
jangan lupa vote π
~~
Rika masih duduk diruang keluarga Raka, masih berpikir tentah apa yang dia pikirkan.
"Assalamualaikum " Ucap Ranti dari arah pintu.
"Waalaikum salam, bi" Jawab Rika langsung menyalami tangan Ranti.
"Apa kau sudah lama sayang?" Tanya Ranti.
"Tidak baru saja" Jawabnya.
"Bibi dari pada, dimana paman? " Lanjutnya lagi.
"Bibi dari moll sayang, pamanmu sedang memarkir mobilnya" Jawab Ranti.
"Kenapa tidak suruh penjaga saja, holang kaya kan bebas" Ucap Rika.
"Astaga kau ini, apa Raka sudah menemuimu"
"Iya sudah, dia itu makin besar makin bodoh bi, membahagiakan kekasih saja dia tidak bisa" Ucap Rika.
"Apa kau bilang, kata siapa saya tidak bisa" Protes Raka di lantai atas, dengan cepat dia turun kebawah.
"Hahhahh apa kau sejak tadi diatas" Jawab Rika.
"Bukan urusanmu, saya ini laki laki perkasa masa iya tidak bisa membahagiakan kekasihku" Ucap Raka dengan ngosngosan.
"Sudahlah kalian tidak selesai jika berdebat terus, apa rencanamu sayang" Ucap Ranti.
"Belum tau ini bu" Jawab Raka.
"Tukan, bi lihatlah laki laki perkasa ini, menaklukan Mia saja dia tidak bisa" Ucap Rika.
"Heyyy, kau. Bukan tidak bisa tapi bingung ternyata ada juga perempuan yang tidak suka sama coklat dan phobia sama bunga" Ucap Raka.
"Mia phobia bunga? " Kanget Ranti.
"Iya tante, jadi gini ceritanya sewaktu kecil Mia sangat suka sama bunga, tapi pada saat Mia berumur 8 tahun dia kehilangan neneknya Nyonya Salsa, disitu dia mulai tidak suka sama bunga karena pemakamannya dipenuhi bunga, tidak berlanjut lama kakeknya juga meninggal dengan yang sama pasti ada bunga di perisyaratan terakhir Tuan Baraji, disitu dia mulai sudah tidak suka bunga, dan yang terakhir kehilangan ibu tercinta nyonya Santika disitu dia jadi takut jika melihat bunga dan pada saat diperiksa dia sudah phobia sama bunga" Ucap Rika.
"Kau tau sampai sedetail itu" Kagum Raka.
"Apa kau lupa saya siapa tuan" Jawab Rika.
"Sayang, apa kau tau sebelumnya masalah ini? " Tanya Ranti pada Raka.
"Saya tau jika Mia phobi bunga tapi tidak tau jalan ceritanya bu, Rakakan meninggalkan Mia pada saat Mia berumur 6 tahun" Jawab Raka.
"Apa yang kalian ceritakan?" Tanya Ranaya.
"Agh, ini pa jadi Mia itu phobia bunga" Jawab Ranti.
"Hay sayang, apa kau sudah lama kemari" Lanjutnya dengan mengelus lembut rambut Rika.
"Iya paman" Jawab Rika.
"Kenapa papa tidak ceritakan ini sama saya" Tanya Ranti.
"Cerita apa, Rika datang disinikan kamu yang memberitahuku" Jawab Ranaya.
"Papa, tentang Mia yang phobia bunga" Ucap Ranti.
"Ohh itu, apa kau baru tau mengenai itu hari ini" Ucap Ranaya, Ranti mengangkukan kepalanya.
"Astaga, kau dari mana saja selama ini ha, itu semua diumumkan oleh om Wijaya pada saat mereka tau tentang itu" Ucap Ranaya.
"Sejak kapan diumumkan? " Tanya Ranti.
"Sekitar 3 tahun yang lalu bi" Jawab Rika.
"Ini ponakan paman yang pintar" Ucap Ranaya.
"Ohh pada tahun itu saya sedang diamerika menemani Raka" Jawab Ranti.
"Jadi peringatan untuk kita semua jangan sampai kalian membawa bunga dihadapan Mia" Ucap Ranaya.
"Trus kenapa papa menyuruku untuk memberi kejutan dengan bunga? " Tanya Raka.
"Papa menyuruhmu begitu? " Bingung Ranaya.
"Iya pa" Jawabnya.
"Jika iya, papa melarangmu. Jika kau mau Mia masih melihatmu jangan coba coba, paham" Ucap Ranaya.
"Sudahlah, Sayang apa kalian sudah makan malam" Tanya Ranti.
"Belum, Raka tidak menawarkanku makanan bahkan memberiku minum saja tidak" Ucap Rika.
"Heyy kau kan punya tangan dan kaki untuk mengambil itu semua, satu lagi kau juga punya mulut untuk memerintahkan itu semua pada pelayan dirumah ini" Kesal Raka.
"Tapi bagaimanapun saya ini adalah tamumu, dan yang akan membantumu menaklukan hati kekasihmu" Teriak Rika.
"Astaga turunkan nada suaramu, apa kau lupa berhadapan sama siapa" Ucap Raka.
"Ohh iya lupa, maaf tuan muda Raka Adijaya, paling sombong" Ucap Rika.
"Kauuu" Teriak Raka.
"Sudah sudah, kalian ini tidak sopan sekali pada orang tua" Ucap Ranti.
"Mari makan" Lanjutnya.
jangan lupa like komen dan voteπππ