Oppa Lee I Love You

Oppa Lee I Love You
Morning Kiss



Jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi, mentari pagi sudah terasa mulai sedikit panas. Dua anak manusia yang masih tertidur sambil berpelukan, sedikit terganggu dengan suara berisik di depan pintu kamar mereka...


Tok..tok..tok, suara pintu diketuk dan terdengar suara seorang wanita yang sangat Arsen kenal tengah memanggilnya.


"Arsen, bangun lah. Kalian belum sarapan, Viola bisa tersiksa karena ulah mu itu, cepat buka pintu nya." ucap Mama Gina.


Arsen yang mendengar itu langsung saja bangun, kemudian memakai celana nya saja yang teronggok di lantai tanpa memakai pakaian.


Arsen bergegas membuka pintu kamarnya dan langsung terkejut, mama Gina ternyata tidak lah sendiri, melainkan ada mommy Ariana, Sandra, dad Antonio dan Papa Joon yang juga tengah berdiri di depan kamar nya.


"Kau apakan putri ku, dari tadi pagi kalian tidak ikut sarapan." ucap Dad Antonio.


"Apa Viola ku baik baik saja nak." ucap Mommy Ariana.


"Biarkan kami masuk dan melihat keadaan Viola, aku takut Viola kenapa napa." ucap dad Antonio.


Arsen benar benar tidak menyangka, jika mereka semua dari pagi sudah menunggu mereka.


Mom, Dad, Ma, Pa, maaf tapi Viola baik baik saja, bisakah kalian menunggu kami dibawah, kami akan bersiap siap dulu." ucap Arsen.


Papa Joon dan Dad Antonio langsung tersenyum dan segera pergi membawa turun para istri dan Sandra.


***


Arsen langsung menutup kembali pintu kamarnya, tidak mungkin kan dia membiarkan mereka masuk kedalam kamar nya melihat Viola yang masih tertidur tanpa memakai pakaian.


Arsen mendekati Viola yang masih tertidur nyenyak, senyuman terukir di wajah nya. Saat melihat sedikit noda darah merah cerah di sprei bekas percintaan mereka semalam.


Arsen mendekati Viola dan mencium kening nya dalam, mata nya tertuju memperhatikan banyak sekali tanda kiss mark di leher dan seluruh tubuh Viola.


"Astaga apa yang sudah ku lakukan, semalam aku benar-benar buas." ucap Arsen yang kembali tersenyum.


Arsen mengambil ponsel nya dan segera menelpon Max.


"Bawakan aku satu stel pakaian wanita yang tertutup, untuk istriku." ucap Arsen.


"Kamu mengganggu waktu ku, sekarang aku tengah sibuk karena mengurus pekerjaan mu yang tetunda karena kamu lagi cuti" ucap Max.


"Bos nya aku, atau kau." jawab Arsen dingin.


"Yaa, 15 menit aku datang." ucap Max.


"No, kelamaan 10 menit dari sekarang." perintah Arsen, dan langsung mematikan panggilan telepon.


"Aishh, jika dia bukan bos ku. Sudah ku patahkan lehernya itu." umpat Max.


"Leher siapa yang akan anda patahkan tuan Max." ucap Loli, karyawan di perusahaan Arsen dibagian bendahara.


"Ehh... nona Loli, haha aku hanya salah bicara saja." jawab Arsen yang tersenyum kikuk di hadapan wanita pujaan hati nya, terapi tidak berani mengatakan itu langsung. Max hanya mengagumi nya di dalam hati.


"Ohh... Saya kira anda akan mematahkan leher orang beneran, ternyata hanya salah bicara saja." ucap Loli dan segera berlalu dari hadapan Max.


"Dia benar benar sangat cantik dan manis, tidak salah aku pengagum rahasia nya." ucap Max di dalam hati.




Arsen masih betah menatap wajah Viola yang masih tertidur sambil memainkan ujung rambut nya,



Tak berapa lama Max datang dan mengetuk pintu kamar Arsen...



"Ini yang kamu pinta." ucap Max.



"Oke thanks, pergi lah sekarang aku belum membutuhkan mu lagi." jawab Arsen.



