
Satu Tahun Kemudian...
Arsen yang baru saja selesai meeting, langsung masuk ke dalam ruangan kerja nya untuk mengecek pertemuan meeting dengan klien lainnya lagi.
Sudah hampir seminggu ini Arsen benar benar selalu sibuk sendirian, semua pekerjaan dan urusan kantor terus melibatkan nya, baik masalah besar maupun kecil ia yang harus menyelesaikannya.
"Arghh ****.....!!!! Si manusia besi itu kapan pulang ke Indonesia, sudah seminggu dia pergi honeymoon ke London. Aku benar benar kelelahan jika terus mengurus pekerjaan sendiri seperti ini, hah." kesal Arsen dengan tatapan kesalnya.
Saat Arsen masih sibuk dengan segala pikirannya, tiba tiba ponselnya berdering.
"Hah... Siapa lagi itu yang telepon, dasar menyebalkan." kesal Arsen yang langsung bangun dari duduknya menuju sofa untuk mengambil ponselnya yang tertinggal di sana.
Saat Arsen sudah memegang ponselnya, ia langsung tersenyum devils melihat nama pemanggil yang tertera di ponselnya itu, segera saja Arsen mengangkat nya dan mulai memakinya..
"Kapan kau akan pulang, sudah seminggu kau pergi cepatlah pulang. Dasar tak tahu diri, sudah syukur kau ku kasih cuti honeymoon. Huh....!" maki Arsen kepada Max lewat sambungan teleponnya.
"Hahaha... Slow lah, besok aku sudah pulang. Cuma kamu harus tahu, ada hal yang aku temukan di London, dan bersiaplah untuk menerima dengan lapang dada." jawab Max dengan tawa bahagia nya.
"Jangan banyak alasan, memang nya apa yang sudah kau temui disana sampai sampai harus membuatku lapang dada. Huh... Dasar aneh." ucap Arsen dengan begitu kesalnya.
"Tunggu aku pulang, baru aku kasih hal spesial nya. Hahahaha.....!!!" jawab Max dengan tawa menggelegar nya.
"Berhentilah tertawa, jika kau masih saja menertawakan ku maka aku akan segera memecat kalian berdua. Dan kau aku turunkan lagi ke jabatan mu yang semula. Biar kalian berdua nanti menjadi pasangan pengantin baru yang penuh dengan kemiskinan, hahahaha.....!!" ucap Arsen yang kini juga akhirnya tertawa terbahak bahak.
"Kamu selalu saja mengandalkan kekayaan mu, huh dasar kejam." jawab Max dengan tatapan tajamnya.
"Cepat pulang jangan banyak alasan, perusahaan cabang membutuhkan mu. Dan sekarang perusahaan pusat membutuhkan juga Loly, jadi sudah cukup kalian honeymoon nya." ucap Arsen yang langsung mematikan panggilan telepon nya secara sepihak.
"Dasar manusia dingin, aku akan terus berdoa dan mengutuk mu lagi agar junior mu itu tidak akan pernah bangun selamanya, walau sampai akhirnya kau bertemu kembali dengan Viola. Huh.....!" kesal Max kepada Arsen yang mematikan panggilan telepon secara sepihak.
Max yang masih mengumpat Arsen, tiba tiba terdiam dan merona saat ia melihat Loly datang menghampiri nya dengan lingerie seksi transparan nya.
"Beibeh... Kemari lah, sudah cukup mengumpat Bos mu. Dia juga tidak akan mendengar." ucap Loly yang memanggil Max dengan sebutan Beibeh agar mendekat kearahnya.
"Hem.... Baiklah, kalo ini aku tidak akan pernah menolaknya." jawab Max yang langsung menyergap Loly Istrinya.
.
Arsen kini hanya merenung didalam ruangan kerjanya, ia terdiam dan tak melakukan apa apa. Pikiran kini tertuju lagi kepada Viola,,,
"Sudah setahun berlalu Vi.....
"Aku Masih Merindukanmu" bahkan sampai dengan hari ini aku belum juga bisa menemukan keberadaan mu. Sean dan Sashi selalu bungkam, Papa, Mama dan Sandra juga sama, tidak pernah mengizinkan ku untuk mencampuri lagi urusanmu. Tapi aku tidak bisa Vi, aku masih sangat mencintai mu dan menginginkan mu. Bahkan sekarang, aku telah menerima semua hukuman dari kesalahan ku padamu. Junior ku tidak bisa lagi merespon apapun, ia bahkan sudah setahun lebih tidak bisa bangun lagi. Maafkan aku Vi, maafkanlah aku sayang dan kumohon kembali lah padaku." ucap Arsen didalam hati dengan air mata yang terus membasahi wajah tampan nya.
***
London,
Viola sedang sibuk mengurus beberapa customer yang mau ditangani langsung oleh nya, ia sampai kewalahan karena sekarang customer nya benar benar sangat banyak.
"Miss Viola, biarkan saya saja. Miss Viola sudah sangat kelelahan." ucap Dokter Chaterine yang bekerja di Klinik Arabella.
"Hem... Sepertinya begitu, terimakasih Dokter Catherine." jawab Viola yang langsung pergi menuju ruangannya.
