Oppa Lee I Love You

Oppa Lee I Love You
Aku Hamil



Arsen terduduk lesu di sofa kamarnya, pikiran nya kini sedang kacau. Ia kesal karena kedua orangtuanya tidak memihak padanya, melainkan pada Viola.


"Apa bagus dan spesial nya Viola. Bahkan Mama sampai mengatakan tidak akan pernah mau menerima Aline." kesal Arsen yang kini sudah menjambak rambutnya sendiri.


Arsen menatap foto pernikahan nya dengan Viola, lalu langsung menurunkan bingkai foto berukuran besar itu yang terpajang di dinding kamar dan menyimpannya ke dalam lemari.


Arsen segera keluar dari kamar, dan bergegas pergi kekantor.


***


Aline sudah bersiap ingin menemui Arsen di kantornya, ia harus segera mengatakan kehamilan nya pada Arsen saat ini juga.


Perasaan takut dan gelisah sedang menyelimuti hati Aline, bagaimana jika nanti Arsen tidak mempercayai nya. Apa lagi mereka baru satu kali melakukannya...


..."Tenang Aline, kamu tidak perlu cemas yang berlebihan. Arsen sangat mencintai kamu, sudah pasti dia akan mempercaimu." gumam Aline didalam hati....


Aline langsung bergegas pergi keluar dari apartemen, ia harus mengatakan kehamilannya kepada Arsen. Karena lama kelamaan, perut nya sudah pasti akan segera membuncit.


.


Aline sudah sampai di depan perusahaan Arsen, tapi ia masih berada didalam mobil yang Arsen berikan padanya.


"Aku harus menelepon Arsen dulu, supaya aku bisa langsung masuk kedalam ruangan nya, tanpa harus bertemu wanita sialan di bagian resepsionis itu." ucap Aline dengan raut wajah kesalnya.


"Hallo Arsen?" ucap Aline lewat panggilan teleponnya.


"Hemmm... Ada apa?" jawab Arsen singkat saja.


"Aku sudah berada diparkiran perusahaan mu, ada hal penting yang mau aku bicarakan." ucap Aline yang langsung to the poin kepada Arsen.


"Tentang apa?" tanya Arsen dengan begitu cueknya.


"Ini sangat penting, aku tidak bisa membicarakan nya lewat telepon." jawab Aline yang sudah hampir kesal dengan sikap Arsen.


"Aku akan segera meeting, nanti kita sambung lagi." ucap Arsen yang langsung akan mematikan sambungan teleponnya.


"Arsen tunggu dulu." jawab Aline.


"Ada apa lagi, kau pulang lah dulu. Nanti aku akan keapartemen mu." ucap Arsen.


"Aku tidak mau, sekarang juga kau harus turun dan menemui ku. Tapi kalau kau tidak mau turun, aku akan segera menggugurkan anakmu yang sekarang tengah berkembang di rahim ku." jelas Aline yang sudah menjelaskan semuanya.


"Apa yang kau katakan?" tanya Arsen dengan raut wajah yang begitu sangat terkejut.


"Aku Hamil, dan janin yang sekarang aku kandung adalah anakmu." jawab Aline.


"Apa hamil? Itu tidak mungkin." ucap Arsen yang sudah mengusap kasar wajahnya.


"Dasar bajingan, kau memang brengsek Arsen. Aku hanya melakukan nya dengan mu, dan anak yang saat ini aku kandung memang milikmu." jawab Aline yang kini sudah menangis tersedu sedu.


"Aline dengarkan aku dulu, jangan menangis aku akan segera menemui, tunggu aku." ucap Arsen yang langsung bergegas pergi dari ruangan nya untuk menemui Aline diparkiran perusahaan nya.


Max yang tadi tak sengaja mendengar percakapan Arsen dan Aline, hanya bisa mengepalkan erat genggaman tangan nya.


"Kamu pasti sudah dijebak oleh Aline, aku harap kamu tidak menjadi pria yang sangat bodoh." lirih Max yang langsung pergi meninggalkan ruangan Arsen.


***


Arsen yang terus berlari menuju arah parkiran, akhirnya menemukan mobil Aline yang terparkir paling pojok.


Tok...Tok...Tok...! Arsen mengetuk kaca mobil Aline, Aline pun langsung membukakan pintu mobil agar Arsen segera masuk.


Arsen yang melihat mata Aline yang sembab karena terus menangis, langsung saja memeluk nya dengan erat.


