
Viola yang sedang bersantai diruang kerjanya di klinik kecantikan violett, tiba tiba saja dikejutkan dengan kedatangan Tere yang tidak dia duga.
Tok...Tok...Tok...! Pintu ruangan Viola diketuk seseorang.
"Masuk." ucap Viola.
Tere langsung masuk dengan wajah yang benar benar sangat murung, dan berantakan.
"Tere, lho kenapa ini?" tanya Viola.
"Vio, apa aku ini kurang cantik, kurang sexsi hah?" ucap Tere.
"Lah memangnya kenapa sekarang lho malah ngomong gitu, pasti ada alasannya, cepat jelasin dulu masalah lho dari awal?" ucap Viola.
"Gue sama Bian break dulu sementara, hah salah gue apa coba?" jawab Tere.
"Break, kok bisa?" tanya Viola.
"Gue aja gak tauh, tiba tiba aja Bian bilang gitu ke gue. Pasti karena gue udah gak cantik dan sexsi lagi di Bian, makanya dia ngajak break dulu, itu pasti dia udah bosen sama gue Vio." ucap Tere dengan menangis meraung-raung.
"Sekarang mendingan lho tanya baik baik sama Bian, apa alasan dia nyuruh hubungan kalian break dulu." saran Viola.
"Nanti aja deh Vio, sekarang gue kan lagi patah hati. Gue butuh asupan tenaga, karena udah capek nangis dari tadi tauh." jawab Tere.
"Hem ya udah deh, gue telepon OB dulu biar buatin lho minum sama cemilan ya." ucap Viola.
"Oke Vio." jawab Tere yang langsung tersenyum sumringah.
Viola tengah menelpon Office Boy untuk segera membuat pesanan nya.
Tere sedang menikmati dua gelas jus strawberry dan empat potong roti keju ukuran large dengan sangat lahap, Viola yang melihatnya benar benar terkejut Tere bisa menghabiskan itu semua, tetapi badan tetap segitu aja...
"Ahhh... Kenyang, huh gara gara patah hati gue sampai melewatkan makan siang tauh Vi." ucap Tere.
"Lho aja tuh bodohnya kebangetan, ngapain patah hati segala." jawab Viola.
"Lho belum ngerasain aja, tapi nanti saat lho mengalaminya baru lho tauh gimana rasanya." ucap Tere.
"Gak akan, gue ogah ngerasain nya huh." jawab Viola lalu langsung berdiri dari sofa dan masuk kedalam toilet yang masih berada di ruangan kerjanya.
Viola baru saja keluar dari klinik nya dan bersiap untuk pulang, jam sudah pukul 15.46 WIB. Semenjak menikah dengan Arsen, Viola tidak lagi berada di klinik dari pagi sampai malam hingga tutup.
Sebenarnya Arsen sudah melarang Viola bekerja di klinik milik istrinya sendiri, tetapi Viola tidak mau dan memohon kepada Arsen untuk terus memperbolehkannya bekerja dan mengejar karir. Tetapi dengan catatan, Viola harus pulang sebelum jam 16.00 sore.
Viola yang baru saja masuk kedalam mobilnya, dikejutkan oleh sosok Arsen yang sudah berada di dalam mobilnya.
"Hah, kenapa Oppa bisa berada disini?" ucap Viola bingung.
"Aku adalah suamimu sayang, jadi tentu aku bisa masuk kedalam mobilmu." jawab Arsen
"Ya Oppa benar bahkan sangat benar, tetapi tadi Oppa sudah membuat ku terkejut." ucap Viola.
"Ya, aku sudah minta maaf sayang?" jawab Arsen.
"Sekarang coba minta maaflah lagi, aku ingin mendengar nya dengan tulus." ucap Viola.
"Viola istriku tersayang, maafkan aku." teriak Arsen.
"Yaa baiklah, aku maafkan." jawab Viola sambil terkekeh.
"Dasar istri nakal." ucap Arsen lalu menancap pedal gas mobil Viola.
"Ah...Oppa kamu terlalu ngebut membawa mobil, rasanya aku akan segera muntah, tolong hentikan mobilnya hentikan." teriak Viola.
Arsen panik melihat Viola dan segera menepikan mobilnya, ketika wajah Viola sudah sangat merah menahan rasa mual...
Uekk...Uekk...Uekk! Viola benar benar muntah.
"Padahal tadinya aku hanya akan berakting saja. Tetapi kenapa malah muntah beneran sih." ucap Viola dalam hati.
•
•
•
•
•
•
** To be continued !