Oppa Lee I Love You

Oppa Lee I Love You
Aku Pasti Akan Merindukan Mu



Steve tengah menghadiri seminar seputar kehamilan yang di selenggarakan di aula rumah sakit nya. Saat ia sibuk mencatat poin poin penting yang di tanyakan para pasien, tiba tiba saja Steve merasakan kepalanya sangat sakit.


"Arghh... Steve melenguh merasakan rasa sakit di kepala nya itu.


Verro yang melihat Steve seperti menahan rasa sakit, langsung mendekati nya.


"Kamu kenapa Steve, apa kamu baik baik saja?" tanya Verro dengan raut wajah khawatir.


"Tidak perlu khawatir, aku baik baik saja. Tolong lanjut kan acara nya, aku harus istirahat sebentar." jawab Steve yang langsung beranjak pergi meninggalkan acara seminar.


Para dokter yang berpartisipasi dalam acara seminar itu, menatap Steve dengan raut wajah khawatir.


"Apa benar dokter Steve baik baik saja?" tanya Dokter Margaretha.


"Iya, seperti nya dokter Steve hanya kelelahan." jawab Verro mencoba untuk kembali biasa saja agar para dokter tidak khawatir.


*


*


*


Steve kini sudah berada di ruangan kerja nya, ia pun langsung membaringkan tubuhnya di kamar pribadi yang berada di ruangan itu.


Penglihatan nya terasa buram, kepala nya yang terus berdenyut-denyut membuat Steve benar benar lemah.


"Hah... Ada apa ini, kenapa sakit kepala ku benar benar luar biasa. Lebih baik aku segera meminum obat, lalu mengistirahatkan tubuh ku sebentar." lirih Steve yang kini sudah meminum obatnya.


Tak berapa lama Steve pun tertidur dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya...


*


*


*


Dua jam sudah berlalu...


Steve kini mulai membuka kedua matanya, ia duduk sebentar di atas tempat tidur lalu mulai berjalan kearah kamar mandi untuk mencuci muka.


Saat Steve melihat jam yang melingkar di tangan nya, ia pun nampak terkejut.


"Astaga, sudah dua jam aq tertidur. Apa acara seminar sekarang sudah selesai." lirih Steve yang langsung bergegas keluar dari ruangannya.


Saat Steve baru saja akan melangkah ke arah pintu, pintu ruangannya sudah di buka oleh Verro.


"Verro?" ucap Steve.


"Hem... Bagaimana keadaan mu sekaran?" tanya Verro.


"Aku sudah baikan, oh ya apa acara seminar nya lancar?" jawab Steve.


"Iya semuanya lancar, besok pagi kita harus segera berangkat ke Indonesia." ucap Verro.


"Hah... Kenapa harus pergi mendadak?" jawab Steve dengan tatapan tajamnya.


"Acara seminar disana di percepat, maka nya kita harus cepat sampai ke Indonesia." ucap Verro.


"Oh... Begitu, baiklah... Kalo begitu aku akan pulang lebih cepat, karena istriku belum aku kabari jika kita akan ke Indonesia lebih cepat." jawab Steve.


"Kamu harus lebih banyak istirahat, jangan malah melakukan hal yang lain." ucap Verro.


"Jika nanti kamu sudah memiliki istri, kamu pasti bakalan paham. Apa yang di inginkan seorang suami, jika sudah disamping istrinya." jawab Steve terkekeh geli.


"Kamu pikir aku tidak tahu." ucap Verro.


"Iya, ya ya. Kamu sangat tahu, aku percaya itu." jawab Steve berlalu pergi meninggalkan Verro dengan senyum mengejek nya.


"Dasar sialan, dia malah mengejek ku. Kamu pikir aku akan terus sendiri seperti ini, aku pasti akan memiliki istri juga seperti mu Steve ingat itu." kesal Verro.


Verro pun bergegas pergi keluar dari ruangan Steve, dan kembali masuk kedalam ruangan kerjanya untuk kembali bekerja.


*


*


*


Steve kini mulai menjalankan mobilnya keluar dari basemen rumah sakit miliknya itu.


Dalam perjalanan menuju pulang, Steve memberhentikan mobilnya di depan toko bunga. Ia pun masuk kedalam toko bunga itu, dan membeli bouquet bunga mawar putih untuk Viola.


.


"Aku akan membuat mu jatuh cinta setiap hari nya kepadaku sayang." lirih Steve dengan tersenyum, sambil menatap bouquet bunga mawar putih kesukaan istrinya itu.


