Mia Ayunda

Mia Ayunda
BAB97



jangan lupa like komen dan VOTE💃


~~


"Rika sayang,,,,katakan padaku jika mahkluk ini meledek kalian" Ucap Wijaya. Membuat semuanya tersenyum.


"Mari kaka iparku" Ucap Maxel.


"Kalian hati hati yaa" Ucap Handika.


Hampir sudah 7 jam Mario belum juga keluar,,,Mia Wijaya Ranaya dan Handika sudah sangat gelisah dengan keadaan takut mereka.


"Mia tidurlah sayang,,,,ada ruang istirahan untuk kita disana" Ucap Handika pada Mia.


"Mia tidak akan tenang pa,,,,bagaimanapun ini karena Mia" Ucap Mia.


"Hayyy,,,,,sejak tadi kau terus menyalahkan dirimu jika ada Widya disini pasti dia akan marah" Ucap Ranaya.


dutttt.


"Siapa?" Tanya Handika pada Ranaya yang melihat ada panggilan masuk diponselnya.


"Ranti" Jawabnya lalu menekan tombol hijau.


#*📞*istriku


"Assalamualaikum" Ucap Ranayabpada ponselnya.


"Waalaikum salam,,,,,bagaimana keadaan Widya" Tanya Ranti.


"Masih belum ada kabar dari Mario" Jawab Ranaya*.


"Aktikan pengeras suaranya" Perintah Handika pada Ranaya.


"Sudah" Ucap Ranaya.


"*Ranti dengarkan saya,,,,,kalian semua tidurlah Widya akan baik baik saja didalam ada Mario yang menanganinya jadi kalian istirahatlah tidak baik untuk kesehatan kalian" Ucap Handika.


"Santuyyy tuan Handika,,,,baiklah saya matikan" Ucap Ranti langsung mematikan panggilannya*.


"Istrimu kurang ajaran agama" Ucap Handika.


"Maksud anda?" Tanya Ranaya.


"Dia tidak tau adap sebelum mematikan ponsel" Ucap Handika dengan bergaya menyimpan tanggannya didadanya.


clekkkk


Semuanya langsung berdiri pada saat pintu operasi itu dibuka,,,terlihat ada Dokter Tarti yang dibalik pintu.


"Dokter bagaimana keadaan kakak saya" Ucap Mia.


"Operasinya berjalan dengan lancar,,tetapi pelurunya mengenai tulang yang berada didadanya,,sehingga menyebabkan dia harus ditindak lanjuti lagi jika dia sudah sadar nanti" Ucap Tanti.


"Mario mana?" Tanya Handika.


"Masih didalam,,,,berkat kegigihannya dokter Widya bisa diselamatkan" Ucap Tanti.


"Saya pergi dulu yaa" Ucapnya lalu pergi. Mario keluar dengan berlumutan darah sama dengan Tanti tadi.


"Bang,,,,kak Widya" Ucap Mia dengan meneteskan air mata.


"Jangan menangis sayang,,,,Widya sudah membaik" Ucap Mario menenangkan Mia.


"Tapi ini salah Mia,,,,,seharusnya Mia yang disana kenapa kaka Widya sampai senekat itu,,,Hiksss hiksss" Ucap Mia makin menangis.


"Kenapa semakin menyalahkan dirimu,,,,,kamu tidak salah sayang" Ucap Handika.


"Ran,,,sampaikan pada orang dirumah agar mereka bisa istirahat" Ucap lagi Wijaya.


"Apa kau ingin bertemu Widya" Tawar Mario pada Mia dengan cepat Mia menganggukan kepalanya.


"Mari masuk" Ucap Mario.


"Kak Widya hiksss hiksss maafkan Mia,,,,kenapa kaka sampai senekat ini sih" Ucap Mia melihat Widya yang terlihat pucat.


"Dia akan marah jika melihat kau menangis,,,,bahkan dia akan memarahiku jika melihatmu menagis menyalahkan dirimu terus" Ucap Mario.


"Kapan kak Widya bangun bang?" Tanya Mia dengan melihat Mario.


"Abang juga belum tau kapan sayang" Ucap Mario dengan memegang lembut kepalanya.


"Bagaimana dengan tulang Mario" Ucap Wijaya dari belakang.


" Tidak terlalu bahaya opa,,,saya sendiri yang akan mengobatinya" Jawab Mario.


"Lakukan yang terbaik untuk Widya nak,,,,kami percayakan dia padamu" Ucap Handika.


"Iya benar Mario,,,,,kau jangan pikirkan siapa pelakunya semuanya sudah ditangani oleh pengantin baru dan setan tambahannya" Ucap Ranaya membuat semuanya menatapnya dengan bingung.


"Maksud paman setan siapa?" Tanya Mario dengan mengkerutkan keningnya.


"Hahahahaha kenapa jadi tegang begitu,,,,itu Maxel ikut bersama dengan pengantin baru itu" Ucap Ranaya membuat semuanya melihat kesal.


"Mia sayang kau pulanglah istirahat,,,,Widya sudah baik baik saja" Ucap Handika pada Mia.


"Mia akan istirahan disini saja pa" Ucap Mia langsung duduk disofa.


"Widya akan dipindahkan diruang nginap jadi kita akan istirahan disana" Ucap Mario.


"Kalau begitu pindahkan cepat" Ucap Wijaya.


"Suster pindahkan dokter Widya diruang nginap" Perintah Mario dengan cepat 3 Suster siapkan pindahan Widya.


duttt


#*📞Maxel.


"Assalamualaikum papaku" Ucap Maxel.


"Waalaikum salam,,,bagaimana?" Tanya Handika.


"Tidak bisa dilacak pa,,,bahkan mba Rika dan bang Marsel pun sudah tidak bisa" Ucap Maxel.


"Cari sampai dapat,,,,perintahkan pada kedua kakakmu mereka sudahi menyelidikinya,,,kau lanjutkan" Ucap Handika membuat Maxel kaget.


"Papa,,,," Ucap Sedih Maxel.


"Jika perlu kau tidur saja dijalan,,,cepat perintahkan pada kedua kakakmu itu" Ucap Handika langsung memutuskan panggilannya*.


"Agh,,,,,papa" Ucap Maxel dengan kesal.


"Kenapa?" Tanya Rika.


"Kata papa kalian pulanglah istirahat,,,,,untuk penyelidikan kita akan lanjut besok pagi" Ucap Maxel dengan berbohong.


"Bagaimana keadaan Widya?" Tanya Marsel.


"Entahlah,,,saya juga lupa menanyakannya" Ucap Maxel dengan menaikan bahunya.


jangan lupa like komen dan vote😍