Oppa Lee I Love You

Oppa Lee I Love You
Siapa Wanita Itu ?



Hubungan Aline dan Arsen semakin hari semakin dekat dan mesra, raut kebahagiaan terus terpancar dari wajah Aline. Seperti hari ini, ia sudah bersiap untuk pindah ke apartemen baru yang Arsen belikan untuknya...


"Hah... Aku sangat bahagia, ternyata perjuangan ku datang ke Indonesia tidaklah sia sia." ucap Aline dengan senyum merekahnya.


.


Saat ia terus tersenyum senang, Ika datang dengan tiba tiba.


"Mba Aline beneran pindah hari ini." tanya Ika.


"Iya Ika, walau pun Mba dah gak tinggal lagi di sini. Kamu tetaplah datang ya ke apartemen Mba." jawab Aline.


"Iya Mba, ngomong ngomong Mba pindah ke apartemen mana?" tanya Ika.


"Apartemen Pasific Place Resindence, Jakarta Selatan." jawab Aline.


"Waaah gila, itu kan apartemen yang Mewah banget Mba." ucap Ika dengan membelalakkan matanya.


"Hehehe... Bukan Mba yang beli, tapi kekasih Mba." jawab Aline dengan senyum indah nya. 


"Mba Aline tuh beruntung banget ya, udah cantik dapat pacar tampan, super kaya raya pula. Duh jadi iri deh, dimana sih Mba dapatnya, biar Ika dapat juga satu aja pria model begitu?" ucap Ika dengan tersenyum.


"Ya kalo di Indonesia mana Mba tauh, kan Mba dulu dapat nya di Amerika pas masih kuliah." jawab Aline.


"Ohh iya ya, sayang sekali aku mah gak mungkinlah bisa ke luar negeri Mba." ucap Ika dengan raut wajah sedih nya.


"Udah yakin aja lah, jika kamu sudah waktunya menemukan pria kriteria itu, langsung sikat aja, hahaha." jawab Aline yang sudah tertawa terbahak bahak.


"Ada ada aja Mba Aline nih, jika nanti akhirnya Ika menemukannya, tetapi dia malah sudah menikah. Iya ogah lah, masa Ika harus jadi pelakor, huhhh jangan sampai deh, amit amit." ucap Ika dengan begitu geram nya.


Aline yang mendengar Ika berkata seperti itu, langsung saja terdiam. Iya menjadi seperti salah tingkah, dengan ucapan Ika barusan.


Ika yang terus mengomel dan Aline yang menundukkan kepalanya, tidak menyadari jika Arsen sudah berdiri tepat di belakang mereka.


"Hmm... Udah siap, ayo kita berangkat." ucap Arsen dengan senyum manisnya.


"Arsen kapan datangnya?" tanya Aline.


"Baru saja." jawab Arsen, padahal sebenarnya ia sudah dari tadi disitu dan mendengarkan apa yang Ika ucapkan. Sampai membuat Aline tidak nyaman dan mulai menundukkan wajahnya, Arsen tahu itu...


"Ayoo kita pergi sekarang, aku juga udah siap." ucap Aline dengan tersenyum.


"Hemm..." jawab Arsen.


Aline langsung mendekati Arsen, ia juga tersenyum kepada Ika sebelum mengucapkan selamat tinggal.


"Ika, Mba pergi ya, main ke apartemen Mba ya." ucap Aline.


"Iya Mba, siap." jawab Ika.


Kini Aline dan Arsen benar benar sudah tidak lagi terlihat dari pandangan Ika, tanpa terasa air mata nya pun mulai menetes...


"Hah, kenapa air mata sialan ini harus keluar sih. Aku kan sudah kebal , dengan yang namanya perpisahan." lirih Ika.


***


Di sepanjang perjalanan menuju apartemen baru Aline, Arsen terus saja menggenggam tangan nya, kadang juga sesekali ia melirik ke arah Aline.


"Jika kamu tak nyaman berteman dengan Ika, tidak perlu lagi untuk menyuruhnya datang menemui mu." ucap Arsen, lalu mengecup punggung tangan Aline sekilas.


"Hah, aku nyaman kok berteman dengannya. Dia baik, dia juga orang pertama yang menjadi teman ku disini." jawab Aline dengan tersenyum.


"Maaf, tadi aku gak sengaja mendengar apa yang kalian bicarakan, dan aku tahu itu membuat mu tidak nyaman." ucap Arsen.


