
Paris,
Jam sudah menunjukkan pukul 00.00 pas tengah malam, Steve sudah dari jam 22.00 menelpon Viola tapi tidak juga tersambung, padahal tadi sekitar jam 19.00 ia masih bisa melakukan video call dengan nya...
"Kamu dimana sayang, please jangan buat aku takut. Kamu baik baik saja kan sekarang, tidak ada hal buruk yang terjadi padamu kan." lirih Steve yang sudah tidak tenang berada di Mansion kakek nya.
Lima belas menit berlalu, steve yang terus memeriksa pesan nya kepada Viola akhirnya tersambung.
Langsung saja Steve melakukan panggilan video call kepada Viola, tapi tetap juga tidak di angkat nya.
"Dasar sialan, kenapa kamu tidak mengangkat telepon ku Viola. Apa yang sedang kamu lakukan sekarang, argh...!" kesal Steve yang langsung melemparkan tumpukan berkas diatas meja kerja di kamar tidur nya.
*
*
*
Jakarta, Indonesia.
Arsen yang tengah memeriksa ponsel Viola, akhirnya menemukan nomor telepon Steve sekaligus menatap dengan begitu geram foto pertunangan keduanya yang Steve jadikan foto profil di WhatsApp nya.
"Aku yakin setelah kau melihat tunangan mu tidur bersama ku, kau pasti akan memutuskan pertunangan kalian. Hahaha aku sudah tidak sabar menunggu waktu itu....!" ucap Arsen dengan tawa bahagia nya.
Dengan cepat Arsen langsung mengambil foto Viola yang tengah tertidur lelap tanpa sehelai benangpun.
"Maaf Vi, aku memang sangat kejam. Tapi perpisahan lah yang terbaik untuk kalian berdua." lirih Arsen yang langsung mengirimkan foto Viola di pesan WhatsApp nomor nya ke nomor WhatsApp Steve.
Arsen langsung merebahkan tubuhnya di samping Viola dan memeluknya, ia memandangi wajah teduh Viola yang tengah tertidur. Terukir senyuman indah dari bibir Arsen, saat ia mengingat percintaan panas nya bersama Viola yang baru berhenti satu jam yang lalu.
Arsen mengecup sekilas bibir Viola dan bersiap untuk segera tidur. Belum juga ia memejamkan matanya, ponsel Arsen sudah berdering. Ia tahu siapa yang tengah menelponnya subuh subuh begini...
Langsung saja ia mengangkat ponselnya, dan sedikit menjauh dari Viola. Saat Arsen sudah mengangkat ponselnya, ia kini bisa menatap dengan jelas wajah Steve yang penuh dengan kemarahan.
"Dasar brengsek, apa yang sudah kau lakukan kepada tunangan ku. Aku akan menghajar mu, jika kau telah menyakiti nya." maki Steve dengan sorot mata tajamnya.
"Aku tidak menyakiti nya, tapi aku memberikan kenikmatan kepadanya. Apa kau cukup bodoh, hingga tak paham dengan apa yang sudah kami lakukan di dalam kamar hotel tuan Steve." jawab Arsen dengan begitu santainya.
"Aku tahu kau menjebak nya, jadi jangan coba coba untuk mengacaukan hubungan kami." ucap Steve.
"Hahahaha.... Kau tampak nya memang bodoh, aku jadi tak percaya jika kau seorang Dokter Obgyn yang hebat di Paris." jawab Arsen.
"Kau menyelidiki ku?" tanya Steve dengan tatapan tajamnya.
"Apa susahnya bagiku, untuk mencari informasi tentang mu. Aku bahkan tahu, jika kau sudah mendekati Viola sewaktu ia masih menjadi istriku. Rupanya anda benar benar seorang Dokter yang hina tuan Steve, bisa bisanya kau mencari kesempatan di saat istriku sedang rapuh." sarkas Arsen dengan sorot mata yang tak kalah tajam nya.
"Jangan membalikkan kenyataan, aku tidak pernah mendekati Viola sewaktu ia masih menjadi istrimu. Bukankah kau lah pria yang hina, dulu sewaktu kau menjadi suaminya apa kau telah menyanyangi dan menjaga nya dengan baik? Tidak bukan,,, kau malah menyakiti nya, menduakan nya, tidak kah kau ingat itu tuan Arsen yang terhormat." jawab Steve yang langsung menjatuhkan sikap sok Arsen.
Arsen langsung terdiam, ia mengeraskan rahangnya dan langsung mengarahkan kamera ponselnya kehadapan Viola.
"Tapi kau harus ingat, semalaman aku telah bercinta dengan tunangan mu. Apa kau tidak malu, dan punya harga diri tuan Steve." ucap Arsen dengan tersenyum devils.
"Aku tidak peduli, aku sangat mencintai tunangan ku. Meskipun kau telah bercinta dengan nya sekali pun...!" sarkas Steve.
"Hahahaha... Sayangnya aku tidak percaya dengan cinta tulus mu. Karena hanya aku lah yang sangat mencintai Viola, bukan kau." jawab Arsen yang langsung membuka selimut yang menutupi tubuh polos Viola, lalu Arsen mencium bibir Viola yang tengah tertidur lelap.
Steve langsung menundukkan wajahnya, ia tak sanggup melihat tubuh polos Viola, apalagi kini ia sedang bersama Arsen yang tengah ******* rakus bibir tunangannya itu.
