Mia Ayunda

Mia Ayunda
BAB11



jangan lupa like dan vote yang banyak πŸ’œπŸ™terimah kasih banyak semua 😊


~~


"Kak saya gak berani sampaikan ini ke om Handika" Ucap takut Siska. Denga cepat Raka mengambil hpnya dan menghubungi Handika.


duttt dutttt Panggilan tersambung tetapi tidak juga dijawab oleh Handika. Raka bingung harus hubungi siapa karena hanya Handika yang dia tau kontak dari keluarga Mia.


Mereka masih juga menunggu kabar dari dokter yabg menangani Mia. Hp Siska bergetar bertanda panggilan masuk, tertulis bang Mario disana.


"As_salamualaikum bang" Jawab Siska dengan gemetar dan takut.


"Waalaikum salam Siska, maaf tadi abang sedang sidang skripsi, apa ada masalah? " Ucap Mario.


"Ah, anu bang Mia masuk rumah sakit" Jawabnya dengan hati hati, deg deg, jantung Mario seakan berhenti mendengar kabar itu, seakan dia tidak percaya karena penajagaan yang dia lakukan sangatlah ketat.


"Bagaimana bisa terjadi? " Ucapnya dengan cemas.


Siska menceritakan kronologi semuanya, tanpa disisakan sedikitpun. Mario langsung mematikan panggilannya dan menghubungi seseorang.


"Assalamualaikum, kalian kemana saja pada saat Mia memakan makanan itu apa kalian,kenapa kalian tidak mencicipi makanan itu? " Ucap Mario ditelepon.


"Waalaikum salam, maaf tuan kami sudah mencicipi makanan itu tapi reaksi racun itu cukup lama tuan, reaksi racun itu hampir satu jam tuan dan salah satu dari kami merasakan apa yang dirasakan nona Mia" Jelasnya dengan takut.


flaskback on


sebelum nasi goreng itu disajikan Anesa menyuruh orangnya untuk menyimpan rancun kemakanan Mia, seletah disajikan bodygard yang tersembunyi mendekati pelayan itu.


"Maaf nona biarkan saya menyicipi semuannya" Ucapnya.


"Tapi ini_" Jawabnya terpotong.


"Sudahlah ini demi keamanan nyonya kami" Potongnya dengan langsung menyicipi makanan itu satu persatu. Tapi karena tidak ada reaksi langsung menurutnya makanan itu aman, jadi dia mengiyakan itu untuk diberikan untuk Mia dan yang lainnya.


flaskback off


"Baiklah, berikan pengobatan untuk dia, saya akan terbang sekarang. Ingat tetap menjaga keamanan dirumah sakit" Ucapnya lagi kepada bodygard.


"Baik tuan" Jawabnya. Mario langsung mematikan telepon itu.


Handika, Marsel sudah mendapatkan kabar Mia dari bodygard mereka, keduanya dengan gegas menujuh rumah sakit.


Handika dan Marsel mendekat kearah Siska Amel dan Raka ketiganya langsung berdiri melihat kedatangan Handika dan Marsel.


"Bagaimana keadaan Mia" Ucap Handika dengan mengatur nafasnya.


"Belum ada kabar om" Ucap Raka.


"Om Maafin Siska dan Amel ya tidak bisa menjaga Mia" Ucap Siska dengan menundukan kepala.


"Sudahlah sayang jangan menyalahkan dirimu, om sudah tau apa yang sebenarnnya terjadi" Ucap Handika.


"Iya dek tidak baik menyalahkan diri sendiri, kembalilah kalian juga harus istirahat" Ucap Marsel.


"Biarlah kami disini bang sampaj mendengar kabar dari dokter" Ucap Amel.


"Baiklah tenangkan diri kalian semua akan baik baik saja" Ucap menenangkan Keduanya.


Ponsel Marsel bergetar panggilan dari Maxel.


"Assalamualaikum bang, bagaimana keadaan Mia? " Tanyanya.


"Waalaikum salam, belum ada kabar dari dokter" Jawab Marsel.


"sudahlah tenang saja lakukan saja dulu pekerjaanmu disitu Mia bersama kami disini"Lanjutnya lagi.


"Tapi bang, saya tidak tenang mendengar kabar ini" Ucap Maxel.


"Tenangkan saja pikiranmu, lanjutkan pelerjaanmu biar kamu bisa kembali keindonesia" Ucapnya.


"Baiklah bang, saya matikan" Ucapnya langsung mematikan panggilan.


Dokter keljar dari ruang ICU itu semua mendekat kepadannya.


"Bagaimana keadaan putriku" Ucap Handika.


"Maaf tuan, Nona Mia kami tidak bisa selamatkan" Ucap dokter dengan menundukan kepalanya.


Semua yang disana menangis mendengar perkataan dokter, tidak percaya apa yang mereka dengar, Handika terduduk dilantai dengan memegang kepalanya, Marsel memegang Handika untuk menenangkannya.


jangan lupa like dan vote yang banyak semuanya πŸ’œπŸ™