
Jam sudah menunjukkan pukul lima sore, Arsen dan Aline masih tidur dengan begitu nyenyak sambil berpelukan. Dering ponsel Arsen yang terus menerus berbunyi, akhirnya membangunkan nya.
Arsen segera duduk, dan meraih ponselnya. Tertera nama Max yang telah menelponnya...
"Hemmm... Ada apa?" ucap Arsen dengan suara serak khas orang bangun tidur.
"Kamu dimana, kenapa seharian tidak datang kekantor." jawab Max.
"Aku libur, dan sedang berada dirumah." ucap Arsen berbohong, karena kenyataan yang sebenarnya... Ia malah tidak dirumah, melainkan sedang berada di apartemen Aline.
"Ohh, kalo begitu ya sudah." jawab Max yang langsung mematikan sambungan teleponnya.
"Dasar sialan, bisanya mengganggu saja." umpat Arsen dengan begitu kesalnya.
Tanpa Arsen sadari, kini Aline juga sudah membuka matanya. Ia perlahan mendekati Arsen, lalu melu*mat bibirnya, Arsen yang mendapat serangan dadakan dari Aline hanya bisa menikmatinya saja.
"Apa kamu akan pulang?" tanya Aline dengan tatapan manja nya.
"Iya, aku harus pulang." jawab Arsen.
"Kamu pasti akan selalu kesini lagi kan?" tanya Aline.
"Iya tentu saja, tapi kau harus segera pindah dari sini. Apartemen ini sangatlah sempit dan tidak nyaman." jawab Arsen.
"Aku sih terserah kamu saja." ucap Aline.
Arsen segera bangun dari tempat tidur Aline, dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Aline tersenyum dengan begitu bahagianya, karena sekarang Arsen benar benar sudah kembali menjadi miliknya...
***
Arsen yang sudah dalam perjalanan pulang kerumah, segera menepikan mobilnya ke toko bunga untuk membeli bouket dan cokelat untuk istrinya.
Arsen bergegas masuk kedalam toko bunga untuk memesan Cokelat Stroberi dan Bouket Bunga super jumbo. Hampir satu jam lamanya ia menunggu, akhirnya pesanan bouketnya jadi juga.
"Ini kartu ucapannya tuan, bisa di letakkan di wadah coklat atau diatas bouket nya." ucap pemilik toko bunga dengan begitu ramah.
"Iya terimakasih." jawab Arsen yang langsung berjalan cepat, menuju mobilnya.
Arsen melihat jam sudah menunjukkan pukul 18.30 WIB, ia tahu pasti sekarang Viola sudah menunggu dengan raut wajah kesalnya.
Arsen mengemudikan mobil nya cukup kencang, hanya memakan waktu tiga puluh menit saja, akhirnya ia sampai di rumah nya.
.
Saat Arsen sudah masuk kedalam kamarnya, ia melihat Viola sedang menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslim.
Arsen duduk di sofa, sambil membuka jas nya. Ia menatap dalam ke arah Viola yang tengah sholat, raut wajah sedih kini mulai menyelimuti nya.
.
..."Hah, ampuni aku Tuhan." gumam Arsen didalam hati nya....
.
Viola yang sudah selesai sholat, langsung menoleh kan wajah nya menghadap Arsen.
"Udah pulang?" tanya Viola.
"Iya baru saja, tumben kamu sholat." jawab Arsen dengan begitu santainya.
"Iya, selama ini aku memang tidak rajin sholat, tapi aku tidak pernah melupakan nya." ucap Viola dengan begitu tegas.
"Iya itu bagus, aku mandi dulu." jawab Arsen.
"Oppa, selepas mandi pergilah sholat juga." ucap Viola.
"Hemm." jawab Arsen yang langsung berlalu pergi menuju kamar mandi.
***
Viola yang sudah merias wajahnya, kini tengah memilih gaun malam untuk di pakai nya.
"Oppa, kita jadi kan dinner nya." tanya Viola.
"Tentu saja." jawab Arsen.
"Aku bingung akan memakai dress yang mana?" ucap Viola dengan mengerutkan dahinya.
"Sayang, semua pakaian yang kamu kenakan itu cocok untukmu. Jadi tidak perlu bingung." jawab Arsen.
"Masa iya?" ucap Viola.
"Tentu saja." jawab Arsen.
.
Viola dan Arsen sudah berpakaian dengan warna senada, mereka berdua benar benar terlihat sangat serasi. Arsen turun dari tangga dengan menggenggam erat tangan Viola sampai menuju keruang tamu.
"Oppa, kita masih di rumah. Kenapa terus menggenggam tanganku sih." ucap Viola.
"Sayang, memangnya gak boleh." jawab Arsen.
.
Saat Viola dan Arsen sudah menuju pintu keluar, tiba tiba Edo dan Bi Mina datang menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Viola.
