Oppa Lee I Love You

Oppa Lee I Love You
Mari Kita Hidup Bahagia



Viola kini sudah berada di dalam kamar hotel tempat diadakan pesta pernikahan nya dengan Steve, ia duduk di depan kaca meja rias untuk membersihkan sisa makeup nya.


Viola menatap wajahnya, tersirat raut wajah gugup dan cemas dari wajah Viola. Malam ini adalah malam pertama nya bersama Steve, ia takut Steve akan kecewa pada nya. Sebab ia bukan lagi gadis perawan seperti dulu saat ia menikah dengan Arsen, Viola menjadi semakin tidak percaya diri.


"Hah... Aku benar benar tidak percaya diri, bagaimana jika nanti Steve kecewa dengan ku." lirih Viola yang langsung bangun dari duduknya untuk membersihkan diri ke kamar mandi.


*


*


*


Steve kini sedang minum bersama Verro, Dad Antonio dan Daddy Arron. Mereka tertawa bersama dengan penuh canda tawa, Steve sebenarnya sudah ingin pergi tapi Verro terus menahannya.


"Kamu jangan terlalu banyak minum Steve, ini bukan kah malam pertama mu bersama Viola. Lebih baik sekarang kamu cepat lah naik ke kamar mu." ucap Daddy Arron.


"Hem... Iya Dad, aku juga sudah lelah dan sangat mengantuk." jawab Steve yang langsung bangun dari duduknya, dan bersiap untuk naik ke kamar nya.


"Kamu baru minum satu gelas saja, minum lah satu gelas lagi untuk menghangatkan tubuh mu sebelum bertempur haha." ucap Verro yang langsung tertawa renyah.


"Kamu juga kembali lah ke kamar mu, Daddy dan Om Antonio juga mau tidur." jawab Daddy Arron yang langsung di sambut anggukan kecil dari Dad Antonio.


"Hem... Iya, aku pun juga sudah lelah." jawab Dad Antonio.


"Iya kalian pergilah semua, biar aku sendirian disini." ucap Verro dengan raut wajah kesalnya.


"Oke....!" jawab Steve, Dad Antonio dan Daddy Arron bersamaan.


"Kompak bener, huh dasar tiga serangkai." ucap Verro dengan wajah cemberutnya.


*


*


*


Steve kini sudah berdiri didepan pintu kamar nya, ia langsung saja masuk kedalam untuk melihat Istrinya.


Saat pintu sudah terbuka Steve langsung tertegun melihat Viola yang tengah tertidur dengan mengenakan lingerie seksi.


Dengan senyum mengembang nya Steve mulai mendekati Viola, ia terus memandangi wajah teduh istrinya yang tengah terlelap.


Steve hanya bisa menelan ludah nya kasar, saat ia melihat tubuh mulus istrinya yang kini terpampang nyata di hadapannya, dengan cepat Steve langsung menutupi tubuh istrinya itu dengan selimut.


"Kenapa saat tidur pun kamu sangat menggoda iman ku sayang?" lirih Steve dengan tatapan sendu nya kearah Viola, lalu ia mencium sekilas bibir istri nya itu.


.


Saat Steve akan menuju kamar mandi, Viola mulai mengeluarkan suaranya.


"Istrimu tentu sangat lah menggoda, jadi tunggu apa lagi." jawab Viola yang sudah membuka kedua matanya sambil cemberut.


Steve langsung berhenti dan menolehkan kepalanya, ia tersenyum senang melihat tingkah imut istrinya itu.


"Kenapa bangun? Tidurlah lagi." ucap Steve yang kini sudah duduk di atas tempat tidur tepat di samping Viola.


"Maafkan aku yang malah tidur duluan ya, seharusnya aku menunggu suamiku dulu agar bisa barengan." jawab Viola dengan wajah bersalah nya.


"Tidak perlu menungguku sayang, jika kamu sudah mengantuk tidur lah duluan aku gapapa kok." ucap Steve yang langsung memeluk erat tubuh istrinya itu.


"Beneran? Terimakasih sayang." jawab Viola yang juga membalas pelukan erat suaminya itu.