Baru saja Viola membuka pintu ruangan kerjanya di lantai 4, ia langsung terkejut saat melihat Steve yang tengah berdiri didalam ruangan nya sambil tersenyum dengan begitu manisnya kepada Viola...
"Steve, kapan kamu kembali????" ucap Viola dengan tatapan bingung nya.
"Hem.... Aku sangat merindukan tunangan ku ini." jawab Steve yang langsung mendekati Viola dan memeluknya dengan begitu erat, ia benar benar seperti seorang balita yang sangat merindukan ibunya...
"Steve kamu membuatku sesak, aku sampai tidak bisa bernafas." ucap Viola yang terus menggerakkan tubuhnya didalam pelukan Steve.
"Berhentilah bergerak, kamu akan membangunkan yang tengah tidur dibawah sana." ucap Steve dengan tatapan sendu nya.
Viola seketika langsung saja terdiam, ia benar benar tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain terdiam.
"Tunangan ku ini patuh sekali sih, semakin membuat ku gemas saja." ucap Steve yang langsung memegang kedua pipi Viola.
"Hemm.... Gemas apanya, emang aku anak kecil." jawab Viola dengan tatapan cemberutnya.
"Hemm.... Iya udah dong pelukannya, aku mau minum sudah haus banget nih." jawab Viola yang lagi lagi menggerakkan tubuhnya.
Steve tiba tiba saja replek langsung melenguh ni*mat...
"Huhhh..." lenguh Steve dengan tatapan wajah yang langsung berubah merah.
"Steve lepasin aku." ucap Viola yang tahu jika saat ini Steve sudah pada mode On.
"Hem....!" jawab Steve yang sudah melonggarkan pelukannya, tapi belum juga Viola lepas dari pelukan Steve, ia sudah kembali menariknya.
"Ah....." pekik Viola yang terkejut karena Steve langsung menarik nya dan mendorongnya ke tembok.
Steve langsung saja menyambar bibir Viola, ia mencium Viola dengan begitu lembut.
Ciuman yang awalnya lembut kini sudah menjadi panas, Viola benar benar tidak bisa mengimbangi ciuman Steve yang begitu rakus...
Tanpa Viola sadari, kini Steve sudah mengangkat Rok nya sampai memperlihatkan paha mulus nya. Saat Steve sudah membuka kancing kemeja yang Viola kenakan, Viola langsung menahan nya.
"Steve stop, hentikan." teriak Viola agar membuat Steve segera sadar dari perbuatan nya.
Steve yang mendengar suara teriakan Viola, langsung menghentikan perbuatan kurang ajarnya. Ia benar benar seperti hilang kendali saat sudah bertemu Viola.
Viola langsung membenahi kancing kemejanya yang sudah terbuka dua, ia langsung masuk kedalam toilet untuk menghentikan segala keterkejutannya.
"Sialan, apa yang sudah aku lakukan tadi. Aku benar benar tidak bisa mengontrol diriku, setiap kali aku bersama nya. Padahal aku sudah berjanji tidak akan menyentuh Viola sampai kami sudah sah menikah. Hah...!" ucap Steve dengan segala penyesalan nya.
"Sayang I'm sorry." ucap Steve yang langsung mendekati Viola yang sudah keluar dari toilet.
Viola tidak mempedulikan perkataan Steve ia benar benar sangat kesal, rasa malu dan marah kini bercampur jadi satu saat ia akan menatap wajah Steve.
"Sayang maafkan aku, aku tahu aku salah maaf ya. Aku janji, aku benar benar tidak akan melakukan hal seperti itu lagi. Aku akan sabar menunggu 6 bulan lagi sampai hari pernikahan kita tiba." ucap Steve dengan tatapan sendu nya.
Viola yang melihat Steve seperti itu benar benar tidak tega, ia langsung menghampiri Steve dan memeluknya.
"Maafkan aku juga, aku tahu kamu melakukan itu karena kamu sangat merindukan ku kan. Aku juga merindukan mu Steve." ucap Viola yang langsung memeluk erat tubuh Steve.
"I miss you Viola, and I love you." ucap Steve yang langsung mencium lembut kening Viola.
"I miss you too, and I love you too." jawab Viola yang juga tersenyum.
Viola yang masih memeluk erat tubuh Steve akhirnya menjatuhkan setetes air matanya, ia benar benar terharu Steve begitu mencintainya dan sangat menghargai nya.
Viola sedih mungkin dulu ia pernah tak diharapkan dan dicintai oleh Arsen, tapi kini Tuhan telah menggantikan sosok pria yang begitu sempurna dan sangat mencintai nya.
.
..."Terimakasih Tuhan, semoga kali ini Steve lah jodoh ku yang terakhir. Amen." ucap Viola didalam hati....
.
Steve yang memeluk Viola merasakan air mata Viola yang membasahi kemejanya, ia berjanji akan selalu menyayangi Viola dan mencintainya sampai ajal akhirnya menjemput. Ia akan selalu bersama Viola....
•
•
•
•
Haduh Dokter Steve, so sweet banget sih. Sampai meleleh author dibuatnya sama Dokter tampan. Hahaha...
.
** TBC **
.