
Viola dan Tere kini sudah berada di gereja katedral tempat di adakan nya pemberkatan Jovanka dan Deon.
Acara pemberkatan Jovanka dan Deon terbilang cukup private. Mengingat Jovanka adalah model papan atas, dan Deon seorang pengusaha sukses. Jadi wajar saja, kalo pemberkatan mereka dijaga cukup ketat oleh para bodyguard Deon.
Acara pemberkatan Jovanka akan segera di mulai, Tere dan Viola benar benar sudah tidak sabar lagi ingin melihat sahabatnya itu.
Tampak dari kejauhan Jovanka berjalan di altar dengan di gandeng oleh Papa nya...
.
Viola dan Tere, benar benar kagum dengan kecantikan dan keindahan tubuh Jovanka. Tinggi badan Jovanka 175 cm, pinggangnya yang super langsing benar benar bak boneka Barbie.
"Waahh, Jovanka cantik sekali. Dia bagaikan Dewi yang turun dari khayangan, waah luar biasa." ucap Viola dengan wajah berbinar nya.
"Iya lho bener Vio, lihat lah body Jovanka. Gw jadi ingin rajin nge gym biar punya bentuk tubuh ideal seperti itu...!" jawab Tere.
"Udah deh, gak usah pake nge gym segala. Cari aja suami, ntar bentuk badan lho body goals sendiri." ucap Viola terkekeh.
"Halah.... Mana ada gitu? Gw lihat body lho masih aja kek gw, cuma iya sih sedikit menonjol dada Ama bokong lho. Cuma kan lho udah satu tahun ini gak ada suami, apa jangan jangan Dokter Steve yang.....?" jawab Tere.
"Stop.... Apaan sih, udah mending kita diem, noh liat pemberkatan Jovanka akan di mulai." ucap Viola yang langsung menghentikan perkataan sembarangan Tere.
"Hem....!!!" lenguh Tere.
*
*
*
Kedua mempelai Jovanka Dan Deon dipersilakan oleh Pendeta untuk berdiri kemudian berpegangan tangan, setelah dilakukan beberapa liturgi atau tata cara kebaktian.
Janji suci pernikahan Kristen Katolik Jovanka dan Deon mulai diucapkan oleh kedua mempelai secara bergantian....
"Di hadapan Tuhan, Imam, para orang tua, para saksi, maka saya Deon Gerald Hernandez dengan niat yang suci dan ikhlas hati telah memilihmu Jovanka Valerie Rodriguez menjadi istri saya. Saya berjanji untuk selalu setia kepadamu dalam untung dan malang, dalam suka dan duka, di waktu sehat dan juga sakit, dengan segala kekurangan dan kelebihan mu. Saya akan selalu mencintai dan juga menghormatimu sepanjang hidupku. Saya bersedia menjadi orang tua yang baik bagi anak-anak yang akan dipercayakan Tuhan kepada saya dan akan mendidik mereka secara Katolik. Demikian janji saya demi Allah dan Injil suci ini, semoga Tuhan selalu menolong saya." ucap Deon.
Aku mengambil engkau menjadi suamiku, untuk saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, dan pada waktu sehat maupun sakit. Untuk selalu saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang sangat tulus." jawab Jovanka.
Kemudian pendeta mempersilakan keduanya untuk saling bertukar cincin, lalu berciuman sebagai tanda bahwa mulai hari ini Jovanka dan Deon adalah sepasang suami istri yang sah Dimata agama, hukum dan Negara.
"Alhamdulillah, samawa selalu buatmu Jo." lirih Viola dengan menitikkan air matanya.
Tere yang melihat Viola menangis, hanya bisa mengelus lembut rambut nya. Ia tahu, Viola pasti teringat ijab qobul nya dulu bersama Arsen.
"Gak usah sedih dong, ini kan hari bahagianya Jovanka dan Deon. Kita pun juga harus ikutan bahagia, lagian buang buang energi ngingetin masa lalu." ucap Tere.
"Ngomong apa sih, siapa yang ngingetin masa lalu?" jawab Viola bingung.
"Iya lho lah, tadi ngapain nangis? Lho pasti inget sama mantan lho yang brengsek itu kan, pasti kan?" ucap Tere.