"Iya, aku mandi dulu ya, badan udah gerah dan lengket nih." ucap Steve yang sudah melepaskan pelukan hangat nya.


"Hem oke." jawab Viola dengan tersenyum.


Steve kini beranjak bangun dan pergi menuju kamar mandi, didalam kamar mandi jantung nya terus berdegup dengan sangat kencang. Ia benar benar gugup untuk melewati malam indah bersama Viola.


*


*


*


Steve akhirnya keluar dari dalam kamar mandi dengan mengenakan handuk kimono nya.


Viola yang melihat suaminya itu sudah keluar dari kamar mandi hanya bisa terdiam, dan terpana melihat ketampanan Steve yang luar biasa. Tetesan air yang turun dari rambut nya semakin menambah kesan sexsi pada suaminya itu.


Steve yang sadar Viola kini tengah memandangnya, mulai menggodanya.


"Apa suamimu ini sangat lah tampan, sampai membuat air liur mu itu jatuh menetes sayang." ucap Steve dengan senyum menggodanya.


Viola yang mendengar Steve memanggil namanya, dan tengah mengatakan hal memalukan itu langsung saja replek mengelap air liurnya. Tapi ternyata..... Steve tanya mengerjai nya.


Steve kini tertawa senang, ia benar benar terhibur melihat raut wajah kesal istrinya itu.


"Kenapa mengerjai ku, dasar Dokter tengil huh." ucap Viola yang langsung melemparkan bantal tepat ke wajah Steve.


Steve yang mendengar Viola memanggil nya dengan sebutan Dokter tengil, langsung saja menghampirinya dan mulai menggelitiknya.


Viola yang di gelitiki Steve, terus saja tertawa. Ia benar benar sudah tidak sanggup lagi jika Steve terus menggelitiknya seperti saat ini, sampai akhirnya Viola mulai mendorong Steve hingga jatuh terlentang di bawahnya.


Mereka berdua kini malah tertawa bersama, rambut Viola dan Steve sudah berubah acak acakan. Sampai akhirnya, entah siapa yang memulai duluan yang pasti bibir mereka sudah saling bertemu...


Ciuman yang awalnya lembut kini sudah saling menuntut,


"Sayang aku menginginkan mu." ucap Steve dengan suara yang sudah berubah serak.


Viola hanya bisa mengangguk kan kepalanya, karena sebenarnya ia juga sudah menunggu dari tadi kata kata ini keluar dari mulut Steve.


Steve mencium lembut kening Viola, lalu turun ke mata, ke pipi dan lanjut ke bibirnya. Ia juga ******* lembut bibir Viola, meresapi rasa manis dari bibir istrinya itu.


Tidak puas hanya di bibir, Steve beralih mengecup leher Viola sampai meninggalkan banyak bekas kemerahan di sana, sebagai tanda bahwa Viola adalah milik nya.


Saat Steve mendengar suara indah yang keluar dari bibir Viola, ia semakin tidak tahan untuk melanjutkan ke hal yang lebih jauh lagi.


"Sayang, kita mulai ya." ucap Steve dengan wajah yang sudah memerah menahan ga*rah.


Viola hanya bisa mengangguk kan kepalanya saja, tanda ia setuju dan juga sudah pasrah. Steve yang melihat istrinya sudah mengizinkan dan juga sudah pasrah langsung saja mulai melakukan nya...


.


"Terimakasih, i love you my wife..!" ucap Steve lalu menciumi seluruh wajah Viola, ia tersenyum bahagia karena sekarang Viola sudah menjadi istri sah nya yang halal.


"I love you too my husband." jawab Viola yang juga tersenyum.


"Mari Kita Hidup Bahagia" selamanya, hanya ada aku, kamu dan anak anak kita." ucap Steve dengan tatapan penuh cinta dari raut wajahnya.


"Hem.... Tentu." jawab Viola yang juga tersenyum bahagia.


Kini sepasang pengantin baru itu, kembali mengulangi nya sampai subuh menjelang barulah keduanya berhenti, dan tidur sambil berpelukan....


.


Mohon admin loloskan bab satu ini, saya sudah revisi sampai 5 kali. Terimakasih 🙏


*


*


*


*


Bersambung....


.


.