Oppa Lee I Love You

Oppa Lee I Love You
Sangat Cantik !



Arsen yang sudah keluar dari kamar mandi langsung menoleh ke arah Viola yang lagi membersihkan wajahnya tetapi masih dengan mengenakan gaun pengantin.


"Kau tidak mau mandi, ini sudah jam berapa hah? Terlalu malam mandi juga tidak bagus." ucap Arsen.


"Apaan sih bising tauh, lagian gimana aku bisa mandi, jika resleting gaun ini saja sangat menyebalkan untuk di buka." jawab Viola ketus.


Arsen langsung saja mendekati Viola dan berdiri di belakang nya...


"Cepat lah berdiri, biar ku bantu membuka resleting nya." ucap Arsen dingin.


Viola langsung saja berdiri membelakangi Arsen, saat kaitan gaun Viola sudah Arsen lepaskan. Kini mulai resleting nya yang sedikit demi sedikit terbuka, menampilkan punggung Viola yang sangat putih, mulus dan bersih. Arsen yang melihat nya hanya bisa menelan ludah dan langsung mendorong Viola sedikit kasar.


"Pergilah mandi sana, kau sangat bau keringat." ucap Arsen yang sebenarnya hanya berbohong kepada Viola.


"What the hell you ?" ucap Viola dengan geram.


(apa apaan kamu?)


Arsen pura pura tidak mendengar apa yang Viola katakan, dan memilih keluar dari kamar.



Viola yang sudah selesai mandi keluar dengan memakai lingerie sexy berwarna hitam, sangat kontras sekali dengan kulit nya yang sangat putih. Lingerie yang memang sudah di siapkan Mama Gina di walk in closed kamar mandi room presiden suite, hotel Sky Hyarn milik keluarga Lee yang sekarang tengah di tempati Viola sebagai kamar pengantin nya bersama Arsen.



"Kemana Oppa Lee, hemm jadi dari aku mandi dia belum juga kembali. Bodoh amat, mending aku tidur duluan, badan ku udah sangat lelah." ucap Viola, berjalan menuju pintu kamar dan menguncinya.



\*\*\*



Arsen tengah minum bersama Alex dan Deon di sebuah Club mewah di pusat kota Jakarta.



"Eh sen, ngapain lho ngajakin kita minum disini, bukan nya ini malam pertama lho sama Viola." ucap Alex.



"Benar sen, kenapa lho malah disini." ucap Deon menimpali ucapan Alex.



"Kenapa kalian bahas tentang malam pertama, malam pertama terus hah." ucap Arsen yang sudah mulai sedikit mabuk.



"Ya kita gak mau lah, ntar Vio mengira yang ngajakin lho kesini kita." ucap Alex lagi.



"Udah tenang aja, slow bro." jawab Arsen.



Alex dan Deon masih setia menemani Arsen, mereka berdua memutuskan untuk tidak terlalu banyak minum, supaya bisa menjaga Arsen.



"Sen lho udah terlalu banyak minum, lho pasti akan mabuk." ucap Deon.



"Kalau kalian mau pulang, pulang lah duluan. Aku masih mau disini, dan aku juga tidak mabuk." ucap Arsen yang memang belum terlalu mabuk.



"Lho beneran gak mabuk, lho bisa balik ke hotel sendiri." ucap Alex.



"Hemm..." jawab Arsen singkat.



"Oke kita berdua pulang duluan, kalo ada apa apa telepon aja kita." ucap Deon.



Arsen tengah berada di sebuah kamar mewah sebuah hotel dan sudah di temani wanita malam sexy yang di sewa nya di dalam Club Mewah tempat tadi dia minum bersama Alex dan Deon.


"Puaskan aku sekarang." ucap Arsen.


"Dengan senang hati tuan Arsen." jawab wanita itu dan tersenyum dengan menggoda.


Wanita malam itu langsung saja melepaskan semua pakaian yang di kenakan nya dan langsung berjalan berlenggok lenggok kearah Arsen.


Arsen yang sudah mulai berhasrat, langsung saja menarik wanita itu dan melemparkan nya ke atas tempat tidur.


