
Steve dan Verro yang sudah bergabung dengan para dokter obgyn lainnya begitu antusias mengikuti seminar yang di adakan di rumah sakit Santa Medical, beberapa penjelasan detail dari dokter senior yang sudah puluhan tahun berkecimpung di dunia kesehatan spesialis obgyn terus di catat oleh Verro dan Steve.
Walaupun sebenarnya Steve juga sudah bisa di kategorikan sebagai dokter senior sebagai dokter spesialis obgyn, tetapi ia masih sering belajar banyak hal dari para dokter senior yang lainnya.
Saat sesi tanya jawab akan segera di mulai, para dokter yang mengikuti seminar sudah bersiap untuk menjawab berbagai pertanyaan dari pasien yang rata rata adalah ibu hamil itu.
Sesi tanya jawab pun akhirnya di mulai.
"Selamat pagi, saya Irene. Apakah ibu hamil akan buang air besar saat proses persalinan?" tanya pasien yang bernama Irene itu.
"Buang air besar saat persalinan berlangsung adalah hal yang sering terjadi dan bukan disebabkan oleh kelainan tertentu. Ketika melahirkan, Bumil perlu mengejan untuk mendorong bayi keluar. Hal ini dapat membuat Bumil buang air besar saat melahirkan.
Meski terdengar kurang nyaman, Bumil sebaiknya tidak mencemaskan hal tersebut dan cobalah untuk lebih fokus pada sang bayi.
Lagi pula, dokter atau bidan yang membantu proses persalinan adalah tenaga medis profesional. Oleh karena itu, Bumil tidak perlu merasa malu ketika Bumil tidak sengaja BAB ketika melahirkan." jawab dokter Salma.
"Oh begitu ya dok, terimakasih. Saya ada satu pertanyaan lagi, Apakah normal bila ibu hamil mengalami masalah pencernaan?" ucap pasien yang bernama Irene itu.
"Selama hamil, kadar hormon dalam tubuh ibu hamil akan berubah dan hal tersebut dapat memengaruhi beberapa organ tubuh, salah satunya adalah sistem pencernaan. Jadi, gangguan pencernaan yang ibu hamil rasakan, misalnya sembelit, sebetulnya adalah hal yang normal terjadi.
Untuk meringankan konstipasi atau sembelit, ibu hamil bisa memperbanyak minum air putih setiap harinya, rutin berolahraga, serta mengonsumsi makanan kaya serat, seperti sayuran dan buah-buahan." jawab dokter Salma.
"Baiklah dok, terimakasih." ucap Irene.
"Sama sama." jawab dokter Salma.
Berlanjut lagi sesi tanya jawab berikutnya dari pasien lain.
"Selamat pagi, saya Selly. Apakah sering kentut selama hamil hal yang berbahaya?" tanya pasien yang bernama Selly.
Pertanyaan kali ini di jawab langsung oleh dokter Verro.
"Sering buang angin atau kentut saat hamil bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan. Akan tetapi, jika keluhan sering kentut membuat Bumil merasa tidak nyaman, nyeri perut, atau kembung dan mual, hal ini sebaiknya diperiksakan ke dokter kandungan.
Pasalnya, keluhan-keluhan tersebut bisa saja membuat nafsu makan Bumil berkurang, sehingga Bumil berisiko mengalami kekurangan nutrisi dan cairan. Setelah berkonsultasi ke dokter, Bumil akan mendapatkan penanganan yang tepat." jawab dokter Verro.
"Baiklah dok, oh ya dok satu pertanyaan lagi berapa berat badan ideal selama hamil?" ucap Selly.
"Sebagian ibu hamil mungkin sungkan atau enggan menanyakan hal tersebut ke dokter ya. Padahal, topik ini penting untuk didiskusikan karena berat badan merupakan aspek penting dalam kehamilan sehat.
Berat badan ideal pada tiap ibu hamil tidak sama, tergantung usia kehamilan dan berat badan sebelum hamil. Oleh karena itu, akan lebih baik jika Bumil menanyakan langsung tentang berapa berat badan ideal selama hamil ke dokter kandungan." jawab dokter Verro.
"Terimakasih dok." ucap Selly.
"Sama sama." jawab dokter Verro.
Beberapa sesi pertanyaan masih terus berlanjut, para dokter yang mengikuti seminar menjawab berbagai macam pertanyaan dari pasien. Steve yang juga sudah beberapa kali menjawab pertanyaan dari pasien, kini kembali di tunjuk untuk menjawab pertanyaan.
Saat Steve tengah menjelaskan detail pertanyaan dari pasiennya dengan berdiri di tengah acara seminar, tiba tiba saja kepalanya kembali terasa sangat sakit, penglihatan nya pun menggelap dan Steve langsung jatuh pingsan.
Semua dokter dan para pasien yang mengikuti seminar langsung berteriak histeris, Verro dan dokter lainnya langsung menggotong Steve dan membawa nya keruangan unit gawat darurat.
.
