Oppa Lee I Love You

Oppa Lee I Love You
Mengganggu Pikiran



Saat Arsen sudah kembali kedalam mobil, Max hanya diam saja. Tidak menanyakan apapun tentang hal yang terjadi tadi.


Mobil sudah masuk kedalam parkiran perusahaan, Arsen sudah kembali ke mood semula dingin dan acuh.


"Siapkan keperluan meeting sekarang, aku akan keruangan Jade." ucap Arsen.


'Baiklah." jawab Max.


Arsen langsung berjalan menuju lift untuk menemui Jade, orang yang menjadi kepercayaan dan direktur di perusahaan cabang Sky Hyarn.


Saat Arsen sudah berada di lantai empat, semua karyawan yang mengenali Arsen langsung menundukkan kepalanya.


"Pagi tuan Arsen." ucap para karyawan yang melihatnya.


Arsen yang sudah berada tepat didepan ruangan Jade, langsung saja masuk dan menekan kode pintunya.


Saat sudah berada didalam, Arsen tidak menemukan Jade dan malah mendengar suara suara laknat dari mulut orang yang bercinta.


Arsen yang memang sudah tauh tingkah dari seorang Jade si keparat penjahat kelamin yang memang menjijikan dan tidak tauh tempat.


Aaahh....Aaahh....Aaaahh.... Faster Jade Faster." terdengar suara seorang Wanita.


Arsen langsung saja menendang pintu kamar rahasia di dalam ruangan direktur itu.


"Ahhh siapa....!" ucap Jade dan Wanita itu yang tak lain adalah sekretaris nya sendiri Verra.


"Arsen." ucap Jade sangat terkejut dan langsung memakai celananya. Sedangkan Verra menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Kau memang tidak tauh tempat, di saat sedang bekerja pun bisa bisa nya kau seperti itu. Mengotori perusahaan ku saja." kesal Arsen.


"Heee... Ayo kita bicara diluar saja." ucap Jade langsung mengambil kemeja yang teronggok di lantai dan memakainya.


"Maaf, tadi Vera sangat mengiurkan makanya aku jadi tidak tahan. Ehmm... Aku tidak mengira kau akan datang sepagi ini." ucap Jade.


"Kau kan hanya sibuk bersama para wanita, tidak akan tauh jika sekarang ada masalah pembangunan Resort di sini kan?" ucap Arsen.


"Aku tauh, itu hanya karena surat perizinan kita belum lengkap. Maka dari itu menjadi sedikit tertunda." jawab Jade.


"Cepat lah keruangan meeting, aku akan kau melakukan persentasi." ucap Arsen.


"Hah sekarang?" tanya Jade.


"Tidak tahun depan." jawab Arsen yang langsung pergi meninggalkan Jade.


"Aduh sialan, kenapa manusia es batu itu datang tidak memberi tauh dulu. Kalo gini bisa gawat, persentasi ku tidak akan bagus." ucap Jade.


"Honey, apa tuan Arsen sudah pergi." tanya Vera.


"Iya, cepatlah benarkan bajumu. Kita meeting sekarang." ucap Jade.


"Ohh... Iya iya." jawab Vera.







Max yang memeriksa beberapa laporan pengeluaran dan pemasukan perusahaan, sedangkan Arsen hanya diam dan sedikit termenung.



Jade dan Verra juga ikut diam, mengingat apa yang terjadi tadi antara dia dan Verra.



"Bagaimana Jade, apa kau sudah siapkan bahan presentasi." ucap Max.



"Oh ya ya sudah." jawab Jade.




Tetapi tidak dengan Arsen, pikirannya malah jauh melayang tentang memikirkan Aline, dan itu benar-benar sangat Menggangu Pikiran.



"Bagaimana tuan Arsen, apa yang saya persentasi kan sesuai dengan kebutuhan perusahaan." tanya Jade.



Arsen hanya diam, dia bahkan tidak menyadari jika sekarang semua orang yang berada diruang meeting tengah memperhatikannya.



"Tuan, tuan Arsen." ucap Max lalu menepuk pelan pundak Arsen.



"Ohh... Maaf semuanya, seperti nya saya tidak enak badan. Meeting ini saya serahkan dulu sama Max asisten saya, terimakasih." ucap Arsen.



Arsen langsung berdiri dan melangkah pergi dari ruangan meeting, Max segera mengambil alih meeting kali ini.



Sedangkan Jade, langsung tersenyum senang dan bahagia karena Arsen tidak jadi memarahi nya.



Notes : Jade adalah teman Arsen sekaligus manager perusahaan cabang dan Resort Sky Hyarn di pulau Lombok. Jade sebenarnya asal Jakarta, tetapi karena kekasihnya Verra orang Lombok ia pun memilih menetap disana, agar bisa terus bersama sang pujaan hati yang sebentar lagi akan menjadi istrinya itu.



~ **Visual Jade** !



![](contribute/fiction/3840286/markdown/33662331/1645341296803.jpg)








~ **Visual Verra** !



![](contribute/fiction/3840286/markdown/33662331/1645341296807.jpg)










\*\* To Be Continued !