Saat Arsen sudah melepaskan kemeja yang dikenakan nya dan mulai akan menyentuh wanita sewaan nya itu, tiba tiba wanita yang tengah berada di bawah kungkungan nya berubah menjadi Viola istrinya yang tengah tersenyum menggoda.


Tetapi Arsen langsung menghilangkan pikiran nya itu, dia tauh itu hanya ilusi nya saja. Arsen mencoba untuk tetap fokus, bahwa malam ini dia akan bercinta kembali dengan banyak wanita dan tidak peduli bahwa dia telah menikah dengan Viola....


Arsen mulai kembali memegang buah dada wanita itu sambil memejamkan mata nya, tapi sayang dalam keadaan mata terpejam saja bayangkan wajah Viola yang menggoda nya tetap saja muncul.....


"Ahhh sialan, menjauh lah dariku dan pakai kembali baju mu dan ambil lah cek ini." ucap Arsen yang melemparkan selembar cek kepada wanita itu.


"Tapi tuan, apa kita...." ucap wanita itu.


"Ambil saja cek itu dan segera lah pergi dari hadapan ku." teriak Arsen.


Wanita itu langsung saja mengambil cek yang sudah di lemparkan Arsen dan segera berlari pergi.





"Brengsek dasar perempuan sialan, kenapa wajah nya muncul di saat aku akan mulai bercinta dengan wanita lain, aku tidak akan membiarkan semua ini terus terjadi, aku harus buat perhitungan dengan nya." ucap Arsen yang memukul mukul setir mobil nya...



\*\*\*



Viola yang terbangun dari tidur nyenyak nya, langsung saja berlari ke toilet untuk buah air kecil.



Arsen yang sudah berada di dalam kamar mereka, melihat Viola tidak ada di tempat tidur. Tetapi tiba tiba dia mendengar suara keran air di dalam toilet



"Dia berada di toilet, sudah jam segini dia belum juga tidur, apa dia memang tengah menunggu ku." ucap Arsen dengan seringai di wajah nya.



Viola yang sudah keluar dari toilet, langsung saja terkejut bukan main melihat Arsen tiba tiba sudah berada di dalam kamar dan tengah duduk menyilang kan kaki nya sambil menatap Viola tajam.



"Kapan Oppa datang, bagaimana Oppa bisa masuk sedangkan pintu nya ku kunci." ucap Viola.



Arsen melihat penampilan Viola yang memakai lingerie tipis dan menampilkan bentuk tubuh Viola yang terlihat sangat sexy, Arsen benar benar hanya bisa menelan ludah nya kasar....



"Benar benar sangat sexy, kenapa tubuh nya sangat menggoda." ucap Arsen didalam hati.



"Oppa Lee, kenapa kamu hanya diam saja." ucap Viola yang langsung menyadarkan Arsen dari pandangan nya.



"Kau lupa aku adalah pemilik hotel ini, jadi tidak heran kan jika aku bisa masuk kedalam walaupun kau telah mengunci pintu nya." jawab Arsen.



"Hemm....Ya ya ya Oppa benar, tetapi dari mana saja, kenapa baru pulang sekarang hah?" ucap Viola.



Arsen langsung beranjak dari duduknya dan berjalan menghampiri Viola....



"Apa penting aku menjawabnya." ujar Arsen tepat di samping telinga Viola untuk menggoda nya, dan itu berhasil membuat Viola meremang...



"Yaaa, menurut ku itu sangat penting." jawab Viola dan langsung pergi dari hadapan Arsen.



Saat Viola akan menuju arah toilet lagi, Arsen langsung menarik Viola menyandarkan dan memepet nya ke tembok....



"Ahhh...Apa yang Oppa lakukan." ucap Viola.



Arsen melihat wajah cantik Viola meski tanpa riasan apapun, ya Arsen mengakui bahwa Viola benar benar Sangat Cantik.



Tanpa aba aba Arsen langsung mencium bibir Viola dengan sangat agresif, Viola yang mendapat kan serangan mendadak dari Arsen hanya bisa melotot kan matanya.



Arsen masih \*\*\*\*\*\*\* bibir Viola dengan sangat rakus, Viola yang tadi hanya terdiam kini membalas ciuman Arsen. Arsen yang sudah benar-benar berhasrat langsung saja menggendong Viola menuju tempat tidur mereka.........












\*\* To be continued !