Ditangan Edo, Viola melihat bouket bunga mawar dengan warna yang bermacam macam. Berukuran sangat besar, benar benar terlihat semakin Indah.
Sedangkan Bi Mina, membawakan box berbahan kaleng yang berbentuk hati berisi Coklat Stoberi.
"Nyonya Viola selamat ulang tahun, semua doa terbaik untuk Nyonya." ucap Edo dan Bi Mina dengan begitu ceria.
Viola hanya bisa tersenyum bahagia, karena ulang tahunnya, sebenarnya sudah lewat satu hari.
'Terima kasih Bang Edo, Bi Mina. Tapi ulang tahun saya sudah lewat sehari kok." jawab Viola dengan raut wajah sendu nya.
"Sayang ambil kado nya, itu untukmu." ucap Arsen.
"Bouket ini, dan coklat stroberi nya juga." jawab Viola.
"Iya Nyonya, ini tuan Arsen yang sudah membelinya." ucap Edo.
"Iya Nyonya benar, kami hanya membawakan nya saja." ucap Bi Mina dengan tersenyum.
.
"Waah sayang terimakasih." ucap Viola yang langsung memeluk erat tubuh Arsen.
Arsen pun ikut tersenyum, ia membalas pelukan erat Viola dan mengecup kening nya begitu lama.
Bi Mina dan Edo, langsung saja beranjak pergi ketika Arsen sudah memberikan kode kepada mereka berdua.
"Sayang, udah ya pelukan nya. Ayo, kita masih harus dinner kan." ucap Arsen.
"Hehehe iya, terlalu bahagia soalnya jadi lupa." jawab Viola.
Arsen menggenggam erat tangan Viola dan berjalan menuju mobil sportnya.
...***...
Disepanjang jalan menuju restoran, tempat acara dinner Viola dan Arsen, mereka berdua terus tertawa dan bernyanyi bersama.
Viola sangat bahagia, karena hari ulang tahun nya tahun ini benar benar terasa sangat berbeda. Arsen terus menatap Viola yang menyanyikan lagu cinta kesukaan nya, rasa bersalah kini semakin menyeruak masuk didada nya.
Saat mobil telah berhenti di parkiran basemen, Arsen sudah bersiap membukakan pintu untuk Viola, tapi Viola malah menarik tangan nya.
"Sayang ada apa?" tanya Arsen.
"I love you." jawab Viola dengan senyum manis nya.
Arsen tersenyum senang, ternyata ucapan cinta yang begitu indah Viola katakan.
"I love you to." jawab Arsen lalu mengecup lembut bibir Viola, sangat lembut bahkan sampai membuat mereka lupa bahwa masih berada di dalam mobil.
Mereka berdua tersenyum, lalu tertawa bahagia bersama. Arsen dan Viola berjalan dengan bergandengan tangan menuju Restoran VVIP yang sudah di pesankan Arsen sebelumnya.
.
Viola dan Arsen menikmati dinner mereka dengan sangat romantis, alunan musik dari gesekan biola benar benar semakin menambah kesan romantis malam ini.
"Sayang Happy Birthday." ucap Arsen yang menggenggam erat tangan Viola, lalu tersenyum.
"Thank you my husband." jawab Viola dengan senyum indah nya, semakin terlihat cantik di wajahnya.
Arsen mengeluarkan kotak perhiasan berwarna biru elektrik yang berbentuk hati. Ia bangun dari duduknya, dan memasang kan kalung yang sangat cantik dan mewah itu untuk istrinya.
Viola yang awalnya tidak mengerti, kini hanya bisa menutup mulutnya karena saking terkejutannya.
"Oppa ini untuk ku." ucap Viola yang terus menatap kalung berlian indah yang sudah melekat di lehernya.
"Tentu saja sayang." jawab Arsen.
"Ini kan kalung, The Heart Of The Ocean. Punya nya Rose Dawson, di film Titanic." ucap Viola sedikit membesarkan suaranya.
.
"Sayang itu benar, tapi kalung ini milikmu, bukan punyanya Rose Dawson" jawab Arsen yang sudah terkekeh geli melihat tingkah Viola yang begitu polosnya.
"Tapi kalung ini kan sangat mahal, harganya U$$ 20 Juta, atau setara nilainya 280 Milyar di Indonesia. Kenapa harus membuang buang banyak uang hanya untuk membelikan nya untuk ku, hemm." ucap Viola.
"Sayang, kamu itu istriku jadi tidak ada masalah nya juga kalo aku menyenangkan mu. Jangan takut uang ku juga tidak akan habis hanya karena aku membeli kalung ini untukmu." jawab Arsen.
Viola langsung menarik tangan Arsen, dan mengajak nya berdansa bersama. Pasangan suami istri itu benar benar terlihat sangat romantis dan bahagia, membuat siapa pun yang melihat mereka tidak akan percaya jika saat ini suaminya telah mendua....
•
•
•
•
** TBC **