Oppa Lee I Love You

Oppa Lee I Love You
Kejutan Lain



Arsen masih termangu dengan apa yang baru saja Max ucapkan, susah payah ia menjelaskan bahwa tidak ada hubungan apapun lagi dengan Aline, tetap saja Max murka kepadanya.


Berkas yang masih bertumpuk di depannya pun Arsen biarkan begitu saja, pikiran saat ini menjadi sangat kalut. Arsen tahu, jika Max memang sangat mengkhawatirkannya, tapi ia juga tidak suka Max terlalu ikut campur urusan pribadinya.


"Argggh sial, sial... Memangnya dia siapa, sampai tidak mau mendengarkan penjelasanku dulu.'' teriak Arsen dengan begitu kesalnya.


Arsen yang masih saja kesal dan marah, langsung melemparkan tumpukan berkas penting yang berada di atas mejanya sampai jatuh berhamburan.


.


Magdalena yang memang tengah lembur dan akan mendatangi ruang kerja Arsen, langsung terhenti seketika, saat ia mendengar suara gaduh di ruang CEO nya.


"Waduh ada apa nih, CEO tampan seperti nya lagi marah. Lebih baik nanti saja aku serahkan berkas ini, dari pada aku yang kena sasaran nya." ucap Magdalena yang langsung berlalu pergi.


Arsen yang memang sudah tidak mood lagi untuk melanjutkan pekerjaannya, langsung saja bergegas pulang.


***


Viola sudah bersiap dari tadi menunggu kedatangan Arsen yang sudah berjanji untuk menjemputnya. Ia terlihat sangat senang dan bahagia, karena malam ini Arsen akan merayakan birthday nya dengan dinner berdua saja.


Viola yang terus senyum senyum sendiri, membuat Ery penasaran lalu mendekati nya.


"Waah... Mba Vio lagi bahagia nih kek nya." ucap Ery yang ikutan tersenyum juga.


"Iya, kenapa memangnya. Pasti kamu mau meledek bos mu ini kan?" ucap  Viola dengan tatapan penuh selidik kepada Ery.


"Ya ampun Mba Vio, nuduh aja." ucap Ery.


"Iya biasanya kan kamu gitu, suka usil huhh..." jawab Viola.


"Iya emang sih, tapi kali ini kagak lah Mba." ucap Ery.


"Iya iya percaya deh, kamu belum mau pulang. Kan udah waktunya nih, pulang gih sana." jawab Viola.


"Iya deh, Ery pulang duluan nih berarti. Mba gapapa sendiri nunggu di sini?" ucap Ery.


"Iya gapapa, kan lantai bawah masih pada sibuk, klinik juga tutup malam jam 21.00 WIB." jawab Viola.


"Oke lah Mba kalo gitu, Ery pamit." ucap Ery.


"Iya." jawab Viola.


.


Jam sudah menunjukkan pukul 19.00 WIB, Arsen belum juga datang. Viola yang kesal akhirnya menelepon suaminya itu, tidak seperti biasanya Arsen belum menjemput nya sampai sudah malam begini.


"Arggh, kenapa ponsel Oppa malah gak aktif sih. Dia ada dimana sekarang?" ucap Viola yang sudah berjalan mondar mandir.


.


Karena lelah bekerja seharian, dan dari tadi sibuk mondar mandir gak jelas kini Viola tengah tertidur di sofa ruang kerjanya.


Viola yang sudah dua jam tertidur, mulai membuka matanya. Saat ia menatap jam yang dipasang di dinding, ternyata sudah menunjukkan pukul 21.00 malam.


"Astaga, aku malah ketiduran di klinik, apa di bawah sudah tutup." ucap Viola yang bergegas bangun dan langsung turun kebawah untuk segera pulang.


.


Saat Viola sudah berada di lantai bawah, tenyata karyawan nya dan para dokter baru bersiap untuk pulang. Dokter Dika yang melihat Viola baru turun dari ruang kerjanya, langsung menyapanya...


"Ibu Viola, ternyata masih di atas, belum pulang ya Bu?" sapa Dokter Dika.


"Iya, tadi ada pekerjaan yang masih harus saya kerjakan. Kalo begitu, saya pulang dulu ya." jawab Viola dengan berjalan terburu-buru.


"Oh iya Bu Viola, hati hati Bu." ucap Dokter Dika.


Viola yang sudah keluar dari klinik nya, langsung saja memesan taksi menuju rumahnya.


Di perjalanan, kini wajah Viola sudah berubah membeku dan masam. Ia kesal, karena Arsen tidak menjemput nya bahkan sampai jam sudah pukul 21.00 malam.


"Sebenarnya kemana dia, apa Oppa sudah dirumah. Dan sengaja tidak menjemput ku, untuk memberikan surprise di hari ulang tahun ku, ah mungkin iya." ucap Viola yang sudah kembali tersenyum.


Viola terus saja menyunggingkan senyumnya, iya sudah menebak sendiri jika Arsen sudah pulang kerumah.


.


Viola yang sudah masuk kedalam rumah, langsung bergegas menuju kamarnya untuk melihat Arsen. Tetapi lagi lagi, suaminya itu tidak ada.


"Hah, kemana Oppa sebenarnya? Apa seperti ini kejutan birthday yang aku harus dapatkan." lirih Viola lesu.


