Oppa Lee I Love You

Oppa Lee I Love You
I'm Sorry Good Bye !



California Amerika...


Lexi yang baru saja turun, langsung kaget saat mendengar tangisan anaknya. Lexi berlari masuk kedalam kamar, dan melihat baby Axel yang tengah digendong Karen.


"Kemana Celine." tanya Lexi.


"Tadi pagi pagi sekali, nyonya Celine pergi tuan." jawab Karen.


"Oh shiit...!" kesal Lexi yang langsung mengambil baby Axel dari Karen.


"Apa dia sudah minum susu." tanya Lexi.


"Sudah tuan." jawab Karen.


"Oh sayang, apa yang harus Daddy lakukan." ucap Lexi yang sudah bingung bagaimana caranya untuk menghentikan tangisan Axel.


Aline menatap Lexi dari kejauhan, hatinya sakit melihat Lexi begitu mencintai bayi itu. Satu tetes air mata lolos begitu saja membasahi wajah cantiknya.


Ibu Mariah menatap Aline yang menangis, hatinya pun ikut pedih. Tapi dia tak bisa melakukan apapun agar nyonya nya itu bahagia.


Aline masuk kedalam kamar Celine dan mendekati Axel, Karen yang melihat Aline datang langsung menundukkan kepalanya.


"Biar aku gendong." ucap Aline.


Lexi yang mendengar suara indah milik Aline itu, langsung saja membalikkan badannya.


"Kau mau menggendongnya?" ucap Lexi.


"Iya." jawab Aline.


Lexi langsung memberikan baby Axel kepada Aline, dengan sabar Aline menggendong, lalu mengelus lembut bayi mungil itu sambil menyanyikan lagu indah untuknya. Tak berapa lama Baby Axel yang tadinya menangis, kini telah tertidur.


Tersirat senyuman indah terukir di bibir Lexi, berharap suatu hari nanti apa yang dilihatnya pagi ini menjadi sebuah kenyataan dan kebahagiaan di hidupnya dan Aline.



Aline yang tengah menyisir rambut dikamar nya, tiba tiba dikejutkan oleh kedatangan Lexi.



"Kenapa?" tanya Aline.



"Terimakasih sudah mau membantuku mengurus Axel." ucap Lexi.



"Hemm... Axel anak mu, dan sudah seharusnya aku juga membantu suamiku kan." jawab Aline yang langsung berdiri dan melangkah mendekati Lexi.



Aline menurunkan dress yang dikenakannya, lalu mendorong Lexi ke tembok dan \*\*\*\*\*\*\* bibirnya kasar.



Lexi sempat terdiam menikmati setiap sentuhan halus dari tangan Aline tanpa membalas ciuman istrinya itu. Aline tidak pernah agresif seperti saat ini, dan itu membuat nya menjadi bingung.




Aline melepaskan baju Lexi dan menjelajahi seluruh tubuhnya. Lexi benar benar seakan melayang sampai nirwana, merasakan setiap sentuhan wanita yang sangat dicintainya itu.



"Aaah....Aaah....Aahh....!" ******* indah yang keluar dari mulut Aline, semakin membuat Lexi bersemangat untuk menggempur nya.


"Sayang aku sudah hampir sampai." ucap Lexi, yang semakin cepat menggerakkan pinggulnya.


"Aaaahhhhh..........!!!" lenguhan panjang Lexi dan Aline secara bersamaan mencapai puncak kenikmatan.


Lexi dan Aline terus melakukan percintaan panas mereka, sampai tak terasa jika jam sudah menunjukkan pukul 11.30 AM.



Lexi yang sudah berada di kantor, dan tengah duduk dikursi kebesarannya terus saja mengembangkan senyuman.



Percintaan panas yang tadi pagi dilakukannya bersama Aline, membuat Lexi ingin cepat pulang dan merasakannya kembali.



Apalagi tadi Aline begitu sangat agresif, benar benar membuatnya candu. Lexi terus saja fokus memperhatikan foto Aline di ponselnya dengan tersenyum senang, melupakan sejenak pekerjaan kantor yang telah menumpuk saat ini.



Hans yang sejak tadi memperhatikan Lexi, hanya bisa bingung dengan apa yang sedang dipikirkan tuan nya itu sampai terus menerus tersenyum. Tanpa ada niatan bertanya, Hans pergi meninggalkan ruangan Lexi.



"Baru beberapa jam aku pergi, tapi aku sudah sangat merindukan istriku." lirih Lexi.



Aline berdiri didepan kaca dengan sepucuk surat ditangannya langsung meletakkannya di atas nakas. Keputusannya pergi meninggalkan Lexi, adalah jalan terbaik baginya dan juga bagi Lexi.


Saat Aline sudah berada di luar pintu kamar, air mata yang sedari tadi ditahannya jatuh juga.


"I'm Sorry Good Bye !" lirih Aline.








** To Be Continued !