
California Amerika...
Aline kini sudah berkemas dan merapikan beberapa perlengkapan Axel dan suaminya untuk ia bawa ke Indonesia.
Perasaan bersalah terus menghantuinya selama hampir dua tahun ini, rasa sedih pun menyeruak di dadanya kala mengingat begitu jahat nya ia kepada Viola.
Seperti saat ini Aline yang tengah berdiri di balkon kamarnya mulai meneteskan air mata, ia sudah tidak sabar ingin segera berangkat ke Indonesia dan meminta maaf kepada Arsen dan Viola.
Aline benar benar berharap, mereka berdua bisa memaafkan semua kesalahannya dulu. Memang mungkin sudah terlambat, tapi ia tetap akan menemui Arsen dan Viola. Apa pun yang akan di terima nya nanti, ia tetap harus berlapang dada.
.
Lexi yang sudah dari tadi menunggu Aline di ruang makan akhirnya menyusul kedalam kamar untuk melihat istri tercintanya itu. Saat Lexi sudah berada didalam kamar, ia melihat Aline yang tengah berdiri di balkon kamar sambil menangis.
Lexi mulai mendekati Aline dan memeluk nya dari belakang, ia tahu Aline tengah menangisi semuanya perlakuan buruk nya.
"Sayang, ayo turun dan sarapan, jet pribadi ku sudah di siapkan." ucap Lexi.
"Hem... Maafkan aku, kamu pasti menunggu ku terlalu lama." jawab Aline dengan perasaan bersalah kepada suaminya itu.
"Tidak apa menunggu lama, yang penting orang yang kutunggu adalah istriku." ucap Lexi dengan tatapan penuh cinta kepada Aline.
"Ayo turun sekarang, jangan malah menggombal." jawab Aline dengan terkekeh.
"Tunggu dulu sayang." ucap Lexi yang langsung menarik tangan Aline sampai membuat nya jatuh kedalam pelukannya.
"Kenapa lagi?" tanya Aline dengan tatapan tajamnya.
"Sayang, usia Axel kan sudah dua tahun, sebaiknya kita berikan dia adik." jawab Lexi dengan tatapan sendu nya.
"Hem... Terserah kamu." ucap Aline.
"Benarkah, kamu sudah siap jika hamil lagi?" tanya Lexi dengan senyum bahagia nya.
"Hem... Iya." jawab Aline.
"Kalo begitu kita coba satu kali dulu, sebelum berangkat pergi?" ucap Lexi.
"Tidak nanti saja, bukan kah kita harus segera berangkat sekarang ke Indonesia." jawab Aline.
"Hem... Aku mau nya sekarang sayang, tidak mau nanti." jawab Lexi yang langsung mendekati Aline dan menggendong nya menuju tempat tidur.
Penampilan Aline yang tadi sudah rapi dengan dress simple nya, harus menjadi berantakan lagi karena ulah dari suaminya itu.
Mau tidak mau, suka tidak suka jika Lexi menginginkan hak nya sebagai suami, Aline pasti hanya bisa pasrah saja. Di satu sisi Aline sangat bahagia karena Lexi benar benar telah berubah, menjadi suami dan Daddy terbaik untuk nya dan Axel.
Kebahagiaan kini memang terus dirasakan oleh Aline, tapi di saat Aline tengah sendiri ia pasti akan mengingat semua perlakuan buruk nya kepada Viola yang sudah tersakiti. Bahkan kebaikan yang dulu Viola lakukan kepada nya saat tengah di kejar oleh bodyguard Lexi membuat Aline pura pura lupa.
Tapi sudah setahun ini, Aline terus di buat tidak tenang. Rasa bersalah kian menyelimuti hatinya, ia sudah bertekad untuk menemui Arsen dan Viola di Indonesia, Aline akan meminta maaf...
*
*
*
Aline dan Lexi tengah menyantap sarapan mereka dengan begitu lahapnya, maklum mereka tadi baru saja selesai melakukan olahraga ranjang.
"Sayang, apa kamu benar benar sudah siap untuk menemui Arsen mau pun Viola?" tanya Lexi yang sudah menyelesaikan makannya.
"Iya sayang, doain semoga semuanya lancar." jawab Aline dengan tersenyum.
"Tentu, aku selalu berdoa untukmu." ucap Lexi yang juga tersenyum, lalu mengusap lembut rambut istrinya itu.
"Hai anak Daddy, kita akan ke Indonesia menjumpai uncle Arsen dan aunty Viola." ucap Lexi.
"Yes Daddy." jawab Axel, putra Aline dan Lexi yang sudah hampir berusia dua tahun, dan semakin menggemaskan saja.
Aline dan Lexi tertawa bahagia melihat putra kesayangan mereka yang makan dengan mulut belepotan itu.
"Sayang, makan nya pelan pelan." ucap Aline yang langsung membersihkan mulut Axel.
"Yes Mommy." jawab Axel dengan mengedipkan matanya.
Lagi lagi Aline dan Lexi tertawa oleh tingkah lucu Axel yang memang lah sangat menggemaskan.
.
~ Axel Hayden Williams
*
*
*
*
Jakarta, Indonesia...
Aline, Lexi dan Axel kini sudah tiba di Indonesia. Mereka langsung menuju hotel untuk beristirahat, Axel terlihat gembira dan terus tertawa. Ia senang dengan suasana Indonesia dan cuaca hangat nya...
