Mia Ayunda

Mia Ayunda
BAB108



jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan cara like komen dan jika berjenan berikan VOTE untuk mendukung karya thour😍


~~


"Cihhhh,,,,,kau sok siap" Ucap Mia mbiar seisi ruangan tertawa.


"Bagaimana keadaanmu sayang?" Tanya Santika pada Widya.


"Sudah sangat baik" Jawan Widya.


"Mia cari makan yuk" Ajak Amel.


"Ayo restoran biasa,,,,sudah sangat rindu nongkrong dan makan disana" Ucap lagi Siaka.


"Ayokk,,,,,sudah lama kita tidak jalan bertiga" Ucap Mia lalu mengambik tasnya.


"Bu,,Oma kak Rika kak Widy kami cari makan dulu yaa" Ucap Mia pamit.


"Iya sayang,,,kalian hati hati yaaa" Jawab Santika,,,lalu ketiga gadis itu menyalami semua yang ada diruangan itu.


"Assalamualaikum" Ucap ketiganya lalu keluar dari ruangan Widya.


"Waalaikum salam" Jawab semuanya.


"Oma dan ibu juga mau kerumah keluarga dekat sini,,,,Rika ibu tinggal ga papa kan sayang" Ucap Santika.


"Oh iya,,,bu oma hati hati" Ucap Rika dengan menyalami mereka.


"Iya,,,,nak Widya cepatlah sembuh kepala oma rasanya ada yang aneh. Tapi hanya kalau yang boleh memeriksanya" Ucap Mirna.


"Iya oma,,,besok Widy akan keluar dari ruangan ini" Ucap Widya penuh semangat.


"Assalamualaikum"


"Waalaikum salam" Jawab keduanya.


"Mba Widya,,,Rika tanya boleh" Ucap Rika lalu mendekat pada Widya.


"Katakanlah kaka ipar" Ucap Widya langsung tertawa.


"Ihhh dokter bisa saja" Ucap Rika memukul lengan Widya.


"Jadi sebenarnya tadi sudah dijelaskan sama dokter Susi,,,usia kehamilan saya itu sudah 1 bulan. Padahal nikahnya baru seminggu" Ucap Rika.


"Itu bisa saja terjadi Rik,,,,sebenarnya mengenai kandungan saya tidak terlalu paham,,tapi pernah waktu masih kuliah dan praktek ada suami yang tidak paham itu dan menceraikan istrinya hanya karena tidak paham mengenai itu. Jadi tenang saja itu bisa terjadi" Ucap Widya dengan memegang tangan Rika.


"Tapi saya takut Marsel juga tidak terimah ini Wid" Ucap Rika dengan cemas.


"Tenang saja,,,bang Marsel orangnya pintar dia pasti akan cari tau dulu atau brosing digeogle mengenai kehamilan yang cepat begitu" Ucap Widya menguatkan Rika.


"Santay,,,,kamu sudah saya anggap adik kok tapi kalau nanti sudah dirumah Om Handika kau adalah kaka iparku" Ucap Widya lalu mereka tertawa.


"Jangn sungkan jika ingin bertanya atau cerita saya selalu ada kok untuk kamu" Ucap lagi Widya.


"Terimah kasih banyam loh,,,,didunia ini saya tidak memiliki siapapun selain Tante Ranti dan Om Ranaya,,,,tapi semenjak menikah dengan Marsel saya semakin merasakan bagaimana nikmatnya banyak keluarga" Ucap Rika lalu meneteskan air mata.


"Loh,,,,jangan nangis dong. Bukan cuman kamu saya sendiri sudah tidak memiliki siapa siapa selain Mario" Ucap Widya membuat Rika menatapnya bingung.


"Iya,,,,mama dan papa ku meninggal karena kecelakaan. Tadinya saya punya nene tapi pada akhirnya dia juga sudah harus pergi dihidupku" Ucap Widya membuat Rika merasa bersalah.


"Maaf yaa" Ucap Rika lalu memeluk Widya.


"Aww,,,jangan ditindis masih sakit" Ucap Widya membuat Rika takut.


"Yaa maaf,,,,yang sakit mana" Ucap Rika dengan melihat bekas tembakan itu.


"Bercanda kaka ipar" Ucap Widya.


"Kamu sudah makan siang?" Tanya Widya.


"Belum,,,,tidak juga selerah makan sih" Jawab Rika.


"Okeyyyy"


Tidak lama berpincang dengan Rika ada yang masuk tidak lain dia adalah Mario yang setial 3 jam memeriksa kekasihnya.


"Bagaimana,,,masih sakit?" Tanya Mario.


"Sedikit" Jawab Widya sedangkan Rika hanya asik melihat pemandangan itu.


"Kakak ipar mau dipesankan makan apa?" Tanya Mario.


"Agh,,,,pengen es krim saja de" Ucap Rika membuat Mario kaget.


"Es krim,,,,yaa kakak kenapa rasa pengennya muncul disini sih coba aja munculnya pada saat sama bang Marsel saja untuk hanya es krim coba yang aneh aneh" Gerutu Mario membuat Widya dan Rika tertawa.


"Kau sejak kapan banyak bicara begitu" Ucap Widya dengan memukul lengan Mario.


"Hahahha tau ku kira hanya Maxel yang banyak bacot ternyata kau juga" Ucap Rika.


"Kalian tunggulah disini,,,saya akan cari makan lalu beli es krim" Ucap Mario yang sudah mau keluar tapi ketemu seseorang yang juga mau masuk diruangan itu.


"Wah,,,,Ceo ganteng baru kelihatan" Ucap Mario melihat kedatangan seorang laki laki itu.


jangan lupa tinggalkan jejak baca kalian dengan cara like komen dan jika berkenan VOTE juga untuk mendukung karya thour terimah kasih🌹