
Dua Minggu telah berlalu, Sean dan Sashi juga telah pulang kembali ke Indonesia. Setelah selama seminggu lebih mereka honeymoon ke Hawaii.
Sean dan Sashi masih harus tinggal bersama dengan Dad Antonio dan Mom Ariana, karena permintaan Mom Ariana dan juga memang rumah baru Sean belum selesai seratus persen.
"Liburan kalian menyenangkan kan?" tanya Mom Ariana, dengan tersenyum.
"Emmm...Iya Mom." jawab Sashi, yang juga tersenyum.
"Untuk sementara Sashi tinggal disini dulu gapapa kan? Sampai rumah kalian siap untuk ditempati." ucap Dad Antonio.
"Ya Dad, Sashi juga tidak masalah." jawab Sean.
"Iya Dad, Sashi juga gapapa kok." jawab Sashi.
"Gak lama lagi Mom dan Dad punya cucu, semoga Sashi cepat hamil ya sayang." ucap Mom Ariana, dengan tersenyum ceria.
"Semoga Mom Amin." jawab Sean dan Sashi berbarengan.
"Ya udah sekarang makan yang banyak protein ya Sashi." ucap Mom Ariana.
"Ya Mom." jawab Sashi dengan langsung menganggukkan kepalanya.
Pagi itu suara dan tawa terdengar penuh kebahagiaan diruang makan keluarga Kendrich...
Viola yang baru saja turun dari mobil langsung dibuat terkejut karena Arsen tengah berdiri didepannya.
"Kenapa lagi, tadi kan udah sayang sayangnya." ucap Viola.
"Nanti sore aku jemput, Morning Sayang." ucap Arsen tersenyum dan mencium sekilas bibir istrinya.
"Oke, morning to." jawab Viola yang juga tersenyum.
Sebenarnya saat Arsen turun dari mobil dia akan mengucapkan wedding anniversary kepada Viola, tapi langsung diurungkannya karena time yang kurang tepat.
Arsen segera mengeluarkan ponsel lalu menghubungi Max untuk reservasi hotel dan menyiapkan segala keperluan dinner bersama Viola nanti malam, Arsen akan memberikan surprise nanti untuk istrinya itu...
Tuttt...Tuttt... Terdengar suara panggilan ponsel dan terhubung.
"Iya." ucap Max.
"Siapkan reservasi hotel dan segala keperluan dinner untukku nanti malam bersama Viola." perintah Arsen kepada Max.
"Harus sekarang." ucap Max.
"Ya sekarang." jawab Arsen singkat.
"Hemm..." ucap Max.
Viola yang sudah bersiap untuk pulang dan sedikit menyusun semua buku buku prakteknya. Tak lama Arsen masuk, tetapi Viola tidak menyadarinya.
Arsen langsung mendekati Viola dan memeluknya dari belakang, Viola terperanjat saat merasakan tangan kekar yang sudah sangat dia kenal melingkar di pinggangnya.
"Ayo pulang." ucap Arsen.
"Hem...Ini udah mau pulang, tunggu bentar ya." jawab Viola.
Arsen hanya menganggukkan kepalanya dan semakin erat memeluk istrinya itu.
"Jika terus seperti ini, kapan kita akan pulang hah." ucap Viola.
"Hehehe...Ya Ya okee." jawab Arsen cengengesan.
Tak berapa lama, Viola dan Arsen sudah keluar dari klinik Violett. Mereka langsung menuju parkiran dan masuk kedalam mobil, Arsen memasangkan seat belt Viola lalu mencuri kesempatan untuk mencium bibir istrinya itu.
"Happy Wedding Anniversary." ucap Arsen tersenyum manis sambil menatap dalam wajah Viola.
Viola langsung menutup mulut dengan kedua tangannya karena tidak pernah menyangka jika Arsen akan mengingat hari pernikahan mereka, bahkan dirinya saja tidak mengingat hari spesial ini.
"Thank you sayangku, ini hari pernikahan kita yang ke 1 tahun." ucap Viola tersenyum bahagia.
"I Love You." ucap Arsen lalu mencium sekilas bibir Viola.
"Love You To." jawab Viola.
Arsen mulai menjalankan mobilnya untuk segera pulang, dan dinner bersama Viola.
"Sayang kita pergi dinner malam ini ya, aku sudah persiapkan semuanya." ucap Arsen.
"Waaah benarkah, jam berapa kita akan pergi." ucap Viola.
"Nanti malam sekitar jam 19.00." jawab Arsen.
"Oke , aku dandan dulu deh." ucap Viola.
•
•
•
•
•
•
"Selamat membaca sayang ku ❤️