
jangan lupa like komen dan vote😍
~~
""Mario,,,,sampaikan kabar ini pada Papa dan Ibu serta Maxel juga agar mereka tidak kesini lagi" Perintah Marsel.
"Baik bang" Jawab Mario langsung melakukan perintah Marsel..
"Mia sudah siap" Ucap Mia.
"Sekarang kita pulang" Ucap Marsel.
Mereka semua sudah pulang dan sudah dalam perjalanan,,,Mario juga ikut bersama mereka. Mario yang mengendarai mobil sedangkan Mia dan Marsel duduk dibelakang.
"Bang,,,,kak Widya tidak diantar pulang?" Tanya Mia.
"Tidak,,,,,dia ada mobil ko" Jawab Mario.
"Coba saja bang Marsel sudah memiliki kekasih,,,,Mia akan mengadakan makan malam bersama dengan mereka" Ucap Mia membuat Marsel lagi lagi merasa bersalah.
"Maafkan abang yaa,,,,,tapi kenapa harus menunggu kekasihku. Adakan saja sayang" Ucap Marsel.
"Tidak,,,,,,tidak boleh ada yang berani yang membawa kekasihnya dirumah sebelum bang Marsel" Ucap Mia penuh penegasan.
"Tapi Amel sudah keluar masuk dirumah" Ucap Mario.
"Beda,,,,dia datang kerumah kerenaku bukan dipanggil atau datang bersama bang Maxel" Ucap Mia.
"Tapi abang tidak apa jika mereka membawa kelasihnya dirumah sayang" Ucap Marsel dengan mengacak jilbab Mia.
"Isssss bang Marsel jilbab Mia" Ucap Mia dengan memperbaiki ujung jilbannya.
"Pokoknya tidal boleh,,,,jika ada yang berani Mia tidak akan menegurnya" Ancam Mia.
"Hahahhahaha kasihan juga yaa" Ucap Marsel.
"Pokoknya harus" Ucap Mia.
"Kita sampai" Ucap Mario membukakan pintu untuk Mia.
"Terimah kasih abangku" Ucap Mia.
"Mia sayang,,,,,untungnya cuman sehari. Ibu khawatir terhadapmu sayang" Sambut Santika dan Handika langsung memeluk putri kecilnya itu.
"Mia sudah sangat sehat,,,,,disana ada dokter cantik dan baik hati bu" Ucap Mia.
"Sudah,,,,,kita masuk" Ucap Handika.
"Marsel,,,,,papa mau bicara denganmu" Ucap lagi Handika pada Marsel.
"Biarkan dia istirahat dan membersihkan tubuhnya dulu,,,,,,kenapa harus terburu buru" Ucap Santika.
"Sayang,,,,,kalian pergilah mandi yaa,,,,setelah itu istirahat" Ucap Santika kepada Mario dan Marsel.
"Baiklah bu" Jawab keduanya lalu pergi kekamar masing masing.
"Mia cucuku,,,,,akhirnya kau tidak lama disana" Ucap Mirna dengan membuka tangannya dengan cepat Mia berlari dan menerima pelukan Mirna.
"Jangan berlari,,,,,opa juga mau dipeluk" Ucap Wijaya membuat semuanya tertawa.
"Opa tidak memintapun Mia akan memelukmu" Ucap Mia dengan memeluk Wijaya.
"Tante Santi mana Bu?" Ucap Mia dengan melonggarka pelukan dari Wijaya.
"Mereka sudah kembali sayang,,,,Sarah harus sekolah" Jawab Santika.
"Papa" Panggil Mia.
"Iya sayang" Jawab Handika.
"Papa mau bicara soal apa sama bang Marsel?" Tanya Mia.
"Ohh,,,,bisnis" Ucap Mia.
"Kau juga harus istirahat sayang,,,,,pasti kau kelelahan karena perjalanan pulang" Ucap Mirna.
"Baiklah,,,,Mia keatas yaa" Ucap Mia dengan berdiri dan pergi meninggalkan mereka.
"Mia tidak boleh tau rencana kita yaa" Ucap Mirna.
"Iya ma" Jawab Santika.
"Maxel,,,,dimana dia kenapa tidak bersama mereka" Ucap Wijaya.
"Ohh iya yaa,,,,saya juga lupa menanyakannya" Ucap Santika.
"Saat ini Maxel lagi persama kekasihnya" Ucap Handika.
"Anak itu,,,,,," Ucap Mirna dengan tertawa kecil.
"Pa,,,mau bicara denganku?" Ucap Marsel yang sudah segar.
"Duduklah dulu sayang" Ucap Santika.
"Iya duduklah dulu cucuku" Timpal lagi Mirna,,,melihat tingkah kedua wanita yang dia cintai itu Marsel rasa ada yang aneh.
"Tidak lama lagi Mia berulang tahun nak,,,,,,jadi apa kau tidak mau memenuhi keinginannya pada saat diumurnya nanti" Ucap Handika langsung tudu poin.
"Tapi,,,,Marsel belum menemukan keinginannya pa" Jawab Marsel.
"Sayang apa ibu bisa sarankan mengenai keinginan Mia itu?" Tanya Santika.
"Tentu,,,,,apapun pilihan kalian Marsel akan setujuh" Ucap Marsel.
"Obrolannya sepertinya sangat serius?"Ucap tiba tiba Maxel membuat kaget.
"Apa kau itu tidak tau sopan santun" Ucap Wijaya.
"Maaf opa,,,Assalamualaikum" Ucap Maxel.
"Waalaikum salam" Jawab semuany.
"Pergilah mandi sayang,,,,,ibu rasa kau kelelahan karena selesai berkencang" Ucap Santika.
"Baiklah ibuku,,,,,,bayyy semuanya" Ucap Maxel dengan melembaikan tangan kemereka. Membuat Wijaya dan Mirna mengeleng kepalanya melihat tingkah Maxel.
"Baiklah jika kau sutujuh dengan keinginanku,,,,,karena seminggu lagi Mia 21 tahun. Minggu itu juga kita akan pergi melamar wanita itu" Ucap Handika. Membuat Marsel kaget.
"Melamar pa,,,,,tapi wanita itu siapa?" Ucap Marsel.
"Dia adalah ponakannya Ranaya sayang" Ucap Mirna.
"Maksud oma Rika"Ucap Marsel.
"Oya sayang,,,,apa kau keberatan" Ucap Santika.
"Agh,,,,,,ti_dak bu itu pilihan yang bagus" Ucap Marsel.
"Pilihan apa?" Ucap Mario.
"Tidak ada nak,,,,dimana Mia?" Ucap Mirna.
"Masih dikamar kayaknya" Jawab Mario langsung duduk bergabung bersama mereka.
"Bi Rina,,,panggilah Mia kita akan makan malam" Ucap Mirna.
"Sekalian dengan Maxel yaa" Ucap Santika.
"Bi biarkan saya saja yang memanggil mereka" Ucap Marsel membuat Rina berhenti.
Jangan lupa like komen dan vote yaa😍