
California Amerika...
Aline masih belum bisa tertidur, meski jam sudah menunjukkan pukul 02.00 tengah malam. Dia sangat gelisah dan ingin tauh, apa yang membuat Lexi belum juga pulang.
Memang hampir beberapa minggu ini pekerjaan yang dilakukan Lexi bisa sampai tengah malam karena itu dia selalu lembur, tetapi tidak seperti malam ini, sekarang bahkan sudah lewat tengah malam, ponsel nya juga tidak bisa dihubungi.
"Kenapa Lexi belum juga pulang, ponselnya juga tidak bisa di hubungi. Aku benar benar khawatir, apa dia baik baik saja sekarang." ucap Aline, yang berjalan mondar-mandir tak bisa tenang.
Satu jam telah berlalu, jam sudah menunjukkan pukul 03.00, tetapi Lexi belum juga menampakkan batang hidungnya. Aline yang sudah sangat mengantuk, kini tertidur di sofa depan tv sambil menunggu Lexi.
***
Pagi hari telah menyapa, para asisten kediaman keluarga Williams semuanya telah sibuk dengan tugas masing-masing. Aline yang masih tertidur, tiba-tiba dibangunkan oleh seseorang yang memanggil namanya...
"Nonya Aline, nonya bangunlah." ucap Hans, yang ternyata adalah asisten Lexi.
"Hans, oh terimakasih telah membangunkan aku." jawab Aline.
"Kenapa nonya bisa tertidur di sofa?" ucap Lexi, sedikit bingung.
"Kamu pulang bersama suamiku?" tanya Aline, yang malah balik bertanya.
"Hah, tapi bukankah tuan Lexi sudah pulang dari tadi malam? Dan sekarang aku datang untuk menjemput nya." ucap Hans.
"Kamu tidak bersama dengannya dari tadi malam? Lexi tidak pulang ke rumah, aku menunggu nya, makanya aku sampai ketiduran di sini." ucap Aline, yang sudah mulai sedih.
Hans mulai mengerti, dia yakin jika sekarang Lexi pasti berada di apartemen Celine.
"Nonya tenanglah, aku pergi dulu. Mungkin tuan tidur dikantor, aku akan segera menjemputnya, tuan akan pulang sebentar lagi." ucap Hans.
"Ya baiklah, terimakasih Hans." ucap Aline.
"Sama sama, aku pergi dulu." jawab Hans.
Aline hanya menganggukkan kepalanya, ia sudah mulai sedikit tenang, dan tidak lagi kepikiran buruk jika Lexi tidak pulang ke rumah, sudah pasti tidur dikantor, tak mungkin kan ketempat lain. Itulah yang sekarang dipikirkan Aline saat ini, tanpa tauh kebenaran yang sebetulnya telah terjadi...
***
Lexi masih tertidur dengan sangat nyenyak, sambil memeluk Celine. Perut buncit Celine sudah sangat terlihat, kehamilan nya sudah menginjak 6 bulan.
Tadi malam saat Lexi akan segera pulang, tiba tiba perut Celine keram dan mengeluarkan sedikit darah sampai mengharuskan nya dibawah kerumah sakit. Lexi benar benar takut, jika terjadi sesuatu dengan kandungan Celine. Itulah yang membuatnya memilih tidak pulang, agar bisa menjaga Celine sepanjang malam tadi.
Hans sudah berada di depan pintu apartemen Celine dan mulai mengendor nya kencang.
Tok...Tok...Tok !!! Suara ketukan pintu diketuk Hans. Celine langsung terbangun mendengar pintu apartemennya diketuk seseorang.
"Honey, ada orang mengetuk pintu, cepatlah lihat siapa itu, benar benar sangat menggangu pagi pagi begini." ucap Celine.
"Hemm..." jawab Lexi, yang masih sangat mengantuk, karena dia baru bisa tertidur jam 5 pagi karena terus menjaga Celine.
"Bangun honey." ucap Celine.
"Ya ya, aku bangun." jawab Lexi langsung pergi menuju pintu dan hanya mengenakan boxer saja.
Saat pintu terbuka, berdiri lah sosok Hans yang benar benar kesal dengan Lexi.
"Ternyata kau, apa yang membuatmu sampai datang kesini pagi pagi hah." ucap Lexi.
"Jika tuan tidak pulang ke rumah, setidaknya kasihlah kabar ke Nyonya Aline." ucap Hans.
"Hans, kau hanyalah asistenku. Jangan terlalu ikut campur dalam segala urusanku." sarkas Lexi.
"Tadi aku datang kerumah dan mendapati Nyonya Aline tertidur di sofa ruang tamu, itu sudah pasti terjadi karena dia semalaman menunggu tuan pulang, tapi tuan malah berada disini." ucap Hans dengan menahan segala kekesalannya.
"Tunggulah aku di mobil, sebentar lagi aku menyusul." ucap Lexi, dan langsung masuk kedalam
.
"Hans, aku pulang dulu. Nanti aku datang lagi, jaga baik baik anakku." ucap Lexi.
"Kamu sudah mau pulang sekarang." ucap Celine.
"Hemm..." jawab Lexi dan langsung mandi untuk membersihkan diri.
***
Lexi sudah berada di dalam mobil bersama dengan Hans, dalam perjalanan menuju kerumah, tidak ada satu pun percakapan diantara mereka. Sampai tak terasa mereka sudah sampai...
Saat Lexi akan keluar dari mobil, dia diam sejenak dan berkata.
"Aku harap kau tetap bisa ku percaya Hans." ucap Lexi.
"Tentu Tuan." jawab Hans.
Lexi yang sudah berada didalam rumah, langsung menuju kamar untuk menemui Aline.
Saat baru saja membuka pintu dan masuk kedalam kamar, Lexi langsung terpana melihat Aline yang memakai lingerie seksi berwarna merah maroon. Aline duduk disandaran tempat tidur dan tersenyum melihat Lexi datang.
.
~ Seperti Inilah Penampilan Aline !
.
"Kenapa tidak pulang semalam, ponselmu juga tidak aktif, aku rindu." ucap Aline, yang langsung memeluk Lexi.
"Semalam aku lembur, maaf ya sayang. Ponsel ku mati itu karena aku lupa mencarger nya." jawab Lexi.
"Hem, lain kali kabari aku jika akan lembur." ucap Aline lalu mengecup bibir Lexi.
Lexi membalas ciuman Aline dan mulai ******* bibirnya. Ciuman yang awalnya lembut berubah menjadi panas, Aline menginginkan lebih dari sekedar berciuman...
Lexi mulai melepaskan lingerie Aline dan mengeksplorasi seluruh tubuhnya, Aline yang sudah tidak sabar, langsung menggeliat geliat kan tubuhnya karena perlakuan suaminya itu.
Tubuh Aline benar-benar selalu membuat Lexi candu, dan benar saja... Lexi langsung menggendong Aline dan membaringkannya di tempat tidur sambil terus ******* bibirnya...
Aline yang sudah tidak sabar, membuka satu persatu kancing kemeja lexi. Saat tinggal melepaskan nya Lexi langsung menahannya, Aline menatap Lexi bingung.
"Aku lelah, maaf aku mandi dulu." ucap Lexi dan langsung meninggalkan Aline yang sudah polos tanpa sehelai benangpun.
Setelah Lexi masuk kedalam kamar mandi, Aline langsung menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut...
"Kamu Berubah, aku tauh pasti ada yang kamu sembunyikan dariku." ucap Aline didalam hati, dengan air mata yang sudah membasahi seluruh wajahnya.
•
•
•
•
•
** TBC **