Oppa Lee I Love You

Oppa Lee I Love You
Hamil ?



Dua bulan berlalu, kehidupan rumah tangga Viola dan Arsen semakin hari semakin bahagia saja. Arsen yang sudah memahami sifat Viola, tidak lagi melarang apa yang dia inginkan.


Seperti saat ini Viola tengah sibuk memasak berbagai macam makanan kesukaannya, tiap sore hampir dua minggu yang lalu, Viola selalu datang kerumah utama keluarga Lee hanya untuk belajar memasak dari Mama Gina, dan ternyata itu berhasil.


Arsen sudah duduk di kursi makan dan tengah memperhatikan Viola yang masih menyiapkan makanan untuknya.


"Oppa aku datang, nih makan lah, aku masak banyak." ucap Viola yang sudah meletakan berbagai macam makanan untuk sarapan Arsen.


"Makasih, istriku memang terbaik." ucap Arsen memuji Viola.


"Ohh....Tunggu, masih ada pudding buah buat makanan penutup nya." ucap Viola.


"Sayang udah nanti aja, sekarang kamu duduk dan makan juga." ucap Arsen.


"Ya...Hemm oke lah." jawab Viola.


Saat mulai memasukan makanan dan mengunyahnya, Viola terdiam dan mual mual, Viola yang sudah tidak tahan langsung berlari masuk kedalam toilet.


"Ueek..Ueek..Ueek!" Viola terus muntah muntah di toilet.


Arsen yang melihat Viola, langsung menyunggingkan senyumnya...


"Istriku seperti nya hamil, haha bentar lagi aku bakal jadi papa." ucap Arsen, yang sangat senang dan langsung berlari menyusul Viola di toilet.


"Sayang kamu udah gapapa?" ucap Arsen yang mengurut leher Viola.


"Udah lumayan, huhh kepalaku jadi pusing gini.' ucap Viola.


"Ayo istirahat dikamar, bentar lagi dokter Sintia datang buat periksa kamu." ucap Arsen dan langsung menggendong Viola menuju kamar mereka.



Dokter Sintia berteman dengan Arsen, dan dia juga anak dari Dokter Meliana dokter pribadi keluarga Lee.



Dokter Sintia sudah sudah berada di apartemen Arsen dan tengah memeriksa Viola yang sudah pucat dan terlihat lemah.



"Bagaimana istriku, apa yang terjadi dengan nya." ucap Arsen, dengan tidak sabaran.



"Aku sedang memeriksa, kamu tenang dulu dan lebih baik kamu keluar sana." ucap dokter Sintia.



"Kau mengusir di apartemenku sendiri." ucap Arsen melotot.



"Kalo kamu berisik terus dan tidak mau tunggu diluar, aku gak jadi nih periksa istrimu." jawab Sintia.



Arsen akhirnya mengalah dan langsung pergi menunggu di ruang keluarga.



Tak berapa lama dokter Sintia keluar dari kamar dan memberikan resep obat untuk Viola minum kepada Arsen.


"Apa yang menyebabkan istriku muntah muntah, dan sekarang keadaannya sudah membaik? Dan Apa dia sedang mengandung anakku." ucap Arsen dengan bahagia.


"Ya itu karena aku sudah tidak sabar ingin jadi ayah." jawab Arsen.


"Tapi Leon istrimu tidak sedang hamil, asam lambung nya malah kambuh, bisa karena kelelahan dan telat makan, maka dari itu dia mual dan muntah." ucap Sintia.


"Hah, jadi istriku tidak hamil?" ucap Arsen, terkejut dan menunjukkan raut wajah sedih.


"Kalian baru menikah tiga bulan lebih, tidak usah memasang wajah sedih segala deh." ucap Sintia.


"Mama dan Papa ku juga sudah tidak sabar ingin memiliki cucu, apa ada cara agar istriku cepat hamil sin?" ucap Arsen.


"Ada, program kehamilan. Datang aja dulu konsultasi ke rumah sakit, oke." jawab Sintia.


"Oke lah, nanti aku bicarakan dengan istriku dulu." jawab Arsen.


"Aku pergi dulu." ucap Sintia.


"Hemm..." jawab Arsen singkat.




Arsen tidak pergi kekantor, dia malah tertidur di samping Viola dan memeluk nya. Viola sudah mulai terbangun dan membuka matanya, dia sedikit terkejut mendapati Arsen tengah memeluknya dan masih berpakaian kantor.



"Apa dia tidak pergi kekantor?" ucap Viola.



Viola melepaskan tangan Arsen yang memeluk nya, saat akan beranjak bangun, Viola langsung terkejut mendapati Arsen sudah membuka matanya.



"Mau kemana?" ucap Arsen.



"Aku mau mandi dan masak, ini sudah siang. Apa Oppa tidak kekantor." ucap Viola.



"Kamu istirahat dulu, gak usah masak hari ini. Sintia tadi bilang kalo kamu kelelahan dan asam lambung kamu kumat, tunggu disini aku siapkan makan untuk mu." ucap Arsen.



Viola hanya bisa menurut dan mengangguk-anggukkan kepalanya saja.







\*\* See You ❤️