
Disebuah dapur apartemen mewah, Viola tengah sibuk belajar memasak dari ponsel nya. Sudah beberapa hari setelah pulang dari Maldives, dia terus belajar memasak walaupun hasilnya selalu gagall, seperti gosong, keasinan, entahlah.
Pagi ini adalah hari keempat Viola belajar memasak, dan nasi goreng seafood buatan nya kali ini, ya lumayanlah dari pada empat hari yang lalu.
Saat akan membuat coffe untuk Arsen, Viola yang tidak berhati-hati, tersiram air panas dan membuat pergelangan tangannya merah dan sedikit melepuh.
"Awww..." jerit Viola.
Arsen yang baru keluar dari dalam kamar mandi, langsung berlari saat mendengar teriakan istrinya.
"Sayang kenapa." ucap Arsen panik.
"Aku gak papa." jawab Viola sambil menyembunyikan tangan nya kebelakang tubuhnya.
Arsen langsung mendekati Viola dan meraih tangan nya.
"Apanya yang tidak apa apa, tangan mu sampai merah dan melepuh begini." ucap Arsen.
"Maafkan aku, itu karena aku tidak hati hati jadi sampai tertumpah air panas." jawab Viola.
"Duduk dulu, aku akan obati." ucap Arsen berlalu pergi untuk mengambil kotak obat.
Arsen mengolesi salep di pergelangan tangan Viola, dia sedikit kesal. Karena istrinya itu tidak mendengar kata kata nya, yang tidak usah memasak untuknya.
"Besok pagi ada asisten rumah tangga yang akan memasak untuk kita, kamu gak perlu masak lagi." ucap Arsen.
"Tapi aku suka masak untuk Oppa." jawab Viola.
"Aku rasa tidak perlu." ucap Arsen
Memangnya kenapa, aku hanya tinggal belajar sedikit lagi. Semua orang yang bisa memasak awalnya juga tidak bisa kan." teriak Viola.
"Jika masak, sampai membuat kamu terluka seperti ini, buat apa hah." ucap Arsen, yang sudah mulai menaikan bariton suaranya.
"Aku hanya ingin menjadi istri perpect, yang bisa selalu kamu andalkan, bisa memasak, mengurus kamu, semuanya." ucap Viola, yang sudah hampir menangis.
"Dengar Viola, aku hanya tidak mau kamu sampai terluka lagi. Tolong menurut lah kali ini." ucap Arsen.
Viola yang kesal, langsung berlari dan pergi meninggalkan Arsen.
Arsen sudah berada di ruangan kerjanya, kepala nya pusing memikirkan kejadian tadi pagi. Viola tidak mau bicara dengannya, pergi ke klinik pun sampai tidak pamit dan mengendarai mobil nya sendiri.
"Huhhh.... Kenapa malah jadi begini, aku bisa rugi jika Viola ngambek nya kelamaan, bisa bisa junior ku jadi lapuk." ucap Arsen.
Max yang masuk kedalam ruangan Arsen tanpa mengetuk pintu dulu, sedikit mengagetkan Arsen.
"Ada apa, kenapa gak mengetuk pintu dulu." ucap Arsen.
"Kita ada pertemuan lagi di perusahaan Giorgino, kali ini kita akan rapat dengan CEO nya langsung. Pak Freddy sudah menyerahkan perusahaan dengan anak nya." ucap Max.
"Jam berapa?" jawab Arsen.
"Setelah makan siang." ucap Max.
"Oh baiklah, aku pergi dulu." jawab Arsen.
"Mau kemana." ucap Max.
"Huhhh...Dasar bucin akut, dulu aja bilang nya gak mau." ucap Max.
Viola bersiap untuk pergi keluar makan bersama teman temannya. Sudah hampir sebulan menikah, dia jarang sekali kumpul bareng teman temannya.
"Ery, aku akan makan diluar. Mungkin aku agak lama, jadi handle dulu semuanya ya." ucap Viola.
"Oke siap mbak." jawab Ery.
Saat Viola sudah akan memegang kenop pintu, Arsen mendorong pintunya dan itu membuat Viola kehilangan keseimbangan nya.
"Ahhh..." ucap Viola yang memejamkan matanya.
"Kenapa gak hati hati." uap Arsen.
Viola langsung membuka matanya, dan melihat Arsen tengah memeluknya.
"Lepasin, ngapain kesini." ucap Viola ketus.
"Liat istri aku lah, masa liat Ery." ucap Arsen.
Ery malah jadi senyum senyum, karena namanya di sebut Arsen.
"Ery, kamu belilah makanan buat kalian semua yang ada disini." ucap Arsen, sambil memberikan 15 lembar uang seratusan.
"Waah kita di traktir tuan Arsen ya." jawab Ery.
"Yaa pergilah sana." ucap Arsen.
Makasih, tuan Arsen." jawab Ery dengan tersenyum senang.
Viola melototkan matanya, melihat Arsen.
"Ngapain kamu sampai traktir semua karyawan aku." ucap Viola.
"Sayang aku kangen, boleh ya." ucap Arsen.
"Gak ada, aku mau keluar makan bareng teman temanku, udah sana mending kamu balik lagi ke kantor." ucap Viola.
"Kamu masih marah." ucap Arsen.
"Aku gak marah, cuma aku KECEWA sama kamu." teriak Viola.
"Ya maaf." ucap Arsen sambil menangkupkan kedua tangan nya memohon maaf.
"Ya udah aku maafin, tapi sekarang Oppa pergilah." ucap Viola.
"Ya aku pergi, tapi boleh ya." ucap Arsen, dan langsung saja menggendong Viola menuju kamar tidur tersedia di ruang kerja Viola.
Mulailah mereka melakukannya, terdengar suara des*han dari keduanya.....!!
•
•
•
•
•
•
** Selamat membaca sayang ku ❤️
By : @alesya_arabella 🪶