Oppa Lee I Love You

Oppa Lee I Love You
Aku Membencinya



Arsen akan mengadakan pertemuan untuk menjalin kerjasama dengan perusahaan Linsey grup, sudah beberapa hari ini juga Max pun di buat sibuk oleh nya.


"Semua nya sudah siap, tinggal menunggu saja kedatangan mereka." ucap Max.


"Ya baiklah." jawab Arsen.


.


Tak berapa lama, pimpinan perusahaan Linsey grup telah tiba di perusahaan Sky Hyarn.


Seorang wanita cantik dengan penampilan yang menarik berdiri tepat di depan Arsen, Arsen menyambut nya dengan ramah.


"Perkenalkan saya Zilvana, pimpinan Linsey Grup." ucap Zilvana sambil mengulurkan tangannya.


"Saya Arsen, CEO Sky Hyarn Grup." jawab Arsen.


"Mari silahkan duduk Nona Zilvana." ucap Arsen.


"Senang berjumpa dengan anda tuan Arsen, ternyata anda lebih tampan jika dilihat langsung dari pada di foto atau majalah bisnis." jawab Zilvana dengan tersenyum menggoda.


"Terimakasih." ucap Arsen dan membalas senyuman Zilvana.


"Mengenai kerja sama yang akan kita lakukan, saya sudah menandatangani nya." ucap Zilvana.


"Berarti Nona Zilvana menyetujui kerja sama ini." jawab Arsen.


"Yah sepertinya begitu, saya tertarik dengan kemampuan tuan Arsen dalam mengembangkan kemajuan perusahaan Sky Hyarn." ucap Zilvana.


"Anda terlalu berlebih lebihan Nona." jawab Arsen.


"Now, saya memang sudah lama ingin menjalin kerja sama dengan perusahaan Sky Hyarn Grup karena pasti akan saling menguntungkan. Dan saya juga sudah lama mengagumi semuanya tentang anda tuan Arsen." ucap Zilvana yang terus menggoda.


Arsen yang sudah paham maksud dari kerja sama yang saling menguntungkan, langsung saja Arsen tersenyum devils.


Zilvana tanpa malu duduk di pangkuan Arsen, dan membuka kancing baju nya menampilkan buah dada nya yang cukup besar.


Arsen yang melihat nya, langsung saja meremas dan ******* buah dada Zilvana yang berukuran jumbo.


"Ahhh....!" lenguh Zilvana.


"Mau kita teruskan disini atau ke hotel." ucap Zilvana.


"Lebih baik di hotel, ini kunci mobil ku, tunggu aku di parkiran basemen." jawab Arsen.


"Ok..." ucap Zilvana.


***


Zilvana telah keluar dari ruangan Arsen, Max segera menghampiri Arsen untuk menanyakan bagaimana kerja sama nya.


"Bagaimana keputusan nya, apa semua lancar?" tanya Max.


"Lancar, Nona Zilvana mau berkerja sama dengan Sky Hyarn." jawab Arsen.


"Wahh bagus lah kalau begitu." ucap Max.


"Hemm..." jawab Arsen singkat.


Arsen sudah bersiap untuk pergi, dan langsung belalu dari ruangannya.


"Mau kemana?" tanya Max.


"Mau bercinta dengan Nona Zilvana." jawab Arsen.


"Jangan lupa kamu sudah punya tunangan, bahkan seminggu lagi kalian akan menikah." ucap Max.


"Aku membencinya." jawab Arsen.


"Sekarang bisa jadi memang benci, tapi tidak untuk esok dan seterusnya kan, isi hati siapa yang tauh." ucap Max.


"Jangan sok tauh, kau sudah seperti Sandra saja yang selalu sok tauh." jawab Arsen dan langsung pergi meninggalkan Max.


***


Arsen sudah berada di parkiran basemen, dan berjalan menuju ke arah mobil nya. Didalam mobil Arsen, Zilvana sudah menunggu nya.


"Apakah aku lama turun?" ucap Arsen.


Dalam perjalanan menuju hotel, Arsen melihat Viola tengah berdiri di pinggir jalan dengan seorang pria.


"Aku ingin sekali menghampiri nya, tetapi buat apa? Ah terserah lah, yang terpenting sekarang aku harus bersama Zilvana dulu." ucap Arsen di dalam hati.


"Tuan Arsen, apa anda sudah memiliki kekasih?" ucap Zilvana.


"Jika kita lagi diluar, panggil saja namaku, tidak apa apa dan kekasih aku tidak memiliki nya." jawab Arsen.


"Benarkah, tapi aku tidak percaya." ucap Zilvana tertawa.


Of course it's true." jawab Arsen.


(Tentu saja benar)


Yeah alright." ucap Zilvana.


(Ya baiklah)


***


Mereka telah berada di depan pintu kamar hotel dan masuk bersama.


"Aku akan mandi dulu, kamu bersiap siaplah." ujar Arsen.


"Siap." jawab Zilvana.


Arsen telah masuk kedalam kamar mandi, tiba tiba ponsel Arsen berdering.


Zilvana mencoba melihat siapa yang sedang menelepon Arsen.


.


"Gadis Aneh, siapa itu." ucap Zilvana dan membiarkan saja benda pipih itu terus berdering.


***


Arsen telah keluar dari kamar mandi, dan berjalan ke arah Zilvana.


"Ponsel mu terus berdering tadi, angkat dulu mana tauh penting." ucap Zilvana.


"Ohh..Ya terimakasih." jawab Arsen.


Arsen segera mengambil ponsel nya dah tertera siapa tadi yang telah menelpon.


"Huhh...Kenapa dia harus menelpon ku sekarang." ucap Arsen dan langsung mematikan ponsel nya.


"Siapa memang nya gadis aneh yang menelpon mu tadi?" tanya Zilvana.


"Adikku..." jawab Arsen santai, tetapi kenyataannya dia berbohong.


Zilvana mendekati Arsen dan mulai memajukan wajahnya untuk mencium bibir Arsen. Tetapi Arsen langsung menjauhi nya.


"Tunggu dulu, maaf Zi tapi aku tidak suka berciuman bibir, i'm sorry." ucap Arsen to the poin.


"Okay, no problem." jawab Zilvana.


Sebelum memulai pertempuran nya, Arsen selalu memakai pengaman. Arsen dan Zilvana melakukan hubungan seksual dan mencari kepuasan masing masing.









** To be continued **