Suasana tempat di adakan nya seminar kini sudah kembali kondusif, dokter yang tersisa melanjutkan jawaban yang tadi di jelaskan oleh dokter Steve.
Tak berapa lama kemudian acara seminar pun akhirnya selesai dan berjalan dengan lancar, para dokter langsung bergegas meninggalkan tempat acara dan menuju unit gawat darurat tempat Steve di rawat.
***
Dokter Salma langsung menghampiri dokter Verro yang tengah berjaga di depan unit gawat darurat tempat Steve di rawat.
"Dokter Verro, bagaimana keadaan dokter Steve, dan apa yang sudah terjadi pada nya?" ucap dokter senior yang sudah 25 tahun bekerja di rumah sakit Santa Medical itu dengan wajah khawatir nya.
"Dokter Steve masih dirawat, dan sekarang sedang istirahat. Tapi dia baik baik saja, saya baru saja bertemu dengan nya." jawab dokter Verro.
"Oh syukurlah, berarti tidak ada hal yang begitu di khawatirkan." ucap dokter Salma.
"Iya dokter." jawab dokter Verro.
"Mungkin dokter Steve terlalu kelelahan, karena perjalanan kalian kesini cukup jauh." ucap dokter Hard menimpali.
"Baiklah kalo begitu, kami semua akan kembali bekerja. Tolong sampaikan salam kami pada dokter Steve, semoga cepat sembuh." ucap dokter Hard.
"Baik dokter, terimakasih." jawab dokter Verro.
.
Sepeninggal dokter Salma, dokter Hard dan para dokter lainnya. Verro langsung bergegas masuk kedalam unit gawat darurat tempat Steve di rawat, apa yang tadi Verro katakan kepada dokter Salma dan yang lainnya hanya untuk menutupi keadaan Steve yang sebenarnya.
karena kenyataannya kondisi Steve saat ini jauh dari kata baik baik saja, dan masih belum sadarkan diri.
"Bagaimana keadaan nya?" tanya Verro kepada dokter Anne.
"Kamu ikut saja keruangan ku, akan aku jelaskan disana." jawab dokter Anne.
Verro pun segera keluar dari ruang unit gawat darurat, untuk mengikuti dokter Anne keruangan kerja nya.
.
Sesampainya di ruangan kerja dokter Anne, Verro langsung menerima beberapa berkas hasil pemeriksaan medis Steve yang tadi di lakukan dokter Anne.
Saat Verro membuka lembar kedua dari hasil pemeriksaan, mata nya melotot dengan begitu terkejutnya.
"Kanker otak stadium 4, kau tidak salah????" ucap Verro kepada dokter Anne dengan begitu tidak percaya nya.
"Aku tidak pernah salah dalam memeriksa setiap pasien ku." jawab dokter Anne.
"Tapi Steve tidak pernah menunjukkan tanda tanda bahwa ia menderita kanker otak?" ucap Verro dengan begitu marah nya.
"Tidak mungkin Steve tidak tahu, dia pasti hanya menyembunyikan sakit nya saja." jawab dokter Anne.
"Kapan Steve akan sadar?" tanya Verro.
"Mungkin sekarang dia sudah sadar." jawab dokter Anne.
Tanpa berkata apa-apa lagi, Verro langsung saja meninggalkan ruangan dokter Anne. Dokter Anne pun hanya bisa menghela nafas beratnya.
***
Verro kini tengah duduk tepat di samping brankar Steve yang sudah siuman, ia sudah tidak sabar ingin bertanya pada nya kenapa menyembunyikan hal serius seperti ini pada nya.
"Kau kenapa sejak tadi hanya diam saja?" tanya Steve sedikit terkekeh.
"Kenapa kau menyembunyikan semua nya dariku?" jawab Verro dengan tatapan tajamnya.
"Oh kau sudah tahu rupanya." ucap Steve sedikit tersenyum.
"Steve, ini hal bukanlah hal sepele. Jika kau memberi tahu aku lebih awal, mungkin semua masih bisa di tangani dengan baik." jawab Verro dengan segala kekesalan nya.
"Aku juga tidak tinggal diam, aku selalu berusaha untuk menyembuhkan sakit ku. Berbagai pengobatan sudah aku jalani, tapi semuanya juga sia sia, kanker sialan ini begitu cepat menjalar di otak ku, sampai akhirnya aku sudah pasrah dan menerima ketetapan nya." ucap Steve.
"Lalu, apa Viola juga tidak pernah tahu jika kau sakit sedang sakit parah Steve?" tanya Verro.
Steve tidak lagi menjawab perkataan Verro, ia hanya terdiam saja sambil menangis di dalam hati.
"Jawab Steve?" ucap Verro yang sudah mengepalkan genggam nya tangan nya.
"Tolong, Rahasia Kan Dari Istriku." lirih Steve yang kini sudah menjatuhkan air matanya.
*
*
*
~ Hai semuanya, author hadir kembali. Masih nungguin kelanjutan cerita Oppa Lee, Viola dan yang lainnya engga nih. Hehehe, 😍
TBC
.