
Satu bulan telah berlalu, setelah pertemuan kedua keluarga membahas perjodohan Viola dan Arsen.
Hari ini adalah hari pertunangan Viola dan Arsen, semua orang sedang sibuk menata halaman tempat di adakan nya acara.
Viola sedang di rias secantik mungkin oleh MUA yang telah di persiapkan oleh keluarga Lee.
"Vi gw benar benar gak nyangka lho bakalan yang nikah duluan dari kita semua." ucap Alice.
"Itu berarti doa gw waktu kita di Bali terkabul." jawab Tere.
"Emang apa doa lho Re." ucap Jovanka.
"Tere doakan supaya Vio langsung dapat jodoh aja, bukan kekasih lagi." jawab Clara.
"Udah udah, kenapa kalian yang bising. Gw tuh belum nikah kali, baru juga tunangan. Masih ada waktu 2 minggu lagi buat kita happy happy sebelum gw jadi nyonya Lee." ujar Viola.
"Huhhhhhh.... Mentang mentang bentar lagi jadi nyonya Lee, sombong." jawab Tere tertawa.
.
Arsen masih saja menyendiri di kamar nya, acara pertunangan ini semakin mengingat kan nya pada Aline.
"Aline, sudah 3 tahun berlalu tapi aku masih belum rela kalau kita benar benar sudah berakhir. Hari ini aku bertunangan lagi, tapi sayang aku tidak menginginkan nya." ucap Arsen pelan.
Tok..Tok..Tok.. Pintu kamar Arsen di ketuk.
"Kak, gue boleh masuk." ucap Sandra.
"Masuk aja." jawab Arsen.
Sandra masuk kedalam kamar Arsen, dan melihat kakaknya sudah Rapi dengan setelan jas yang sangat pas di badannya.
"Gue harap kakak bisa membuka hati untuk kak Viola." ucap Sandra.
"Kakak gak tauh." jawab Arsen.
"Gue yakin pasti kakak bisa, kak Viola itu lebih segalanya dari kak Aline. Mungkin sekarang kakak masih belum bisa melupakan kak Aline, tapi nanti jika kakak sudah hidup bersama, pasti rasanya beda." ucap Sandra yang sok bijak.
"Kamu itu, semakin hari sok tauh, pernikahan itu gak segampang yang kamu kira. Kamu bisa ngomong gitu, karena belum mengalami nya." jawab Arsen dingin.
"Gue emang belum mengalami nya sekarang, tapi nanti pasti juga mengalaminya, Lagian apa sih bagusnya kak Aline, jelas-jelas udah ninggalin kakak dan milih menikah dengan pria lain." ucap Sandra sedikit berteriak.
Arsen mengeras kan rahangnya, mendengar kata kata pedas dari Sandra.
"Lebih baik kamu pergi, dari pada disini buat aku bertambah pusing." ucap Arsen.
"Gue tuh kesini, sekalian nyuruh kakak turun. Tadi mama kasih pesan ke gue, huhh...!" jawab Sandra.
.
Arsen dan semua keluarga Lee sudah bersiap-siap untuk berangkat ke rumah keluarga Kendrich.
Oma Arsen juga datang, untuk melihat pesta pertunangan cucu kesayangannya.
"Kamu tenang aja, Oma pasti akan mendukung mu Arsen." ucap Oma Tince.
"Memang nya apa yang akan Oma dukung, akhirnya merestui perjodohan ini." jawab Arsen.
"Bukan begitu, Oma juga gak setuju kamu di jodohkan dengan wanita yang tidak kamu cintai. Tapi Oma mau tauh dulu, seperti apa pilihan Papa dan Mama kamu." ucap Oma Tince.
"Arsen ayo, udah waktunya berangkat sekarang." ucap mama Gina.
Arsen bersama rombongan sudah tiba di rumah keluarga Kendrich, tempat berlangsungnya acara pertunangan.
Mom Ariana, segera menyambut keluarga Lee.
"Jeng Gina ayo masuk." ucap Ariana.
Oma Tince melihat melihat sekeliling rumah calon tunangan cucu kesayangannya.
"Sepertinya dia juga dari keluarga terpandang, aku makin tidak sabar ingin melihat cucu menantu." ucap Oma Tince di dalam hati.
