
Pagi hari tidak seperti biasa nya, Viola, Dad Antonio dan Mom Ariana sudah berkumpul di meja makan dan tengah sarapan, hanya Sean yang tidak kelihatan.
"Mana kakak ku Vio, ini udah hampir jam delapan." ucap Ariana.
"Ya gak tauh, paling bentar lagi turun dia Mom." jawab Viola.
Sampai mereka telah selesai sarapan, Sean belum juga menampakkan batang hidungnya.
"Coba cek ke atas kakak mu Vio?" ucap Antonio.
"Ya Dad." jawab Viola.
Barus saja mau naik ketangga, nampak lah Sean yang hendak turun terburu buru.
"Awas awas Vi, kakak dah telat nih." ucap Sean sambil berlari lari.
"Sean langsung saja menuju Dad dan Mommy nya untuk pamit.
"Dad, Mom, Sean pergi dulu. Dad minta antar Al saja ya, Sean gak bisa bareng. Karena mau langsung ke perusahaan cabang untuk meeting." ucap Sean.
"Yah, jangan ngebut ngebutan Sean." jawab Antonio.
"Sean sarapan dulu." ucap Ariana sedikit berteriak.
"Sean udah telat mom, nanti Sean sarapan aja di kantor." jawab Sean sambil berlari keluar rumah.
Di tengah perjalanan menuju ke perusahaan cabang, Sean terus saja menggerutu. Jalan pagi ini sangat macet, membuat Sean tidak bisa mencapai tujuan tepat waktu.
"Sialan." ucap Sean sambil memukul setir mobilnya dengan keras.
Hampir satu jam Sean masih berada di jalan yang macet, sekarang arus lalu lintas sudah kembali lancar lagi.
Sean langsung saja mengebut dijalan, agar bisa cepat sampai ke perusahaan. Dia tidak mau sampai terlambat terlalu lama.
Saat akan berbelok masuk ke dalam area perusahaan nya, tiba tiba saja terdengar dentuman dari arah belakang mobil Sean, sampai membuat nya sedikit terkejut.
"Duaarrrr.....!!!
"Aishh sialan, apalagi itu." ucap Sean.
Sean langsung keluar dari mobilnya dan melihat melihat kearah belakang jika mobil nya sudah ditabrak oleh seseorang. Sean yang kesal langsung saja mengetok kaca mobil si penabrak.
Tok..Tok..Sean menggetok kaca mobil si penabrak mobilnya.
Saat kaca terbuka, terlihatlah seorang wanita cantik dengan wajah yang sudah pucat melihat ke arah Sean.
"Kenapa kau bisa menabrak mobil ku dari belakang, aku tidak mau tauh mana SIM mu?" ucap Sean.
"Aku lupa membawa nya, tuan tolong maafkan kesalahan ku." jawab wanita itu.
"Jika kau tidak membawa SIM mu dalam berkendara, kau bisa terkena pasal berlapis nona." ucap Sean.
"Maafkan Aku...!" ucap wanita itu, yang sudah hampir menangis.
"Terimakasih tuan." ucap wanita itu.
Sean langsung saja bergegas pergi meninggalkan wanita itu, wanita itu masih saja terus memperhatikan Sean dan berkata pelan...
"Dia sangat tampan, pria itu benar-benar tipe ideal ku." ucap Sashi, tersenyum bahagia.
Viola yang sedang bersiap untuk makan siang, tiba tiba di kejutkan oleh kedatangan Arsen yang tiba tiba.
"Kenapa kamu terus datang kesini, aku benar-benar bosan melihat mu." ucap Viola.
"Aku kesini untuk menjemputmu makan siang bersama, ayo." jawab Arsen.
"Hemm... Tumben." ucap Viola.
"Kau tidak mau?" jawab Arsen lagi.
"Yah ayo." ucap Viola semangat.
Karyawan Viola yang melihat Viola tengah bersama pria yang sangat mereka kenal, langsung saja menggosip ria.
"Pria itu bukan nya Arsen Lee ya." ucap Della.
"Ya memang benar, apa mbak Vio mempunyai hubungan dengan nya ya?" ucap Suci.
"Entah lah, aku juga tidak tauh pasti. Yang pasti dia sudah dua kali datang kesini menemui mbak Viola." ucap Erna.
"Bukan dua kali, tapi sudah tiga kali. Kalian ingat gak wanita yg dulu pernah ribut disini sama mbak Viola? Nah pria itu kan kekasih nya kan?" ucap Reta.
"Hah iya iya aku juga baru ingat?" ucap Della, Suci dan Reta.
"Hey kenapa kalian menggosipkan bos kalian sendiri?" ucap Ery asisten Viola.
"Ehh... Ery, kami bukan menggosip kan mbak Vio, beneran deh." ucap Della.
"Cepat bubar, dan urus diri kalian sendiri saja." ucap Ery.
Viola dan Arsen tengah makan siang bersama di restoran Jepang, mereka makan di area yang private dan terpisah dari tamu lain nya.
"Kemarin sore kamu pulang diantar siapa?" ucap Arsen yang mulai membuka pembicaraan antara mereka.
"Apa peduli mu, pulang dengan siapapun bukan urusan mu?" jawab Viola.
"Maafkan aku, kemarin sore pergi meninggalkan mu." ucap Arsen.
"Sudah lah, tidak perlu lagi di bahas, aku juga sudah melupakan nya." jawab Viola.
Mereka berdua melanjutkan makan siang dengan tenang, dan tanpa ada lagi yang berbicara
•
•
•
•
\*\* Selamat membaca sayang ku ❤️