
Jangan lupa like komen dan vote yaa teman teman 💜🙏
~~
Semua telah selesai sarapan pagi, Wijaya dan yang lainnya telah duduk diruang keluarga.
"Setengah jam lagi kami akan berangkat" Ucap Wijaya.
"Hati hati pa ma" Jawab Mirna.
"Opa kapan kalian bisa kesini? " Tanya Mia.
"Jika semuanya sudah selesai maka kami akan langaung kesini sayang" Jawab Wijaya.
"Kalian kapan berangkat" Tanya Wijaya pada Marsel dan Maxel.
"Sebentar lagi opa" Jawab Marsel.
"Apa kalian masih ingat sama janji kalian bang" Ucap Mia.
"Janji apa sayang" Tanya Mario.
"Bang Mario ini belum terlalu mudah, tapi sudah tidak ingat sama janjinya. Hmmm" Ucap kesal Mia.
"Abang ingat sayang, katakan kau mau apa" Ucap Maxel.
"Saya akan katakan jika bang Marsel sudah memberikan apa yang Mia mau" Ucap Mia dengan melirik Marsel.
"Apa kau tidak bisa memberikan apa yang adikmu minta nak" Tanya Mirna.
"Bukan tidak bisa oma, masalahnya yang dimintak Mia sangatlah sulit" Jawab Marsel.
"Apa yang kau inginkan sehingga abangmu ini tidak bisa memberikanmu sayang" Tanya Wijaya.
"Sangat gampang opa"Jawab Mia.
"Katakan pada abang biar abang yang akan memberikanmu lebih dulu" Ucap Maxel.
"Katakan pada papa biar saya yang akan memenuhi permintaanmu sayang"Lanjut Handika.
"Sudahlah tidak ada yang bisa berikan yang saya inginkan kecuali bang Marsel sendiri" Jawab Mia.
"Katakan Marsel apa yang adikmu inginkan sehingga hanya kau yang bisa berikan itu" Ucap Wijaya.
"Mia meminta kakak ipar dariku opa" Jawab Marsel dengan takut. Semua tertawa mendengar perkataan Marsel.
"Apa ada yang salah dengan ucapanku" Bingung Marsel.
"Hahahah sayang kau ini hanya masalah itu tidak bisa kau berikan pada adikmu" Ucap Mirna.
"Hahaha biarkan abangmu ini yang memberikan itu sayang"Ucap Maxel.
"Apa abang sudah memiliki pacar? " Tanya Mia.
"Apa cucuku yang cantik ini juga sudah punya pacar" Ucap Mirna.
"Ti_dak Oma, bang cel bercanda" Jawab gugup Mia.
"Kenapa harus ditutupi opa sudah tau semuanya" Jawab Wijaya.
"Opa" Ucap Mia.
"Sudahlah sayang, opa akan berikan kaka ipar untukmu, kapan kau mau Marsel" Ucap Wijaya.
"Apa, ter_serah dari Mia kapan Mia menerimah dia Opa" Jawab kanget Marsel.
"Yeyyyyy, akhirnya Mia tidak akan cantik sendiri lagi dalam rumah ini" Senang Mia.
"Kau ini bukannya sedih jika ada yang menandingi cantikmu ini malah kau senang" Ucap Mirna.
"Sudahlah pa, ma, sebentar lagi kalian akan berangkat, sebaiknya kalian bersiaplah. Untuk kaka ipar nanti saja kita bicarakan" Ucap Handika.
"Iya opa, sekarang tinggal beberapa menit lagi" Lanjut Mario.
"Baiklah, sayang opa akan kembali, mengenai kaka iparmu nanti kita bicarakan tapi jangan ada dua orang ini" Ucap Wijaya kepada Mia dan melihat Handika Dan Mario yang memang tidak tertarik dengan urusan begituan.
"Iya opa, Mia takut jika abang abangku tertular jomblonya papa" Jawab Mia.
"Sayang" Ucap Lemes Handika.
"Maaf Pa" Jawab Mia dengan memegang kedua telinganya.
"Baiklah papa maafkan sayang" Ucap Handika.
"Baiklah sudah waktunya kita berangkat, Mia sayang untuk saat ini kau tidak akan kekampus sampai opa dan omamu berada diindonesia" Ucap Wijaya.
"Kenapa bisa begitu opa" Kanget Mia.
"Opa sudah minta cuti untukmu dan kedua sahabatmu sayang, jadi hari harimu hanya dirumah samapi kita berjumpa dijerman" Jawab Wijaya.
"Tapi Mia akan bosan jika dirumah terus" Bantah Mia.
"Kedua sahabatmu akan kesini setiap hari bahkan pacarmu juga akan kesini jika dia ada waktu, bersenang senangkalah beberapa hari saja kamu dirumah, setelah kembali dari jepang kau akan kembali beraktifitas" jelas Wijaya.
"Baiklah jika itu yang terbaik untuk Mia Opa" Pasrah Mia.
"Oma dan opa berangkat, kalian juga hati hati dijalan, dan kau sayang hubungi oma jika kau bosan" Ucap Mirna.
"Baiklah oma, kalian hati hatilah dalam perjalanan" Jawab Mia.
Semua sudah berdiri mengantar keberangkatan Wijaya dan Mirna serta Marsel dan Maxel.
Jangan lupa like komen san vote yaa teman teman 💜🙏