Sandra dan Oma Tince mereka sudah duduk di tempat yang sudah ditentukan para teman WO.
Gina, Joon, Antonio dan Ariana mereka tengah berbincang bersama para kolega perusahaan.
Sedangkan Arsen tengah bersama Max berbincang dengan para klien mereka.
***
Viola sudah selesai di rias, dan bersiap siap untuk turun karena acara pertunangan akan di mulai.
.
"Lho jadi makin cantik Vio." ucap Tere dan Alice.
"Ya lah diantara kita berlima Viola emang yang paling cantik." ucap Jovanka dan Clara.
Viola turun dengan diantar teman temannya. Semua para tamu terpesona melihat kecantikan putri keluarga Kendrich.
Max yang baru pertama kali melihat Viola, langsung saja tidak berkedip memandang nya. Arsen yang melihat tingkah Max, langsung saja menegur nya.
"Kau juga terpesona melihat nya Max." ucap Arsen.
"Yah, aku baru pertama kali bertemu wanita yang sangat cantik bahkan nyaris sempurna." jawab Max yang tidak tauh jika Arsen lah yang tengah menanyai nya.
"Ohh...Tapi kau harus tauh, jika wanita yang di depan mu adalah tunangan ku." ujar Arsen.
Max akhirnya tersadar, jika dia sudah salah.
"Maafkan aku, aku hanya kagum saja kok." jawab Max.
Penampilan Viola yang memakai kebaya peach, memang benar benar semakin cantik maksimal.
Badannya yang langsing dan wajah nya yang bak boneka Barbie, jelas akan membuat semua orang mengidam idamkan nya.
"Dia memang cantik, bahkan hari ini semakin bertambah cantik." ucap Arsen sedikit menyunggingkan senyum nya.
.
Arsen dan Viola sudah bertukar cincin, tema acara mereka di adakan secara outdoor. dua Minggu setelah pertunangan ini mereka akan melangsungkan akad nikah sekaligus pesta pernikahan.
"Vio selamat ya.." ucap teman teman nya. Tere, Alice, Jovanka, Clara, Albern, Alex, Dion dan Bian.
"Makasih semuanya." jawab Viola.
Arsen yang benar benar sangat bosan akhirnya memilih pergi.
.
Acara pertunangan sudah selesai, kedua keluarga tengah berkumpul. Dan membahas tentang acara pernikahan yang akhirnya di sepakati akan di selenggarakan di salah satu Hotel milik keluarga Lee.
Arsen yang makin bertambah bosan, akhirnya memilih untuk pergi dan duduk di taman belakang rumah keluarga Kendrich.
Viola yang melihat Arsen pergi hanya diam saja, tidak mau perduli. Tetapi tiba tiba Oma Tince mendekati Viola.
"Kamu harus bisa mendapatkan hati cucuku, dia pernah mengalami masa lalu yang menyakiti hati nya, ajaklah dia bicara." ucap Oma Tince.
"Hemm... Baiklah Oma." jawab Viola.
***
Arsen yang tengah berdiri di depan kolam renang tidak menyadari jika Viola sudah ada di samping nya.
"Tidak baik melamun di tengah malam seperti ini." ucap Viola.
"Bukan urusanmu." jawab Arsen.
"Aku tauh, mungkin Oppa belum bisa menerima kenyataan bahwa kita sudah bertunangan." ucap Viola.
"Tidak usah membahas hal yang tidak penting." jawab Arsen.
"Oke oke...! Tapi bisakah aku tauh masa lalu apa yang pernah menyakiti hati Oppa?" ucap Viola.
"Bukan urusanmu." jawab Arsen dan segera berlalu pergi meninggalkan Viola.
"Hemmm....Dia sangat susah di ajak bicara." ucap Viola.
Viola akhirnya gantian duduk sendirian, sambil menatap bintang di langit malam yang cerah.
"Ngapain disini?" ucap Sean.
"Aku lagi menatap bintang, malam ini cerah." jawab Viola.
"Tadi kakak melihat kamu sedang bersama Arsen, apa yang kalian bicarakan. Sepertinya dia kelihatan tidak senang." ucap Sean.
"Tidak ada yang kami bahas, dia kan memang selalu begitu." jawab Viola.
•
•
•
•
•
•
TBC