"Astaga lho salah sangka kali Re, gw nangis tadi karena terharu kali. Lihat lah kita sekarang udah satu persatu memiliki keluarga, parah banget pikiran lho, huh...!" jawab Viola.
Tere yang merasa tak enak dengan pikirannya tadi, hanya bisa senyum mesem mesem aja.
"Hehehehe.... Abis nya gw kira lho belum move on." ucap Tere.
"Gw udah move on sejak lama kali ah, malahan gw liat lho tuh yang belum move on dari Bian. Hahahaha....!" jawab Viola dengan tawa bahagia nya.
"Hemmm.... Dasar sahabat lucknut, bukannya doain kek supaya gw tuh cepat dapat jodoh, ini malah di ledekin hmm....??" ucap Tere lesu.
Viola dan Tere langsung mendekati Jovanka dan Deon, mereka mengucapkan selamat untuk keduanya. Tapi tak berapa lama raut wajah Jovanka kini terlihat kecewa, karena para sahabatnya tidak datang semuanya.
"Clara sama Alice mana sih, kok gak datang ke acara pemberkatan gw." tanya Jovanka dengan raut wajah sedihnya.
"Gw datang, jangan sedih." jawab Clara yang datang bersama putra nya dan Albern.
"Clara, Albern waah terimakasih kalian sudah datang. Gw kira lho gak datang Ra." ucap Jovanka dengan raut wajah berbinar nya.
"Gw juga datang nih." jawab Alice dengan perut yang sudah sangat besar ia berjalan dengan dituntun oleh Alex.
"Oh okee... Ayolah, mumpung kita berlima sudah lengkap nanti Viola sudah harus balik lagi ke London." jawab Jovanka.
Viola, Tere, Jovanka, Clara Dan Alice tertawa bersama. Mereka sangat bahagia, karena sekarang mereka berlima bisa kumpul lagi seperti dulu.....
"Jangan lupa nanti malam, datang ke Wedding Party gw." ucap Jovanka.
"Okee siap, kami pasti datang kok." jawab Tere.
"Iya...!" jawab Viola, Clara dan Alice.
Acara pemberkatan Jovanka Dan Deon sudah selesai. Nanti malam akan diadakan lagi dengan,,,
"Wedding Party Jovanka Dan Deon"
*
*
*
Malam harinya...
Viola kini sudah berada di dalam mobil sportnya menuju "Wedding Party Jovanka Dan Deon" yang diadakan di hotel mewah milik Arsen. Tapi sayangnya Wedding Party yang diadakan Jovanka di hotel Arsen ini, Viola tidak mengetahuinya...
Viola yang baru saja keluar dari mobil sportnya, langsung menjadi pusat perhatian banyak orang di lobby hotel.
.
"Waah apakah wanita itu jelmaan Dewi, dia bahkan mengalahkan kecantikan pengantin nya malam ini." ucap sekelompok pria VVIP di wedding party Jovanka.
Viola yang mendengar percakapan para pria itu, tidak mempedulikannya. Ia benar benar hanya ingin cepat sampai dan bersenda gurau dengan para sahabatnya.
*
*
*
Di dalam kamar Presidential Suite hotel itu, Arsen kini tengah mondar mandir. Ia bingung apa nanti semuanya akan berjalan dengan lancar, ataukah malah sebaliknya....
"Aku mungkin mulai gila, iya aku memang sudah gila karena mu. Rasanya Hidupku tak ada artinya lagi, jika kau tidak ada di sisi ku Vi. Jadi kuharap setelah ini, kau akhirnya akan kembali lagi kepadaku." ucap Arsen dengan tatapan sendu nya.
Arsen melihat jam yang melingkar indah dipergelangan tangannya, sudah waktunya ia turun ke ballroom tempat diadakannya "Wedding Party Jovanka Dan Deon"
.
..."Aku mencintaimu Vi, aku mohon jangan Benci aku." lirih Arsen didalam hati....
.
Arsen yang sudah berada di ballroom hotel, langsung menghampiri seseorang dan membawanya ke tempat tersembunyi. Entah apa yang tengah Arsen katakan padanya, hanya Arsen yang tahu....
•
•
•
•
Hem..... Apa nih kira kira yang Arsen rencana kan. Tetap stay toon ya all, Jangan lupa untuk selalu like, komen, vote dan rating 5 ya dear. See you ❤️
Bersambung...
.