Mia Ayunda

Mia Ayunda
BAB21



Jangan lupa like komen dan vote teman teman 💜🙏


~~


"Sudahlah tidak ada yang akan meninggalkan rumah ini, kita semua akan hidup bersama disini" Ucap Mirna, semua melihat Mirna tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Mirna.


"Maksud oma, oma dan opa akan tinggal disini" Tanya Mia.


"Iya sayang, opa putuskan akan tinggal disini, opa juga ingin hidup dengan cucu opa" Jawab Wijaya.


"Ahhhh, akhirnya Mia ada teman jika semuanya sibuk bekerja" Ucap Mia dengan memeluk Mirna.


"Tentu saja sayang, tapi oma dan opa akan kembali dijerman untuk mengurus kepulangan kakakmu, setelah itu kita akan tinggal dirumah ini" Jawab Mirna dengan membalas pelukan Mia.


"Sudahlah, gimana jika kita potong kue dulu" Ucap Maxel.


"Oh iya sampai lupa, Mia terlalu senang" Ucap Mia dengan mengambil kue dan memberikan kepada Handika.


"Untuk potongan pertama untukmu sayang" Ucap Handika dengan memberikan kepada Mia.


"Potongan pertama untuk kita semua" Ucap Mia dengan memakan kue sangat sedikit.


"Baiklah, kemarilah anak kemambagaanku" Ucap Handika dengan memanggil ke3 putranya.


Mereka sudah saling suap betapa bahagianya keluarga itu tanpa ganguan dari orang lain.


"Sudahlah, kalian semua kembalilah dikamar kalian semua, kalian harus istirahat" Ucap Wijaya.


"Baik opa" Jawab semuanya, Marsel dan ke3 adiknya sudah meninggalkan kamar Handika. Dikamar sisa Mirna Wijaya dan Handika.


"Selamat ulang tahun yaa sayang" Ucap Mirna.


"Terimah kasih Ma"


"Apa kau senang dengan keputusan kami?" Tanya Mirna.


"Tentu saja senang ma, tapi bagaimana dengan anak manja dijerman ma? " Tanya Handika.


"Kau sudah terlalu lama tidak bertemu dengan dia, sekarang Harrys lebih dewasa" Ucap Wijaya.


"Agh, ternyata dia sudah dewasa rasanya saya ingin berjumpa dengannya" Ucap Handika.


"Sudahlah tidak lama lagi kalian akan bertemu" Ucap Mirna.


"Kamu akan heran jika bertemu dengan Harrys, dia sudah sangat dewasa dia juga yang meminta kami untuk hidup denganmu disini" Ucap Wijaya.


"Kenapa begitu pa? " Tanya Handika.


"Sudahlah ceritanya panjang, tidurlah nak kau juga harus istirahat, kami akan kekamar" Ucap Mirna.


"Baiklah ma kalian juga harus istirahat untuk keberangkatan besok pagi" Jawab Handika.


"Selamat malam nak" Ucap Mirna dengan menarik tangan Wijaya.


"Selamat malam ma pa" Jawab Handika.


~~


"Bi biar Mia yang sajikan, kalian siapman saja yang belum disiapkan" Ucap Mia dengan menyajikan sarapan.


"Baiklah nyonya" Jawabnya.


"Bi Rina, bangunkan semuannya katakan sarapannya sudah siap" Teriak Mia.


"Baik Nyonya" Jawab Bi Rina dengan pergi menuju kamar tuannya. Bi Rina tiba dikamar Handika.


"Selamat pagi tuan besar, sarapan sudah siap" Ucap bi Rina dibalik pintu.


"Saya akan turun, bangunkan Mia ya bu" Jawab Handika didalam kamar. Bi Riba hanya senyum dan pergi kekamar berikutnya.


"bi mau kemana? "Tanya Mario, melihat bi Rina melewati kamarnya.


"Ah ini tuan saya diperintahkan Nyonya muda untuk membangunkan kalian semua" Ucap Bi Rina dengan menundukab kepalanya.


"Ohh, apa Mia yang menyiapkan sarapan?" Tanya Marsel.


"Iya tuan" Jawab bi Rina.


"Abang sudah bangun, sisa bang Maxel kalau opa dan oma biar saya yang memanggil mereka" Ucap Mario.


"Saya sudah bangun sayang, mari kita kebawa" Ucap Mirna.


"Oh iya, abang Maxel nanti saya saja bi yang bangunkan" Ucap Mario.


"Kau itu terlalu repot cucuku, dia juga sudah bangun sana" Ucap Wijaya.


"Apa kalian bikin disini?" Heran Handika.


"Tidak ada ayo kita turun" Ucap Mirna. Semua berjalan turun kebawah.


"Bi, apa Mia sudah bangun?" Tanya Handika.


"Kau ini, turun saja ayo" Ucap Wijaya.


Mia sudah menunggu mereka dibawah semua sudah disiapkan olehnya, rasanya ini adalah hal yang paling diinginkan olehnya.


"Selamat pagi cucuku" Ucap Wijaya. Mia melihat kearah mereka semua dengan senyum manisnya.


"Pagi juga Opa" jawabnya.


"Santika memang menurunkan sikapnya kepadamu sayang" Ucap Mirna.


"Terimah kasih oma, silakan dimakan tuan besar dan nyonya besar" Ucap Mia. Semua tertawa mendengar itu.


"Ini sangat lezat kau sangat pandai memasak" Puji Mirna.


"Terimah kasih, sudahlah jangan memujiku terus" Ucap Mia.


"Makanlah dengan baik" Ucap Wijaya.


Semua makan dengan hening hanya bunyi sendok dan garpu yang menghiasi meja makan itu, tidak ada yang berani membuka suara pada saat sedang makan karena Wijaya tidak menyukai itu.


jangan lupa like komen dan vote yang banyak 💜🙏