"Aku gapapa, kamu gak perlu khawatir. Lagian apa yang tadi Ika bicarakan, memang kenyataannya benar kan. Aku ini seorang pelakor." jawab Aline.


"Aline cukup, jangan mengatakan hal hal aneh." bentak Arsen.


"Aku bukan bicara hal aneh, tapi mereka kan tidak tahu, bahwa wanita yang lebih dulu bersama mu adalah aku, bukan istrimu." jawab Aline.


"Sudah lah, lebih baik kita bahas yang lain saja." ucap Arsen.


Aline langsung tersenyum dan menyandarkan kepalanya di pundak Arsen.


***


Clara dan Albern baru saja memarkirkan mobil di basemen apartemen Pasific Place. Ternyata ia dan Albern juga baru membeli unit apartemen di sana...


"Yank, kenapa sih kita harus tinggal di apartemen?" tanya Clara kepada Albern.


"Tapi kan kamu nya gak suka, kalo kita tinggal di perumahan. Takut banyak ibu ibu kompleks yang kepo, iya kan?" jawab Albern.


"Iya udah, kita naik sekarang." jawab Albern.


"Iya tunggu, buka dulu bagasi mobil mu." ucap Clara.


"Mau apa lagi." jawab Albern.


"Mau ganti sandal teplek aja, cape banget tauh kalo pake heels kerja ini." ucap Clara.


"Iya udah gantilah sana." jawab Albern.


.


Aline dan Arsen sudah duluan berada di apartemen Pasific Place, mereka berdua berjalan di basemen dengan bergandengan tangan. Tanpa sengaja, Clara yang memang juga berada di basemen melihat nya..


"Itu bukan nya Arsen?" ucap Clara.


"Mana sih yank." jawab Albern.


"Itu cepat liat sana, itu." ucap Clara yang terus menunjuk Arsen dan Aline.


"Ada apa dia disini." jawab Albern dengan raut wajah bingung.


"Siapa Wanita Itu? Coba kamu perhatikan yank, dia sama wanita lain. Dan yang pasti itu bukan Viola." ucap Clara dengan begitu geram nya.


"Udah lah, kita gak usah ngurusin rumah tangga orang." jawab Albern.


"Iya gak bisa gitu dong yank, Vio teman baik aku. Aku sangat yakin, Arsen pasti selingkuh di belakang Viola." ucap Clara.


"Gak boleh nuduh yang belum jelas." jawab Albern.


"Mana handphone mana, cepat yank." ucap Clara.


"Mau buat apa?" jawab Albern.


"Iya buat rekam lah, terus kasih bukti ke Viola." ucap Clara.


"Yank, kamu gak boleh seperti itu." jawab Albern.


"Kamu ini kenapa sih, masa aku harus diam aja, teman aku di selingkuhi suaminya." ucap Clara yang benar benar kesal dengan Albern.


"Biar Viola yang tahu sendiri kelakuan suaminya, aku yakin feeling istri itu kuat." jawab Albern.


"Alah feeling apaan, kamu gak paham tentang Viola." ucap Clara.


"Iya tentu, tapi dengan kamu memberikan rekaman Arsen yang berselingkuh. Apa itu gak menyakiti perasaan teman kamu." jawab Albern.


"Iya jadi aku haru gimana?" ucap Clara.


"Kita cari kebenarannya dulu, apa benar Arsen selingkuh? Takutnya nanti kamu salah, malah jadi gak enak kan sama Viola." jawab Albern.


"Hah iyalah, tapi aku sangat yakin pasti Arsen memang selingkuh, kamu gak liat tadi dia kan gandengan tangan sama wanita itu." ucap Clara.


"Iya aku liat, kita cari dulu bukti yang jelas ya. Sepertinya wanita itu juga tinggal di sini." jawab Albern.


"Hah, ya udahlah jadi gak nih cek unit kita." ucap Clara.


"Iya jadi lah." jawab Albern dengan tersenyum.


***


Sedangkan Aline tersenyum dengan begitu bahagianya, ia sangat senang karena apartemen yang di berikan Arsen untuk nya benar benar sangat lah mewah.


"Kamu suka apartemen nya?" tanya Arsen.


"Tentu, apartemen ini juga sangat nyaman untuk kita bercinta." jawab Aline dengan senyum nakal nya.


Arsen hanya tertawa kecil melihat Aline yang selalu menggoda nya, langsung saja ia menarik Aline kedalam pelukannya...






** TBC **