginkan sekarang mencari tauh dulu apa yang dilakukan Lexi dibelakangnya, setelah itu bercerai dan pergi sejauh mungkin dari negara ini.


Saat Aline masih sibuk dengan pikirannya dan Lexi yang sudah hampir sampai diambang batas nya langsung mencengkram erat pergelangan tangan Aline.


"Aaaahhh....." Lenguh Lexi yang sudah mencapai kepuasan nya.


Lexi mencium kening Aline dan ******* bibirnya dengan sangat lembut.



Jam sudah menunjukkan pukul 07.00 pagi, Lexi juga sudah berpakaian dengan rapi kembali. Dilihat nya Aline masih tertidur dengan nyenyak dan hanya ditutupi selimut.



Lexi mendekati Aline, mengelus wajahnya dan mencium bibirnya dengan lembut.




Lexi segera berlalu pergi meninggalkan Aline, yang ternyata sudah bangun dari tadi. Hanya saja dia berpura-pura untuk tidur, karena belum sanggup menatap Lexi atas perlakuan buruknya subuh tadi.



Aline kembali menangis, dan kemudian mengepalkan erat tangannya.



"Aku harus selidiki, apa sebenarnya yang disembunyikan Lexi dariku." ucap Aline.



Sean yang sedang dalam perjalanan menuju kantor, menjadi sangat kesal, karena ban mobil yang dikendarai nya tengah bocor. Mau tidak mau, suka tidak suka, Sean terpaksa harus mendongkrak ban yang bocor dan menggantinya dengan ban serep.


Tak berapa lama, Sean telah selesai mengganti ban mobilnya, dan tengah berdiri sejenak sambil menepuk nepuk lengan kemejanya yang kotor terkena debu.


Baru saja akan membuka pintu mobilnya, tiba tiba sebuah mobil melintas dan menciprati Sean dengan genangan air kotor sisa hujan semalam.


"Argggh sialan, brengsek." teriak Sean dengan sangat marah, lalu memperhatikan kemeja kerja nya yang kotor.


Tampak dari kejauhan seorang wanita cantik turun dari mobil yang menciprati Sean tadi dan berjalan dengan cepat kearahnya.


"Maafkan saya tuan, saya tidak sengaja mengotori kemeja anda." ucap Wanita itu.


Sean yang tengah berjongkok mengambil ponselnya, langsung mengangkat wajahnya. Saat mendengar suara perempuan meminta maaf kepada nya, tetapi tiba tiba mata Sean melotot melihat wanita yang tengah berdiri di depan nya itu.


"Kau lagi, kenapa setiap bertemu dengan mu hari hari ku jadi sial." teriak Sean dengan sangat marah.


"Hah, bukan kamu pria pemilik mobil yang pernah aku tabrak kan?" ucap Sashi.


"Aku tidak mau tauh, sekarang kau bersihkan kemejaku atau ganti yang baru." ucap Sean.


"Ohh...Ya ya baik, aku akan mengganti dengan yang baru. Kebetulan didalam mobil ku, ada kemeja baru, yang tadinya mau aku berikan ke ayah ku, tapi gapapa tuan bisa pakai dulu." ucap Sashi yang langsung berlari kearah mobil nya.








** To be continued **