***


Arsen sekarang tengah berada di Club king, ia malah minum banyak alkohol dan sudah hampir mabuk. Bartender yang tengah meracik minuman menatap Arsen yang sudah hampir mabuk.


"Sepertinya anda sudah mulai mabuk tuan sebaiknya anda segera istirahat." ucap Bartender.


Bartender itu bernama Ed, ia memanggil salah satu rekan nya, seorang wanita malam yang memang bekerja di Club itu untuk segera membawa Arsen ke hotel sebagai tamu nya.


Siena segera mendekati Ed, dan langsung memapah Arsen untuk keluar dari Club, ia tertawa senang saat mendapatkan tamu dari seorang pria muda yang tampan dan juga terlihat kaya raya.


"Ed, aku mendapatkan tangkapan ikan Arwana malam ini. Thanks Ed, aku akan mentraktir mu besok." ucap Siena tersenyum senang.


"Iya tentu, kau harus mentraktir ku. Dan apa kau tahu, jika pria yang kau jadi kan tamu mu itu adalah tuan Arsen, tamu VVIP Club ini." jawab Ed bartender yang tadi melayani Arsen saat pertama kali memesan minuman racikannya.


.


Saat Siena sudah keluar sepenuhnya dari Club, Max datang dan langsung mengambil cepat Arsen dari rangkulan Siena.


"Hey... Kau siapa, cepat kembalikan tuan tampan itu, dia adalah tamu ku malam ini." ucap Siena.


"Dia adalah bos saya, tidak mungkin dia akan bermalam dengan wanita sepertimu. Apa kau tidak lihat dia tengah mabuk saat ini, kau jelas jelas mengambil kesempatan dalam kesempitan." jelas Max dengan tatapan tajamnya.


"Ehh... Tapi sa-saya, bukan begitu." jawab Siena dengan sangat gugup.


"Cepatlah pergi, jika kau masih ingin bekerja di Club ini." ucap Max memperingatkan Siena.


"i-iya iya baiklah." jawab Siena dan langsung berlalu pergi.


Max menatap Arsen yang sudah mabuk berat, hanya bisa geleng geleng kepala saja.


"Kau memang selalu mencari masalah, bagaimana jika tadi aku telat datang sedikit saja, hah." ucap Max yang kesal dengan Arsen.


Max langsung membopong tubuh Arsen masuk kedalam mobilnya, di sepanjang jalan menuju rumah Arsen, Max seketika kepikiran jika tadi Viola tidak menelponnya untuk menanyakan Arsen yang belum pulang kerumah, entahlah apa yang akan terjadi selanjutnya...


.


Beberapa saat sebelumnya...


Viola yang bingung dan terus berjalan mondar mandir di dalam kamarnya, langsung saja kepikiran untuk menelpon Max, ia yakin Max pasti tahu Arsen dimana.


Tuuttt...Tutttt...Tuuttt...!!! Bunyi telepon, yang tak lama sudah mulai tersambung.


"Hallo Max." ucap Viola.


"Iya ada apa Nyonya?" jawab Max.


"Max, apa Arsen bersama mu?" tanya Viola.


"Tidak, aku sudah pulang dari sore tadi." jawab Max.


"Apa, jadi kemana dia. Ponselnya saja tidak bisa aku hubungi Max." ucap Viola yang sudah mulai panik.


"Nyonya tenang lah, lebih baik Nyonya istirahat sekarang, aku akan membawa tuan pulang." jawab Max.


"Baiklah, aku akan tetap menunggu." ucap Viola yang akhirnya memutuskan panggilan telepon itu.


Viola membaringkan tubuhnya, sebenarnya ia sudah sangat lelah. Tapi matanya masih sulit untuk di pejamkan...


.


***


.


Saat ini Max yang sudah berada di depan gerbang rumah Arsen, langsung saja di bukakan pagar oleh Security rumah itu.


"Malam tuan Max." ucap Rendy Security yang Max bawah dari perusahaan kantor cabang untuk menjaga rumah Arsen.


"Malam juga Ren ." jawab Max.


.


Max langsung masuk kedalam rumah dan membaringkan tubuh Arsen di sofa ruang tamu.


"Hah, bahkan saat mabuk pun, tubuhmu sangatlah berat." ucap Max yang meregangkan otot ototnya yang terasa sakit.


.


Max segera naik ke lantai atas untuk melihat Viola, saat sudah berada di depan pintu kamar Max mengetuk nya.


Tok....Tok....Tok....! Bunyi pintu di ketuk, Viola yang memang belum tidur langsung saja berjalan kearah pintu dan membukanya.


"Max, apa Arsen sudah pulang." tanya  Viola dengan raut wajah cemas nya.


"Sudah Nyonya, tuan ada di bawah. Tapi? Belum sempat Max menjelaskan semuanya, Viola sudah berlari ke bawah untuk melihat suaminya itu.


"Huhh.... Dia pasti akan marah, jika melihat Arsen yang tengah mabuk berat." ucap Max dengan menghembuskan nafas kasarnya.


.


Viola yang mulai mendekati Arsen, langsung saja melototkan matanya.


"Hah, jadi ini Kejutan Lain untukku darimu. Kau malah mabuk di malam ulang tahun ku, huhh dasar menyebalkan." ucap Viola yang menahan kesal dan amarahnya.


Sedangkan Max, kini hanya terkekeh geli melihat Viola dengan raut wajah kesalnya.






** TBC **