Oppa Lee I Love You

Oppa Lee I Love You
Dimana Kamu Selama Ini ?



Tere dan Viola sedang memilih gaun di Boutique langganan mereka, mata Viola tertuju pada sebuah gaun simple, tapi tetap elegan untuk ia pakai di Pesta pernikahan Jovanka.


"Vio lho tunggu dulu ya, gw mau coba gaun ini." ucap Tere.


"Hem.... Pergilah." jawab Viola.


Saat Viola juga hendak mencoba gaun yang ia pilih, ponselnya berbunyi. Sontak saja gaun yang sudah ia pegang ia lepaskan, Viola memilih mengangkat teleponnya menjauh dari keramaian pengunjung boutique.


Viola mulai menyunggingkan senyumnya, saat ia melihat siapa yang tengah meneleponnya.


"Hai sayang." ucap Viola yang mengangkat panggilan video call dari Steve.


"Hem... Lagi dimana?" jawab Steve.


"Aku sedang berada di Mall Grand bersama Tere, kami berbelanja Gaun untuk pesta pernikahan Jovanka." ucap Viola dengan wajah sumringah nya.


"Tunangan mu ini, lagi kangen kamu sayang." jawab Steve dengan raut wajah imut nya.


"Apaan sih, baru juga dua hari aku disini huh... Dasar gombalan receh." ucap Viola dengan raut wajah cemberutnya.


"Dua hari bagi tunangan mu ini, rasa dua tahun sayang. Cepat lah pulang, setelah acara Wedding Jovanka. Gak perlu sampai dua minggu disana, kasian Dad and Mom pasti kesepian gak ada kamu." jawab Steve.


"Bukan mereka yang kesepian, tapi kamu nya." ucap Viola yang sudah tertawa.


Steve pun ikut tertawa, meski ia hanya bisa melihat wajah Viola dari layar ponselnya ia sudah sangat bahagia, apalagi mendengar suara wanita sangat ia cintai itu....


"Sayang nanti aku telepon lagi, udah dulu ya. Aku ada operasi satu jam lagi." ucap Steve.


"Oke...!!!" jawab Viola.


"Jangan dekat dekat sama pria manapun, karena kamu udah milik aku." ucap Steve.


"Iya... Siap pak Dokter." jawab Viola.


"I love you." ucap Steve.


"Me, too." jawab Viola.


.


Viola yang sudah selesai menelpon, bersiap untuk masuk lagi kedalam boutique. Baru saja Viola membalikkan badannya, ia langsung saja menabrak seseorang yang memang berdiri tepat di belakangnya.


"Ah.... Aduh hidungku." lirih Viola yang masih memegangi hidungnya.


Viola yang kesal langsung saja mengangkat wajahnya, dan bersiap untuk memaki orang yang sudah membuat hidung nya kesakitan.


"Apa kau tidak punya ma..." ucap Viola yang tidak bisa melanjutkan lagi kata kata nya, saat ia sudah melihat siapa orang yang tengah berdiri di hadapannya saat ini.


"Dimana Kamu Selama Ini ?" tanya Arsen dengan tatapan sendu nya kearah Viola.


Viola tidak menjawab perkataan Arsen, ia langsung bergegas untuk segera pergi dari hadapan nya. Tapi baru saja Viola melangkah, Arsen sudah mencekal lengan nya.


"Kenapa kau malah seenaknya mau pergi begitu saja, tanpa menjawab dulu pertanyaan ku." teriak Arsen.


"Hentikanlah, apa yang sudah kau katakan. Kau bertanya seperti ini kepadaku, seakan akan kita masih ada hubungan. Ingat Tuan Arsen, kita itu sudah menjadi mantan, bahkan sejak satu tahun yang lalu." jawab Viola dengan tatapan tajamnya.


"Aku tahu, dan kita berpisah itu juga karena kesalahan ku. Maafkan aku Vi, aku ingin kita rujuk." ucap Arsen.


"Hahahaha.... Rujuk dengan mu?" jawab Viola dengan tatapan geli nya.


"Hem.... Kita rujuk, kita mulai lagi semuanya dari awal. Kali ini hanya ada aku dan kamu Vi, please sayang kembalilah padaku." ucap Arsen dengan tatapan yang sangat menyedihkan, sekaligus tidak tahu malu...