Arsen langsung menutup pintu kamarnya, lalu mendekati Viola lagi untuk membangun kan nya dan segera sarapan.



"Sayang, bangun lah. Ayo kita sarapan, kita sudah terlambat makan pagi, karena ini sudah siang." ucap Arsen membangun kan Viola, sambil mengelus ngelus wajah nya.



"Emmm... Mom, jangan mengganggu tidur ku." jawab Viola yang belum menyadari jika yang mengganggu tidur nya bukan mom nya melainkan Arsen suaminya.



"Sayang, aku bukan mom mu. Tapi suami mu." ucap Arsen yang tersenyum melihat Viola yang menurut nya benar benar menggemaskan.



"Viola yang mendengar suara Arsen, terbangun dan langsung duduk sambil menatap wajah suaminya yang masih belum memakai baju tetapi sudah memakai celana, tidak seperti dirinya yang masih telanjang bulat.



"Morning kiss." ucap Arsen sambil mencium bibir Viola.



"Kenapa mencium ku, aku kan belun menggosok gigi ku." ucap Viola malu.



"Menurut ku bibir mu tetap manis sayang." ucap Arsen menggoda Viola.



"Sejak kapan Oppa memanggil ku dengan sebutan sayang." ucap Viola yang langsung berdiri dan akan menuju kamar mandi.



"Ahh..hu..hu..Sakit." ucap Viola sambil menggigit bibir bawahnya.



"Apa masih sakit, maafkan aku, seharusnya aku tidak membuat mu susah berjalan seperti ini." ucap Arsen dengan rasa bersalah.




"Soalnya tubuh mu, benar benar nagih sayang." ucap Arsen tersenyum.



"Dasar mulut buaya darat." jawab Viola.



"Sayang jangan seperti itu, mulai sekarang aku berubah, hanya akan setia sama istri ku ini." ucap Arsen.



"Apa penjahat kelamin sudah insaf, aku terharu sekali." jawab Viola mengejek Arsen.



"Sayang aku akan segera memakan mu." ucap Arsen dan langsung menggendong Viola dengan tubuh polosnya masuk kedalam kamar mandi.



"Ahhh...Apa yang akan Oppa lakukan...." jerit Viola.



Didalam kamar mandi mereka bukan cuma mandi saja, tetapi kembali bercinta dengan penuh gairah yang entah sudah ke berapa kalinya...



\*\*\*



Arsen dan Viola baru saja turun di ruang makan yang terdapat di hotel mereka, penampilan Viola yang tengah memakai pakaian musim dingin, membuat keluarga Lee dan Kendrich menatap aneh Viola.



~ **Penampilan Viola** !



![](contribute/fiction/3840286/markdown/33662331/1641956954949.jpg)



Mama Gina yang paham, jika sekarang Viola pasti tengah menyembunyikan kiss mark yang Arsen buat tadi malam.



Mama Gina, langsung tersenyum dan bahagia, karena Arsen sudah mulai mencintai Viola dan melupakan Aline wanita masa lalunya itu.



"Viola sayang, kamu harus makan yang banyak dan bergizi, mana tauh benih yang tadi malam Arsen semburkan sekarang tengah berkembang di perut kamu sayang." ucap Mama Gina.



Viola langsung saja tersedak, mendengar perkataan barusan mama Gina...



"Minum lah." ucap Arsen.



"Hemm... Terimakasih Oppa." jawab Viola.



"Ma, jangan mengatakan hal seperti itu lagi. Itu benar benar akan membuat Viola terkejut dan malu." ucap Arsen.



"Memang nya ada yang salah dari pertanyaan mama, sepertinya tidak ada yang salah kan." ucap Mama Gina.



Dad Antonio dan Papa Joon tertawa bersama, itu semakin membuat Viola  bingung dan Arsen bertambah jengkel saja.



"Sudah selesai makan nya sayang, ayo kita kembali ke kamar saja." ucap Arsen.



"Ya.." jawab Viola singkat.



"Jangan terlalu sering melakukan nya, itu malah akan membuat kualitas \*\*\*\*\*\* mu menjadi buruk." ucap Papa Joon dan itu semakin membuat Arsen bertambah jengkel.










\*\* To be continued !