
Viola benar benar terkejut dengan apa yang sudah terjadi sekarang bersama pria itu, mata mereka bertemu. Arsen pun langsung melotot tajam ke arah Viola.
"Hey cepat lah bangun, apa belum puas kau menatap wajah ku." ujar Arsen.
Sontak saja Viola langsung bangun dari atas tubuh Arsen,
"Ohh, maaf maafkan aku ya, aku tadi benar-benar terburu buru, sampai gak lihat ada Oppa di depanku, aku sungguh tidak sengaja, maaf ya." ucap Viola.
"Hah Oppa??? Jangan panggil aku seperti itu, aku bukan Oppa mu." jawab Arsen yang sedikit terkejut dan kesal.
Arsen sangat kesal melihat tingkah wanita didepannya ini, Arsen merasa Viola memang sengaja menabraknya supaya bisa berkenalan dan akhirnya berhubungan dengan nya, itulah yang ada dipikiran Arsen sekarang sambil menatap Viola dengan tatapan tajamnya.
"Tidak buruk, dia bahkan sangat cantik di bandingkan koleksi wanita ku yang lain." ucap Arsen yang tersenyum devils.
"Hah, apa nya yang tidak buruk maksud Oppa?" tanya Viola yang penuh kebingungan.
"Kamu adalah salah satu wanita penggemar ku, iya kan?" jawab arsen.
Viola semakin bingung, karena pria tampan yang tengah berdiri dihadapannya ini ternyata juga sangatlah narsis.
"Maaf banget tapi Oppa salah mengira kalau aku wanita seperti itu." jelas Viola.
Arsen langsung tertawa, hahaha !
"Tidak ada seorang wanita manapun yang mampu menolak pesona seorang Arsen yang sangat tampan dan juga kaya raya, termasuk kamu." ucap Arsen sambil menunjuk Viola.
"Dasar gila, Oppa sudah buat aku terpesona pertama melihatmu tadi, tapi juga langsung buat aku ilfil." ujar Viola.
Arsen langsung murka, karena baru kali ini ada seorang wanita yang berani bilang dia gila.
"Dengar baik baik nona, kali ini saya maafkan kamu, tapi tidak untuk lain kali, pergilah sekarang dari hadapanku." ucap Arsen jengah.
Viola yang seolah mendapatkan angin segar dari pria tampan dan juga gila yang sudah ditabraknya, dengan cepat langsung meninggalkan tempat itu.
.
Dari kejauhan datanglah seorang wanita cantik mendekat kearah Arsen,
"Honey, what's wrong?" tanya Jenna.
Arsen pun menggeleng cepat pertanda tidak terjadi apa apa, dia juga langsung saja memeluk Jenna dan pergi meninggalkan tempat dimana ia ditabrak oleh wanita aneh itu.
"Kenapa banyak orang yang memperhatikan kamu honey." ucap Jenna yang heran.
"Sudahlah, kau kan tahu jika aku ini memang selalu menjadi pusat perhatian banyak orang?" jawab Arsen.
"Iya itu benar." jawab Jenna senang.
***
Viola akhirnya menelpon Tere dan menceritakan kejadian yang barusan di alaminya.
Tere segera menemui Viola di cafe pelangi, hampir satu jam mereka berdua makan dan bercerita panjang lebar.
Sampai akhirnya Viola mulai bertanya..
"Hohoho mereka, pada kencan lah. Apalagi?" jawab Tere.
"Hah kencan? Maksud lho mereka lagi sama pacar masing masing?" tanya Viola lagi.
"Ya iyalah Vio, mereka kan dari dulu emang gak pernah jomblo. Kita aja nih yang jadi jomblo menahun, gw jadi sedih tauh." jawab Tere.
Viola juga ikutan sedih, emang bener apa yang barusan di omongin Tere.
"Iya ya dari kita pertama kenal zaman SMP terus SMA, sekarang sampai dah lulus kuliah. Kagak pernah juga kita pacaran, kenapa kita gak coba aja cari pacar Re?" Ujar Viola.
"Ehh Buset, lho kira cari pacar itu gampang kayak kita cari baju branded." jawab Tere.
"Ya kagak gitu juga kali nona Tere Liye." jelas Viola.
"Lah terus gimana coba, lagian kenapa baru sekarang lho mau pacaran. Dulu aja pas zaman SMA, lho itu dah kek Bunga super di sekolah. Karena saking banyaknya cowok ganteng yang nembak lho, dan mau jadi pacar lho, tapi apa lho langsung nolak mereka. Dengan alasan yang gak jelas banget." cecar Tere.
Viola langsung mesem mesem aja,.
"Ya itukan emang gw masih kecil kali, belum pantes juga pacaran. Kan kita masih sekolah jadi harus fokus belajar dulu lah." jelas Viola gak mau kalah.
"Udahan yuk duduknya, sekarang waktunya kita mempercantik diri dan belanja yang banyak." ajak Tere.
"Oke lah Cuzz Let's go!" sahut Viola dengan semangat.
Viola dan Tere keluar masuk butik butik terkenal, untuk memuaskan kebutuhan mereka.
Viola pun akhirnya memanggil Tere, karena melihat lagi Oppa tampan yang udah buat dia Terpesona, walaupun sedikit narsis sih!
"Re woiii Tere Liye." Teriak Viola.
"Apaan sih, tunggu bentar lah. Gw coba baju ini dulu, tunggu bentar di situ." jawab Tere.
Tere sudah keluar dari ruang ganti dan langsung mendekati Viola,
"Apaan sih lho tadi teriak teriak, kek orang kesurupan aja tauh, kenapa lho emang nya." tanya Tere.
"Noh lihat disana itu, ruang ganti yang disana, liat gak Oppa tampan yang pake kemeja hitam itu." tunjuk Viola.
"Ya lihat kenapa memang nya hah? Gw kira penting banget, sampai gw cepat cepat tadi coba baju di dalam ruang ganti. Ternyata, cuma oppa oppa kekasih orang pula yang lho kagumi." ujar Tere lesu.
"Bukan gitu Re, oppa tampan itu yang tadi gw ceritain sama lho pas gw nelpon lho tadi. Ya itu Oppa nya, tampan banget kan uuuhhh perpect banget deh pokoknya. Buat aku benar-benar Terpesona dan langsung jatuh cinta pada pandangan pertama." ucap Viola panjang lebar.
"Terus lho mau apa, mau pacarin dia gitu?" jawab Tere.
"Yaa kalo dia mau ayoo sikat." ucap Viola semangat.
"Hmmm tapi sayangnya lho pasti bukan tipe dia, noh lihat dia disana sama pacarnya tauh. Mana cantik dan seksi banget tuh pacarnya, lho cantik sih iya, tapi kalo sexsi yee kagak. Body lho itu tipis kek gw nih, maka nya kita harus sadar diri, karena pria gak suka body kek kita ini." ucap Tere menjelaskan dengan putus asa.
Viola langsung terdiam seperti kalah telak dari kenyataan yang sebenarnya...!
** Jangan lupa like, komen dan vote ya sayangku !! By : @alesya_arabella ❤️