"Sayangnya kau sudah terlambat, karena aku sudah bertunangan dengan pria yang sangat mencintai ku dan aku pun mencintai nya, bahkan 5 bulan lagi kami juga akan segera menikah. Jadi maaf Tuan Arsen, seperti nya kita memang dari awal sudah tidak ditakdirkan berjodoh." jawab Viola dengan tatapan tajamnya.


"Aku tidak peduli, meskipun memang benar kau sudah bertunangan. Kau adalah milikku, dan aku juga akan merebut mu dari pria itu." ucap Arsen dengan tatapan tak kalah tajamnya.


Viola yang geram melihat tingkah Arsen, langsung mendekat dan menamparnya dengan begitu kuat.


Plak....! Bunyi tamparan yang sangat keras Viola layangkan di pipi Arsen, sampai meninggalkan bekas memerah diwajahnya. Pertengkaran keduanya, jadi tontonan semua orang yang berada di sana.


"Aku harap tamparan yang aku berikan kepada mu tadi, bisa segera membuat mu sadar, bahwa dulu kau lah yang telah membuang ku dan lebih memilih Aline. Jadi aku mohon, mulai detik ini menjauh lah dari hidupku." ucap Viola yang sudah menitikkan air matanya.


.


..."Benarkah yang Viola katakan, apa aku memang sudah terlambat, oh Tuhan apa ini hukuman yang harus aku terima." lirih Arsen di dalam hati....


.


Viola yang merasa tangan nya di lepaskan Arsen, langsung berlalu pergi meninggalkan Arsen yang masih saja terdiam...


***


Viola bergegas pergi dari Mall Grand, ia bahkan meninggalkan Tere yang masih berada di Boutique.


"Vio kemana sih, gw tungguin dari tadi juga gak datang datang." ucap Tere.


Tere yang masih duduk di Boutique, akhirnya mendengar beberapa orang yang membicarakan sepasang kekasih yang bertengkar.


"Gila banget tahu, tadi tuh cewek berani banget ya sampai nampar tuan muda dari keluarga Lee." ucap Para wanita karyawan boutique dan beberapa pelanggan.


"Iya ya, tapi hebat lah dia. Tuan Arsen sampai terdiam saja, tanpa berani membalas." jawab wanita lain nya lagi.


Tere yang mendengar nama Arsen, langsung paham. Jangan jangan Viola sudah berjumpa dengan Arsen, sampai akhirnya terjadi pertengkaran diantara mereka.


"Vio pasti sudah bertemu dengan Arsen, aku yakin. Hah, tahu gitu gw pulang aja dari tadi." lirih Tere.


.


Arsen yang sudah kembali lagi kekantor nya, hanya diam dan tak bersemangat. Ia masih ingat kata kata dari Viola tadi, untuk segera menjauh dari hidupnya.


"Hah, aku gak bisa Vi. Aku gak bisa menjauh dari hidup mu, aku gak rela jika kamu menikah dengan pria lain. Kali ini aku gak akan melepaskan kamu lagi." lirih Arsen dengan tatapan sendu nya.


Max yang masuk tiba tiba kedalam ruangan Arsen, sontak saja membuat Arsen murka.


"Tuan, kita akan segera meeting dengan perusahaan Matteo." ucap Max.


Arsen langsung saja melototkan matanya, ia yang memang sudah geram menatap Max dengan tatapan mematikan.


"Kamu kenapa?" tanya Max.


"Aku ingin kau cari tahu, siapa tunangan Viola. Dan ia selama ini menetap di negara mana?" jawab Arsen.


"Darimana kamu tahu jika Viola sudah bertunangan, bukan kah aku tidak pernah memberitahu mu." ucap Max yang sangat terkejut.


"Jadi kau tahu kalo Viola sudah bertunangan." jawab Arsen.


"Iya, tentu saja. Kau masih ingat gak, waktu aku Honeymoon di London aku pernah bilang, ada hal spesial yang ingin aku katakan padamu. Iya kan?" ucap Max.


"Hem... Iya, aku ingat." jawab Arsen.


"Viola memang sudah bertunangan, cuma aku belum menyelidiki tentang calon suami baru nya itu." ucap Max.


"Cari tahu Max, aku ingin tahu apa spesial nya pria itu. Sampai sampai Viola sudah melupakan ku." ucap Arsen..


"Hem... Baiklah!" jawab Max.






Hai semuanya, gak bosan bosan author's minta bantuan kalian untuk selalu, komen, like dan vote ya. Terimakasih Dear ❤️


** TBC **


.