"Yes Daddy, Axel suka." jawab Axel dengan suara imut nya.
Mereka bertiga benar benar terlihat seperti keluarga yang bahagia, dan good looking semua. Banyak pasang mata yang terus menatap kagum kearah mereka di lobby hotel bintang lima itu.
*
*
*
Arsen sudah bersiap untuk pergi ke kantor, ia menyiapkan dan menikmati sarapan nya sendirian. Pagi ini semakin terasa berbeda saja, Bi Mirna asisten yang sudah bekerja di rumah nya selama dua tahun ini harus mengundurkan diri.
Bi Mirna ingin menetap di kampung halamannya bersama anak, menantu dan cucu cucunya. Awal nya Arsen agak keberatan, tapi ia akhirnya menyetujui nya karena itu adalah hak dan kebahagiaan Bi Mirna. Satu pesan dari Bi Mirna yang membuat Arsen semakin tersentuh.
.
..."Tuan, saya masih sering berdoa dan berharap agar kelak Nyonya Viola pulang kerumah ini, dan hidup berbahagia lagi seperti dulu bersama tuan." ucap Bi Mirna....
.
"Hah... Rumah ini semakin hari semakin sepi saja, Vi semoga doa ku dan doa nya Bi Mirna di kabulkan Tuhan. Amin." lirih Arsen.
Hampir 20 puluh menit Arsen duduk sambil menatap sarapan nya tanpa memakan nya sedikit pun. Perasaan kesepian terus menyelimuti hati dan jiwa Arsen, ia sangat merindukan Viola. Tapi ia juga sudah tidak bisa berbuat apa apa lagi sekarang, karena ia telah berjanji untuk tidak menggangu dan harus merelakan Viola bersama Steve.
.
Saat Arsen akan beranjak duduk dari kursi nya, bel rumah nya berbunyi. Ia yang sudah berjalan naik ketangga menuju kamarnya, terpaksa turun lagi untuk melihat siapa yang telah bertamu sepagi ini.
"Siapa itu, apa jangan jangan Mama yang datang." ucap Arsen.
Arsen yang sudah berada di depan pintu ruang tamu, langsung saja membukakan nya. Saat pintu itu sudah terbuka, Arsen langsung mengeras kan rahangnya. Mata nya menatap tajam kepada seseorang yang sangat di bencinya....
"Arsen....!" lirih Aline dengan tatapan sendu nya.
"Untuk apa lagi kau datang kesini." ucap Arsen dengan tatapan tak suka nya.
"Maaf, karena kami sudah bertamu terlalu pagi. Tapi aku mohon izinkan kami masuk dan berbicara dengan mu di dalam." jawab Lexi.
Arsen melihat Aline datang bersama Lexi, dan bocah tampan, juga lucu yang sudah langsung bisa ia tebak adalah Axel akhirnya mempersilahkan mereka untuk masuk kedalam rumah nya.
Saat sudah berada di ruang tamu, baik Aline mau pun Arsen kini hanya bisa terdiam tanpa ada yang mau memulai pembicaraan. Axel yang melihat semua orang terdiam, akhirnya memulai duluan pembicaraan.
"Mommy, Axel haus." ucap Axel dengan suara cedal nya.
"Sayang haus, tunggu ya Daddy ambil minum di mobil." jawab Lexi.
"Tunggu tidak usah kemana mana, aku akan ambil air minum di dapur." ucap Arsen.
"Oh terimakasih." jawab Lexi dengan tersenyum.
"Hem...!" ucap Arsen yang langsung berlalu pergi ke dapur untuk mengambil air minum.
.
Hampir satu jam berlalu...
Axel dan Lexi tengah berada di taman dibelakang rumah Arsen, ia memberikan ruang untuk Aline berbicara dengan Arsen berdua saja.
Seperti saat ini, Aline masih tetap diam dan tetap tidak sanggup untuk mengatakan apapun kepada Arsen. Sampai akhirnya Arsen yang memulai pembicaraan...
"Untuk apa kamu datang kesini, sampai jauh jauh datang dari Amerika." tanya Arsen dengan begitu dingin nya.
"Maaf, Aku Menyesalp." jawab Aline yang sudah meneteskan air matanya.
Arsen yang melihat Aline seperti itu hanya bisa menghela nafasnya, ia tahu semua yang telah terjadi bukan lah sepenuhnya kesalahan Aline, tetapi karena ia juga.
"Tidak perlu lagi di bahas, semua sudah terjadi. Aku dan Viola, juga sudah bercerai." ucap Arsen.
"Tapi aku tahu kamu masih sangat mencintai Viola, jadi kembali lah kepadanya sen?" jawab Aline.
"Sudah tidak mungkin, Viola sudah bertunangan dengan pria lain." ucap Arsen.
"Maaf maafkan aku Sen, aku benar benar bersalah kepada mu dan Viola, maaf." jawab Aline dengan terus menundukkan kepalanya.
"Aku sudah memaafkan mu, sekarang lebih baik kamu segera pergi. Dan hidup lah dengan bahagia bersama suami dan anakmu." ucap Arsen.
"Terimakasih Arsen." jawab Aline yang langsung beranjak pergi dan meninggalkan Arsen yang masih terdiam begitu saja...
*
*
*
*
Bersambung...
.