"Maaf, aku mohon maafkan aku Aline." ucap Arsen yang terus memeluk erat Aline.


"Aku Hamil, dan bagaimana bisa kamu tidak percaya." lirih Aline.


"Maaf, ini terlalu mengejutkan bagiku." ucap Arsen.


"Jika kamu tidak percaya dengan anakmu yang sedang aku kandung, biar aku gugurkan saja." jawab Aline.


"Terimakasih jika kamu mempercayai nya, aku ingin kamu segera menikahi aku Arsen." jawab Aline.


"Kita pasti akan segera menikah, tapi tunggu perceraian ku dan Viola selesai dulu ya." ucap Arsen menjelaskan kepada Aline.


"Tapi kamu janji ya, kalo kamu beneran akan menikahi ku." jawab Aline.


"Iya tentu saja." ucap Arsen.


"Aku mencintaimu." jawab Aline.


"Aku juga." jawab Arsen.


"Tapi Aline, bagaimana kamu bisa hamil, sedangkan kita baru satu kali melakukannya?" tanya Arsen.


"Kamu sebenarnya ragu dan belum mempercayai ku kan?" ucap Aline yang kembali bersedih.


"Bukan begitu maksudku, aku hanya bertanya?" jawab Arsen yang kembali menenangkan Aline.


"Sewaktu kita pertama kali melakukannya, aku baru selesai datang bulan dan itu sedang masa subur." jelas Aline.


"Ohh... Aku sangat bahagia, karena akhirnya aku akan mempunyai anak." jawab Arsen yang langsung memeluk Aline lagi.


"Iya udah sekarang kamu masuklah kekantor, tadi bukannya kamu bilang akan meeting." ucap Aline.


"Max yang sudah memulai meeting nya." jawab Arsen yang langsung mencium lembut perut rata Aline.


"Ihhh.... Udah dong Sen, geli banget tahu." ucap Aline yang sudah tertawa kegelian.


"Hemm... Aku kan benar benar sangat bahagia, karena di perut mu ada calon anakku." jawab Arsen dengan tersenyum.


"Aku mau pulang, nanti kita sambung lagi pas kamu pulang dari kantor ya." ucap Aline yang juga tersenyum.


"Iya, hati hati dijalan, jangan terlalu ngebut mengemudi mobil nya." jawab Arsen yang langsung bersiap keluar dari mobil Aline.


"Hemmm.... Oke!" ucap Aline.


Saat Arsen baru saja keluar dari mobil Aline, Loly yang sedang berada di parkiran dan akan pergi karena ada kepentingan diluar perusahaan tak sengaja melihat Arsen dan Aline.


"Bukankah itu pak CEO, sedang apa dia di dalam mobil bersama wanita itu. itu bukan Ibu Viola istrinya, astaga jangan jangan pak CEO selingkuh. Hah yang benar saja." ucap Loly yang langsung bergegas masuk kedalam mobil, sebelum Arsen melihatnya.


Saat Arsen sudah benar benar tidak terlihat lagi di area parkiran basemen, Loly langsung menghembuskan nafas kasarnya.


"Semua yang namanya laki laki, memang tidak ada yang bisa di percaya. Dasar buaya....!" geram Loly dan langsung bergegas pergi meninggalkan perusahaan Sky Hyarn.


***


Arsen yang sudah berada didalam ruangan kerjanya, kini terus saja menyunggingkan senyumnya. Ia sangat bahagia, karena akan mempunyai anak dari wanita yang sangat dia cintai.


"Aku harap, saat Mama dan Papa mengetahui kehamilan Aline mereka mau menerimanya." lirih Arsen.


Max yang masuk tanpa mengetuk pintu, benar benar sangat mengejutkan Arsen.


"Ini laporan hasil meeting tadi, coba cek lah dan periksa kembali." ucap Max dengan tatapan mata yang sulit Arsen mengerti.


"Kau mengejutkan ku saja, kenapa kau tidak mengetuk pintu terlebih dahulu?" tanya Arsen dengan tatapan tajamnya.


"Aku sudah mengetuk nya terlebih dahulu, hanya saja kamu sendiri yang tidak mendengar nya, karena terlalu sibuk dengan pikiran mu sendiri." jawab Max dan langsung berlalu pergi dari hadapan Arsen yang masih melongo melihatnya.


"Haaa.... Apa apaan dia, siapa sekarang yang sudah menjadi CEO nya, aku atau dia. Sungguh menyebalkan, dasar manusia besi." umpat Arsen dengan begitu kesalnya.






** TBC **