
pulang dari bekerja, tiba tiba mendapat telepon dari Mommy nya.
"Dreetttt....Dreetttt....Deertttt....!!!! Suara getaran ponsel Viola.
Arsen yang sedang bersantai sambil menonton televisi di kamarnya, langsung saja mengambil ponsel Viola yang bergetar di atas nakas.
"Hallo Viola sayang, kenapa lama sekali angkat teleponnya, atau Mommy mengganggumu yang sedang ehem ehem sama Arsen." ucap Mommy Ariana.
"Ehemm...Maaf Mom ini Arsen yang angkat, Viola lagi dikamar mandi." jawab Arsen.
"Ohhh...Yah yah yah, nanti Mommy telepon lagi." ucap Ariana yang langsung saja mematikan panggilan nya.
"Orangtua dan anak sama sama ceroboh." ujar Arsen yang langsung meletakkan kembali ponsel Viola dengan tersenyum.
Viola yang baru saja keluar dari kamar mandi menggunakan handuk kimono nya langsung mendekati Arsen.
"Pergilah mandi, Jangan santai dulu. Nanti malah ketiduran." ucap Viola.
"Yah bentar lagi lah." jawab Arsen.
"Huhh... Awas ya kalo gak jadi mandi, gak usah tidur disini, tidur aja di sofa sana." gerutu Viola.
"Yaaa, ehh sayang tadi Mommy telepon pas kamu lagi mandi. Telepon lagi aja, mana tauh penting." ucap Arsen.
"Iyaa." jawab Viola yang langsung mendekati Nakas samping tempat tidurnya.
"Tuttttt....Tutttt....Tutttt....!!! Suara panggilan telepon yang tak lama sudah tersambung.
"Hallo Mom, tadi apa telepon Vio." tanya Viola dari panggilan ponselnya.
"Sayang ada kabar bahagia, kamu datang kerumah ya sayang. Mom buat makan malam, untuk semua keluarga aja." ucap Ariana.
"Emangnya kabar bahagia nya apa Mom?" tanya Viola.
"Istri kakak kamu hamil, mom seneng banget bentar lagi jadi Omah." jelas Ariana.
"Ohhh ya Mom, Alhamdulillah selamat buat kak Sean dan Kak Sashi." jawab Viola dengan air mata yang sudah terjatuh membahasi pipinya.
Arsen yang tauh jika Viola tengah menangis langsung beranjak bangun dari tempat tidur, lalu memeluk erat Viola dan menghapus air matanya.
"Jangan nangis sayang, kamu jadi jelek kalo terus menangis." ucap Arsen yang berusaha menghibur istrinya itu.
"Oppa pasti kecewa kan sama aku, kita bahkan sudah setahun menikah. Tapi aku belum juga hamil, aku belum sempurna menjadi seorang istri." ucap Viola dengan air mata yang semakin deras.
"Tapi Mama juga pasti kecewa, karena aku belum juga bisa memberikan mereka cucu." ucap Viola.
"Sayang, aku yakin Allah pasti akan memberikan kita keturunan. Mungkin belum sekarang, tapi nanti. Dan kita teruslah berusaha dan berdoa." ucap Arsen.
"Makasih sayang, i love you." ucap Viola.
"I love you mour." jawab Arsen yang semakin erat memeluk istrinya, dengan penuh rasa cinta dan sayang.
******
Viola dan Arsen sudah berada dirumah orang tua Viola, mereka membaur bersama dengan semua keluarga.
Kabar bahagia ini terpancar dengan jelas di wajah Sean dan Sashi, tak terkecuali Mom Ariana.
"Selamat ya bro." ucap Arsen kepada Sean.
"Ya terimakasih, semoga kamu dah Viola juga gak lama lagi punya baby." ucap Sean.
"Amin semoga." ucap Arsen, Papa Joon, Dad Antonio dan Papa Taylor.
"Tadi sewaktu kami akan datang kesini, Viola terus saja menangis. Dia merasa aku kecewa padanya, karena kami belum diberikan keturunan. Padahal aku pernah mempermasalahkan itu." ucap Arsen.
"Dad berharap kamu tidak akan pernah berubah nak, cintai dan teruslah sayangi Viola. Doa selalu Dad panjatkan agar kehidupan pernikahan kalian semakin berbahagia. Amin." ucap Dad Antonio.
"Ya Dad, terimakasih." jawab Arsen yang langsung memeluk erat Antonio.
•
•
•
•
•
•
** To Be Continued !