Steve menghidupkan lagi mesin mobilnya, dan mulai menjalankan nya kembali menuju rumah nya.


.


"Daddy sudah pulang?" tanya si bungsu Nio dengan raut wajah mengemaskan nya.


"Iya kok Daddy cepat pulang, tumben sore udah dirumah?" tanya si sulung Lean.


"Iya Daddy pulang cepat, karena kangen anak anak nya Daddy. Nih cake buat kalian berdua." jawab Steve menyerahkan cake strawberry vanilla kesukaan keduanya.


"Yeah, Daddy emang selalu tahu apa yang kami inginkan." ucap Lean kegirangan.


"Iya ya kak, cuma Daddy yang terbaik." ucap Nio menimpali.


Steve hanya bisa tersenyum bahagia melihat kedua putra nya yang kini sudah mulai besar.


Viola baru saja datang dari arah dapur dengan membawa dua gelas susu untuk putra nya, sedikit terkejut saat melihat suaminya sudah berada dirumah.


"Sejak kapan sudah pulang?" tanya Viola sambil meletakkan dua gelas susu putra nya itu.


"Baru saja, ini bunga untuk mu." jawab Steve sambil menyerahkan bouquet bunga mawar putih kesukaan istrinya itu.


"Cantik sekali, terimakasih sayang." ucap Viola yang langsung memeluk Steve dengan raut wajah bahagianya.


"Sama sama sayang." jawab Steve yang juga membalas pelukan hangat istrinya itu dengan tersenyum.


Sedangkan Lean, dan Nio malah tengah asyik menyantap cake strawberry vanilla kesukaan mereka berdua tanpa menghiraukan kedua orangtuanya yang kini sudah pergi ke kamar mereka.


*


*


*


Didalam kamar, Viola dan Steve kini tengah bersantai sambil menonton televisi.


Steve yang tengah berbaring di paha Viola, akhirnya mulai bicara jika ia besok pagi akan ada tugas di Indonesia.


Steve sebenarnya sedikit gugup, ia takut jika istrinya akan marah karena baru mengatakan akan ada tugas keluar London.


"Sayang, besok pagi aku akan ke Indonesia. Ada seminar kesehatan di sana, yang tiba tiba saja jadwalnya di percepat." ucap Steve.


"Oh... Kenapa baru bilang sekarang, koper nya saja belum di siapkan." jawab Viola.


"Enggak papa sayang, biar suami mu ini bisa siapin. Kamu tidur aja, besok kamu juga harus ke klinik." ucap Steve.


"Enggak bisa gitu juga sayang, ini tuh udah kewajiban aku sebagai istri kamu, udah gpp biar aku siapin." jawab Viola yang langsung bangun dari tempat tidur nya.


"Kamu memang istri terbaik sayang, terimakasih." ucap Steve yang juga bangun dari tempat tidur, dan ikut membantu Viola menyiapkan pakaian nya.


"Berapa lama di Indonesia?" tanya Viola yang masih menyiapkan perlengkapan suami nya itu.


"Dua minggu, karena seminar obgyn nya akan di adakan di beberapa kota besar di Indonesia." jawab Steve.


"Dua Minggu??? Kenapa lama sekali." Aku Pasti Akan Merindukan Mu." lirih Viola dengan raut wajah murung nya.


"Sabar ya sayang, udah pasti suami mu ini yang malah akan lebih merindukan istri nya." ucap Steve yang langsung mencubit gemas pipi Viola.


"Ihh,... Apaan, pipi ku jadi sakit tahu." jawab Viola yang langsung memegangi pipinya yang sakit karena ulah Steve.


"Gemesin banget sih istriku ini." ucap Steve dengan tersenyum manis.


"Malu tahu sama umur, kita tuh bukan anak muda lagi, tapi udah tua." jawab Viola dengan tersenyum malu malu.


"Siapa bilang kita udah tua, suami mu ini masih sangat kuat kok, gak percaya mau coba??" ucap Steve dengan tatapan mata elangnya.


"Apaan sih, udah deh jangan aneh aneh ayo tidur." jawab Viola yang langsung berjalan mendekati tempat tidur mereka.


Tapi belum juga Viola jauh melangkah, Steve sudah menggendong nya.


"Aish... Steve cepat turunkan aku." teriak Viola.


"Boleh aja, tapi...!" ucap Steve yang langsung mendarat kan bibirnya ke bibir Viola.


Entah siapa yang memulai, kini sepasang suami istri itu sudah mulai melakukan nya dengan penuh cinta...


*


*


*


*


Bersambung....


.