"Dasar brengsek, hentikan. Kau memang pria bajingan dan tak punya hati. Aku akan membunuhmu, ingat itu." ucap Steve yang langsung mematikan sambungan teleponnya.
"Steve Murka" ia benar benar tidak sabar ingin cepat sampai ke Indonesia, tanpa menunggu lama lagi ia langsung memerintahkan orang suruhan Daddy nya untuk mengantarkan jet pribadi ke Paris sekarang juga.
.
Arsen yang kini menyandarkan kepalanya disandaran tempat tidur, hanya bisa menghela nafas beratnya.
"Sebesar itukah cinta Steve padamu Vi, ia bahkan tidak peduli meskipun kau sudah aku tiduri. Aku benar benar kalah Vi, cintamu memang pantas kau berikan untuk nya. Tapi.... Bisakah aku berharap, Tuhan akan mengembalikan kau untukku." lirih Arsen dengan air mata yang sudah jatuh menetes.
*
*
*
Jam sudah menunjukkan pukul 09.00 WIB, Tere yang sudah bangun langsung mengeryitkan kan dahinya. Ia duduk dan langsung mengitari sekeliling tempat didalam kamar itu..
"Astaga,,, aku dimana? Hah, kenapa aku juga tidak memakai pakaian. Mana gaun yang aku kenakan semalam." ucap Tere dengan segala keterkejutan nya.
Saat Tere masih sibuk dengan segala keterkejutannya, Jade masuk kedalam kamar sambil membawa sarapan untuknya dan Tere.
"Kau sudah bangun?" tanya Jade dengan perasaan biasa biasa saja.
Tere yang mendengar suara seorang pria langsung mendongakkan kepalanya, mata Tere langsung membulat dengan begitu sempurna saat ia melihat Jade yang tengah berdiri didepan pintu.
"Ah kau, kenapa kau bisa ada di sini. Cepat keluar, aku tidak memakai pakaian ku. Cepat keluar...!!" teriak Tere dengan suara yang begitu nyaring melengking di telinga Jade.
Jade langsung saja berlari keluar dari kamar, ia benar benar terkejut dengan suara nyaring melengking dari mulut kecil Tere.
"Sebenarnya dia itu wanita apa sih, apa jangan-jangan dia wanita jadi jadian. Tubuh kecil dan langsing begitu, tapi sangat kencang melebihi toa masjid., Hah....!" ucap Jade dengan begitu frustasi.
.
Tere yang sudah memakai lengkap celana Jogger, dan kemeja Jade yang sangat kebesaran langsung membuka pintu kamar untuk segera keluar.
"Kau sudah keluar, ayo kita makan. Kau pasti lapar, karena semalam belum makan kan." ucap Jade yang melihat Tere masih terdiam berdiri di belakangnya.
"Aku tidak mau makan, aku hanya butuh penjelasan mu sekarang. Bagaimana aku bisa bisa berada di apartemen mu, dan kemana pakaian ku?" tanya Tere dengan sorot mata tajamnya.
"Hemmm baiklah..... Kita sudah menghabiskan malam bersama,, baju mu sedang aku laundry karena semalam kau muntah di gaun mu sendiri." jawab Jade dengan wajah masih biasa biasa saja.
"Apa kau bilang, kita sudah menghabiskan malam bersama??? Maksud mu.....????" tanya Tere dengan tatapan tajamnya.
"Iya kau dan aku sudah emm... Bercinta." jawab Jade dengan entengnya.
Tere langsung saja menjatuhkan tubuhnya kelantai, ia menangis sejadi jadinya. Benarkah semalam ia sudah kehilangan keperawanan nya karena kelakuan buruknya sendiri.
"Kau kenapa mengambil kesempatan dalam kesempitan saat aku mabuk. Dasar pria bajingan, brengsek, sialan aku membencimu." teriak Tere dengan wajah yang sudah penuh dengan air mata.
Jade langsung menghampiri Tere dan memeluknya, ia benar benar tak tega mendengar tangisan pedih Tere. Ia sudah berjanji dan telah memutuskan ia akan menikahi Tere.
"Sudahlah jangan menangis, aku akan bertanggung jawab. Jadi ku mohon berhenti lah menangis." ucap Jade yang membelai lembut rambut Tere.
"Benarkah kau akan bertanggung jawab, kau akan menikahi ku?" jawab Tere.
"Hem... Iya." ucap Jade.
"Hemm.... Terimakasih." jawab Tere yang langsung menghentikan tangisannya.
Jade hanya bisa mengurut pangkal hidungnya, ia benar benar tak menyangka bisa masuk kedalam kebodohan yang telah diciptakan Arsen.
"Apa setelah aku menikahi Tere, aku akan benar benar bisa mencintai nya. Aku harap aku bisa mencintai nya, karena walau bagaimanapun Verra masih sangat aku cintai." lirih Jade yang masih memeluk Tere.
Jade dan Tere kini sudah sarapan bersama, kecanggungan diantara mereka kini masih terlihat. Tapi Tere dan Jade berusaha untuk biasa biasa saja...
•
•
•
•
Hai semuanya, Ramadhan telah tiba, saatnya untuk sucikan hati sucikan diri. Sambut Ramadhan 2022 dengan segala amal kebaikan.
Author mengucapkan Selamat menjalankan Ibadah Puasa 1433 H. Semoga Ramadhan 2022 diliputi banyak kebaikan yang melimpah. Amin 🤲
Jangan lupa yang untuk selalu like, komen, vote dan rating 5 ya dear. See you all ❤️
.
Bersambung,
.